ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI DI PLATFORM X DALAM PENYALAHGUNAAN GROK PADA ISU PEREMPUAN DAN ANAK: PENDEKATAN QUALITATIVE SOCIAL NETWORK ANALYSIS
Keywords:
analisis jaringan komunikasi, Grok AI, perempuan dan anak, konstruksi sosial realitas, Qualitative Social Network AnalysisAbstract
Penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) generatif seperti Grok di platform X telah memunculkan risiko baru bagi perempuan dan anak, terutama melalui produksi gambar seksual non-konsensual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola jaringan komunikasi, proses konstruksi sosial realitas, serta aktor kunci dalam penyebaran dan penanggulangan isu tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode Qualitative Social Network Analysis (QSNA), yang memadukan analisis jaringan melalui visualisasi Gephi dan metrik sentralitas dengan analisis konten kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi digital non-partisipan, analisis 100 tweet, dan studi dokumentasi selama periode April–Juli 2026. Teori yang digunakan adalah Teori Analisis Jaringan Sosial dan Teori Konstruksi Sosial Realitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola jaringan komunikasi bersifat terdesentralisasi, didominasi mekanisme retweet, dan terbagi ke dalam empat klaster: aktivis Indonesia, aktivis internasional, media, serta provokator. Konstruksi sosial realitas terjadi melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang dipercepat produksi konten AI secara massal, sehingga narasi negatif dapat mencapai status 'kebenaran objektif' dalam waktu singkat. Aktor kunci terbagi menjadi penyebar dan penanggulang narasi negatif, dengan aktor jembatan yang menghubungkan klaster Indonesia dan internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyalahgunaan Grok AI merupakan fenomena komunikasi kompleks yang mempercepat konstruksi realitas sosial dan berisiko menormalisasi narasi bias terhadap kelompok rentan, sehingga diperlukan penguatan literasi digital, moderasi platform, dan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak di ruang digital.References
Asif, M., & Zhou, P. (2024). Human-machine communication: The role of AI in shaping digital discourse and social interaction. Journal of Contemporary Communication Studies, 12(1), 45–62.
Bastian, M., Heymann, S., & Jacomy, M. (2009). Gephi: An open source software for exploring and manipulating networks. Proceedings of the International AAAI Conference on Web and Social Media, 3(1), 361–362.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.
Bulan, R., & Wulandari, S. (2021). Perlindungan perempuan dan anak di ruang digital: Tantangan dan strategi. Jurnal Perlindungan Anak Indonesia, 4(2), 78–95.
Burt, R. S. (1992). Structural holes: The social structure of competition. Harvard University Press.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Dewa, C. B., & Safitri, L. A. (2021). Pemanfaatan media sosial TikTok sebagai promosi industri kuliner di Yogyakarta pada masa pandemi COVID-19. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 12(1), 65–71.
Eriyanto. (2014). Analisis jaringan komunikasi: Strategi metodologi dalam mengkaji jaringan hubungan antarkator. Prenada Media Group.
Freeman, L. C. (1978). Centrality in social networks: Conceptual clarification. Social Networks, 1(3), 215–239.
Gazi, et al. (2024). Media sosial dan transformasi komunikasi digital. Jurnal Komunikasi Digital, 8(2), 112–130.
Granovetter, M. S. (1973). The strength of weak ties. American Journal of Sociology, 78(6), 1360–1380.
Iannacone, J. I. (2024). Mapping social networks: A qualitative approach to networked public relations scholarship. Public Relations Review, 50(4), 102477.
Jacomy, M., Venturini, T., Heymann, S., & Bastian, M. (2014). ForceAtlas2, a continuous graph layout algorithm for handy network visualization designed for the Gephi software. PLoS ONE, 9(6), e98679.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). (2026, January 10). Pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok. Portal Resmi Kementerian Komunikasi dan Digital. https://portal.komdigi.go.id
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). (2026, April 30). Wamen PPPA: Akses teknologi harus diimbangi empati dan perlindungan nyata. Portal Resmi KemenPPPA. https://kemenpppa.go.id
KPPPA. (2025). Data konten eksploitasi anak di ranah daring. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Komnas Perempuan. (2024). Catatan kekerasan terhadap perempuan 2024. Komnas Perempuan.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2021). Theories of human communication (12th ed.). Waveland Press.
Manek, A., & Tanuwijaya, F. (2021). Studi dokumentasi dalam penelitian komunikasi digital. Jurnal Metodologi Penelitian, 7(1), 34–52.
McPherson, M., Smith-Lovin, L., & Cook, J. M. (2001). Birds of a feather: Homophily in social networks. Annual Review of Sociology, 27, 415–444.

