Gambar sebagai Media Ekspresi Emosional (Studi Fenomenologi pada Pemaknaan Gambar sebagai Bentuk Komunikasi Ekspresi Diri)
Keywords:
Gambar, Ekspresi Emosional, Konstruksi Realitas Sosial, FenomenologiAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena hambatan komunikasi verbal dalam mengekspresikan dinamika emosi yang kompleks, sehingga mendorong individu memanfaatkan media gambar sebagai sarana komunikasi intrapersonal dan ekstensi ekspresi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dan motif individu dalam mengekspresikan emosi, mengidentifikasi pemaknaan dan penyimbolan visual, serta mengungkap peran dialektika konstruksi realitas melalui gambar dalam proses regulasi emosi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pisau analisis utama yang diterapkan adalah Teori Konstruksi Sosial atas Realitas dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi visual terhadap dua orang informan berlatar belakang pendidikan seni rupa di wilayah Lembang. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik, member checking, serta validasi bersama ahli Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Seni Rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan gambar sebagai media ekspresi emosional berlangsung melalui tiga momen dialektis: 1) Eksternalisasi: individu mencurahkan gejolak emosi abstrak (tekanan batin, mood, isu sosial, dan apresiasi budaya) ke media fisik manual (kanvas/kertas) sebagai safe space dan sarana katarsis untuk menghindari risiko komunikasi lisan; 2) Objektivasi: emosi mentransformasi menjadi simbol visual konkret (garis tegas, skema warna, objek mawar berbatang biru, hingga humor lokal Sunda) yang memposisikan karya sebagai objek otonom yang siap ditafsirkan di ruang publik; dan 3) Internalisasi: karya yang diarsip diserap kembali sebagai cermin psikologis (visual mirror) untuk kontemplasi, refleksi diri, serta penjernihan pikiran guna mengonstruksi regulasi emosi yang stabil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gambar berfungsi secara efektif sebagai media komunikasi non-verbal yang otentik dan instrumen regulasi emosi yang berkelanjutan.References
Barone, T., & Eisner, E. W. (2022). Arts-Based Research. SAGE Publications.
Barrett, L. F. (2022). Seven and a Half Lessons About the Brain. Houghton Mifflin Harcourt.
Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.
Denzin, N. K. (2022). The Qualitative Manifesto: A Call to Action. Routledge.
DeVito, J. A. (2016). The Interpersonal Communication Book. Pearson Education.
Griffin, E., Ledbetter, A., & Sparks, G. (2019). A First Look at Communication Theory. McGraw-Hill Education.
Gross, J. J. (2015). Handbook of Emotion Regulation. The Guilford Press.
Hargie, O. (2022). Skilled Interpersonal Communication: Research, Theory and Practice. Routledge.
He, X., & Zhang, Y. (2026). Healing Potential of Art Therapy. Frontiers in Psychology.
Hidayat, T. (2021). Makna Simbolik Warna dan Garis dalam Komunikasi NonVerbal. Jurnal Bahasa dan Simbol.
Kress, G., & van Leeuwen, T. (2021). Reading Images: The Grammar of Visual Design. Routledge.
Kriyantono, R. (2020). Teknik Praktis Riset Komunikasi: Kualitatif dan Kuantitatif. Kencana.
Leavy, P. (2021). Essentials of Arts-Based Research. Guilford Publications.
Lestari, W. (2024). Peran Komunikasi Intrapersonal dalam Pengelolaan Stres melalui Seni. Jurnal Pemikiran Komunikasi.
Li, M., et al. (2025). Drawing Therapy and Emotional Expression. Frontiers in Psychology.
Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2022). Theories of Human Communication. Waveland Press.
Malchiodi, C. A. (2021). Handbook of Art Therapy. Guilford Publications.
Mead, G. H. (1934). Mind, Self, and Society. University of Chicago Press.

