Pengaruh Nada Bicara (Paralanguage) Negatif dan Pola Asuh Otoriter (Authoritarian) Orang Tua Terhadap Regulasi Emosi Anak di Desa Sindangpakuon
Keywords:
Regulasi Emosi Anak, Nada Bicara Negatif, Pola Asuh Otoriter, ParalanguageAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nada bicara negatif orang tua (paralanguage) dan pola asuh otoriter terhadap regulasi emosi anak-anak di Desa Sindangpakuon. Regulasi emosi anak-anak adalah kemampuan untuk secara mandiri mengenali, memahami, dan mengelola emosi, yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan komunikasi dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 5.293 orang dan sampel sebanyak 100 orang orang tua yang memiliki anak berusia 6–12 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, baik secara parsial maupun simultan, nada bicara negatif orang tua (paralanguage) dan pola asuh otoriter tidak berpengaruh dan signifikan regulasi emosi anak-anak di Desa Sindangpakuon, dengan tingkat signifikansi masing-masing melebihi 0,05. Kontribusi variabel independen terhadap regulasi emosi anak-anak adalah sebesar 20,9%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemungkinan ada faktor lain lebih dominan yang mempengaruhi kemampuan regulasi emosi anak-anak di lingkungan ini. Penelitian ini menunjukkan perlunya mengeksplorasi variabel lain serta mengembangkan program pendidikan komunikasi dan pengasuhan yang lebih adaptif bagi orang tua.References
Sendjaja, S. D., dkk. (2014). Pengantar Ilmu Komunikasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R& D. Alfabeta.
Wahdi, A. E., Setyawan, A., Putri, Y. A., Wilopo, S. A., Erskine, H. E., Wallis, K., McGrath, C., Blondell, S. J., Whiteford, H. A., Scott, J. G., Blum, R., Fine, S., Li, M., & Ramaiya, A. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS). Pusat Kesehatan Reproduksi, Universitas Gadjah Mada.
Helaluddin, & Syawal, S. (2018). Psikoanalisis Sigmund Freud dan Implikasinya dalam Pendidikan. ResearchGate.
Izzah, Z. (2024). Emotional regulation pada anak usia 4-6 tahun [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Malang]. UMM Institutional Repository.
Salma, Nailis. Peranan regulasi emosi dan pola asuh otoriter terhadap perilaku agresif siswa SMK Negeri 2 Slawi, (2023), Walisongo Institutional Repository.
Zahwa. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Otoriter terhadap Regulasi Emosi Siswa SMAN 3 Bukittinggi, (2025), Repository UIN Bukittinggi.
Aditya. Pengaruh Pola Asuh Otoriter Terhadap Perkembangan Emosional Anak, (2025), Jurnal Perbandingan Hukum dan Mazhab, 3, (2).
Mirza. Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter Dengan Kemampuan Regulasi Emosi Pada Remaja Awal, (2023), Repository Raden Intan.
Eling. Pengaruh Pola Asuh Otoriter Orang Tua Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja Di SMPN 4 Purbalingga, (2023), Walisongo Institutional Repository.
Habiebie. Nur. Pengaruh Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan dan Regulasi Emosi terhadap Agresivitas Siswa SMP Swasta Al Maksum, (2023), Medan Area Repository.
James J. Gross, Handbook Of Emotion Regulation, ed. by 2 (New York: The Guilford Press, 2014).

