PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM KOMUNITAS DIGITAS BERBASIS BRAND: STUDI TENTANG WARDAH YOUTH AMBASSADOR SEBAGAI RUANG UNTUK PENUMBUH KEPERCAYAAN DIRI DAN PERSONAL BRANDING

Authors

  • Chairunnisa Asmawi Universitas Negeri Semarang Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/jgcc8279

Keywords:

pemberdayaan perempuan; kepercayaan diri; self-efficacy; personal branding; komunitas digital

Abstract

Perkembangan pada ruang digital yang terus berkembang menawarkan peluang besar bagi perempuan muda untuk belajar, mengekspresikan diri, dan mengembangkan potensi mereka, namun, mereka juga menghadapi hambatan psikologis dan sosial seperti cyber harassment dan kurangnya rasa percaya diri yang membatasi kehadiran mereka di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pemberdayaan perempuan, pengalaman membangun kepercayaan diri, dan proses pembentukan personal branding di kalangan anggota komunitas digital Wardah Youth Ambassador (WYA) yang diinisiasi oleh brand kecantikan Wardah. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang mencakup satu mentor dan tiga anggota WYA, data dianalisis secara tematis menggunakan software NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan terjadi melalui serangkaian proses yang saling terkait: motivasi awal untuk bergabung, lingkungan komunitas yang suportif, keterlibatan dalam kegiatan offline dan online seperti beauty class, workshop, dan challenge, serta pendampingan oleh sosok mentor. Proses-proses ini menumbuhkan kepercayaan diri anggota melalui empat sumber self-efficacy, yaitu: mastery experiences, vicarious experiences, soscial persuasion, dan emotional state yang pada akhirnya mendorong terbentuknya personal branding yang lebih autentik dan konsisten di media sosial. Temuan ini memperkuat relevansi Teori Kognitif Sosial, khususnya konsep triadic reciprocal determinism, serta menawarkan perspektif baru: komunitas berbasis brand tidak hanya dapat berfungsi sebagai sarana pemasaran, tetapi juga sebagai ruang aktualisasi diri bagi perempuan muda Indonesia.

References

Adiningrat, N., & Albina, M. (2025). Penerapan model pendekatan deskriptif dalam penelitian pendidikan. QAZI: Journal of Islamic Studies, 2(1), 196–204. https://doi.org/10.61104/qz.v2i1.275

Afriandito, D. (2025). Kekerasan siber berbasis gender: Dari body shaming hingga doxxing aktivis perempuan. PSGA UIN Malang.

Annisa, Y. (2023). Local resource-based women empowerment model through Family Development Session (FDS). Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 10(2).

https://doi.org/10.21831/jppm.v10i2.59644

Arbarini, M., Suminar, T., Desmawati, L., Mulyono, S. E., Siswanto, Y., Hasdiani, T., & Hasanah, L. U. (2022). Pemberdayaan perempuan melalui Komunitas Diajeng Semarang. Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian, 2(4), 1139–1146.

http://dx.doi.org/10.37905/dikmas.2.4.1139-1146.2022

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2023). Survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia 2023.

https://apjii.or.id

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Hasyim, F., & Syahdara, A. M. (2022). Pemberdayaan perempuan melalui gerakan literasi di era digital. JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 46–52. https://doi.org/10.51771/jukeshum.v2i1.175

Huda, S., Salim, M. N., & Habsyi, B. A. (2024). Uji validitas dalam penelitian kualitatif. Ahad: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies, 1(2).

Khoiriyah, D., & Thohir, M. (2023). The social cognitive aspects of students in adapting to technology in the society 5.0 era. Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 5(2).

Komnas Perempuan. (2023). Catatan tahunan kekerasan berbasis gender online 2022.

https://komnasperempuan.go.id

Maisarah, S., & Suryani, N. (2023). Peran media pembelajaran digital dalam membentuk perkembangan kepribadian siswa. Edu Publisher.

Maulidina, S. (2021). Personal branding di media sosial. Jurnal Media dan Komunikasi, 9(3), 45–53.

https://doi.org/10.21067/jki.v1i9.9411

Munajjah, S. N. H., Supriatna, M., & Suryana, D. (2024). Analisis validitas instrumen self-efficacy belajar siswa pada sekolah terbuka atlet dengan menggunakan model Rasch. Jurnal Konseling Indonesia, 9(1), 1–13.

Nurrahmah, A. S., Azzahra, A. L., & Wisnu, M. (2025). Rancangan dan langkah-langkah penelitian kualitatif. Qalam Lil Mubtadiin, 3(2).

Rahmawati, S., & Susanti, D. (2020). Experience-based learning dalam pendidikan nonformal. Jurnal Pendidikan Alternatif, 8(2), 88–97.

Rohmawati, A. (2023). Pemberdayaan perempuan dalam menghadapi tantangan gender di era digital. Mujahada: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1, 1–11. https://doi.org/10.54396/mjd.v1ii.969

Saharani, A. B., Putri, F. A. T., & Putra, A. E. (2023). Penggunaan fantasy themes tentang pemberdayaan perempuan generasi muda melalui media digital di komunitas 'Puan Bisa'. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 158–165. https://doi.org/10.33366/jkn.v5i1.304

Siscawati, M., Adelina, S., Eveline, R., & Anggriani, S. (2020). Gender equality and women empowerment in the national development of Indonesia. Journal of Strategic and Global Studies, 2(2), 3.

https://doi.org/10.7454/jsgs.v2i2.1021

Tamba, W., Rizka, M. A., & Andriani, I. (2020). Implementasi pendidikan masyarakat melalui pemberdayaan perempuan berbasis life skill education. Jurnal Paedagogi, 7(3), 237.

https://doi.org/10.33394/jp.v7i3.2745

Veranita, M. (2023). Literasi digital dan perempuan. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 21(2), 27–33.

Yovelin, V., & Paramita, S. (2023). Digital personal branding dalam membentuk kredibilitas content creator. Koneksi, 7(1), 231–239.

https://doi.org/10.24912/kn.v7i1.21330

Downloads

Published

2026-06-28