POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK (Studi Fenomenologi pada Keluarga yang Mengalami Perceraian di Kota Cimahi)
Keywords:
komunikasi keluarga, perceraian, kepribadian anak, fenomenologi, Kota CimahiAbstract
Perceraian merupakan fenomena sosial yang berpotensi mengubah dinamika komunikasi dalam keluarga dan membentuk pengalaman hidup anak. Penelitian ini bertujuan memahami pola komunikasi keluarga dalam proses pembentukan kepribadian anak pada keluarga yang mengalami perceraian di Kota Cimahi, mencakup motif, tindakan, dan makna komunikasi yang dikonstruksi oleh orang tua dan anak. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif fenomenologi Alfred Schutz. Informan penelitian berjumlah enam orang, terdiri atas tiga ibu tunggal dan tiga anak dari keluarga yang mengalami perceraian di tiga kecamatan berbeda di Kota Cimahi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif komunikasi keluarga terbentuk dari pengalaman masa lalu (because motive) berupa tanggung jawab dan kekhawatiran orang tua, serta harapan masa depan (in order to motive) berupa pembentukan karakter anak yang mandiri, empatik, dan bertanggung jawab. Tindakan komunikasi terwujud dalam tiga pola berbeda—terbuka dan intensif, adaptif dan selektif, serta terbatas dan tersupresi—yang masing-masing berkaitan dengan kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak. Komunikasi yang terbuka, suportif, dan konsisten mendorong kedekatan yang lebih erat, sedangkan keterbatasan komunikasi menimbulkan hambatan keterbukaan diri. Bagi informan, komunikasi dimaknai sebagai ruang emosional yang menghadirkan rasa aman, perhatian, dan penerimaan, serta berkontribusi pada tumbuhnya kepercayaan diri, kemampuan mengelola emosi, keterampilan bersosialisasi, dan kemampuan menetapkan batasan diri anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perceraian tidak secara otomatis menghambat pembentukan kepribadian anak; faktor yang lebih menentukan adalah keberlangsungan komunikasi keluarga yang berkualitas.References
1. Afifi, T. D., & Schrodt, P. (2003). Uncertainty and the avoidance of the state of one's family in stepfamilies, postdivorce single-parent families, and first-marriage families. Human Communication Research, 29(4), 516–532.
2. Ahrons, C. R. (2004). We're still family: What grown children have to say about their parents' divorce. New York: HarperCollins.
3. Amato, P. R. (2001). Children of divorce in the 1990s: An update of the Amato and Keith (1991) meta-analysis. Journal of Family Psychology, 15(3), 355–370.
4. Badan Pusat Statistik. (2024). Data perceraian di Indonesia dan Kota Cimahi tahun 2024. Diakses dari https://www.bps.go.id
5. Badriyyah, N. (2021). Pengaruh pola asuh terhadap pembentukan kepribadian anak pada keluarga broken home. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 120–130.
6. Baxter, L. A., & Braithwaite, D. O. (2019). Relational dialectics theory. In Engaging theories in family communication. New York: Routledge.
7. Bowlby, J. (1969/1982). Attachment and loss, Vol. 1: Attachment. New York: Basic Books.
8. Galvin, K. M., Brommel, B. J., & Bylund, C. L. (2004). Family communication: Cohesion and change (6th ed.). Boston: Pearson.
9. Koerner, A. F., & Fitzpatrick, M. A. (2002). Toward a theory of family communication. Communication Theory, 12(1), 70–91.
10. Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Beverly Hills, CA: Sage Publications.
11. Massa, R., Rahman, A., & Napu, N. (2020). Pola komunikasi keluarga terhadap kondisi psikologis anak pada keluarga tidak harmonis. Jurnal Komunikasi, 12(1), 55–66.
12. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
13. Ryandini, R., & Destiwati, R. (2021). Komunikasi interpersonal orang tua dan anak dalam keluarga broken home. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(2), 101–112.
14. Satir, V. (1988). The new peoplemaking. Palo Alto, CA: Science and Behavior Books.
15. Schutz, A. (1967). The phenomenology of the social world. Evanston, IL: Northwestern University Press.
16. Turner, L. H., & West, R. (2006). The family communication sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
17. Watzlawick, P., Beavin, J. H., & Jackson, D. D. (1967). Pragmatics of human communication: A study of interactional patterns, pathologies, and paradoxes. New York: W. W. Norton.
18. Yulianti, S., Rosantika, A., & Susanti, D. (2020). Dampak perceraian terhadap perkembangan anak dalam keluarga. Jurnal Sosial Humaniora, 11(2), 134–145.

