REPRESENTASI PERLAWANAN TERHADAP EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM PADA NOVEL TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR KARYA TERE LIYE : STUDI ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH

Authors

  • Novitri Nur Ramadhani Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung Author

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Eksploitasi Sumber Daya Alam, Perlawanan, Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar, Tere Liye

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi perlawanan terhadap eksploitasi sumber daya alam serta latar belakang sosiokultural munculnya wacana perlawanan dalam novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, mencakup dimensi teks, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural. Hasil analisis dimensi teks menunjukkan sepuluh bentuk perlawanan, meliputi resistensi atas kelalaian reklamasi tambang, peran media, nilai leluhur, aksi massa terbuka, peran perempuan, sastra sebagai kritik simbolik, dekonstruksi narasi kemajuan, jejaring aktivis, resistensi tertutup, hingga aksi radikal. Pada praktik kewacanaan, latar belakang Tere Liye sebagai penulis yang kritis terhadap industri tambang membentuk produksi teks, sementara khalayak menunjukkan resonansi kuat dengan realitas sosial-politik Indonesia. Praktik sosiokultural mengungkap bahwa wacana perlawanan dilatarbelakangi situasi Pemilu 2024, afiliasi antar penulis dan penerbit, serta kondisi daerah pertambangan seperti Bangka Belitung. Oleh karena itu, novel ini berfungsi sebagai wacana tandingan terhadap kapitalisme ekstraktif dan oligarki di tanah air.

References

Adam, A. (2009). Pers Perlawanan: Politik Wacana Antikolonialisme Pertja Selatan. Yogyakarta: LKiS.

Aman. (1978). 500 Pepatah. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.

Aqilla, B. W., Sari, C. N., Rahma, E. Y., Safawati, A., & Widiandono, D. (2025). Kunjungan Ishowspeed Sebagai Sarana Representasi Budaya Indonesia Dalam Wacana Netizen Internasional. 5(4), 104–115.

Azizah, N. U. (2025). Makna Fasad Dalam Qs. Ar-Rum Ayat 41 Dan Relevansinya Terhadap Eksploitasi Sumber Daya Alam (Analisis Semantik Toshihiko Izutsu). Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Barlian, E., & Danhas, Y. (2022). Konsep & Aplikasi Ekologi Manusia. Yogyakarta: Deepublish.

Cholis, N., Ma’arif, M. S., & Negara, D. D. I. (2024). Manusia dalam Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer. Jurnal Al-Aqidah, 16(1), 14–32.

Dahnur, H., & Putri, G. S. (2023). Tambang Timah Bangka Belitung: Sejarah, Dampak, dan Asa untuk Masa Depan. Kompas.com.

Damanik, Y., Wuriyani, E. P., Anggie, M., & Daulay, J. (2024). Perjuangan Perempuan Pada Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar Karya Tere Liye (Kajian Ekofeminisme). Perspektif: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Bahasa, 2(3), 270–286.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: LKiS.

Fahimah, S. (2017). Ekofeminisme: Teori dan Gerakan. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 1(1), 6–19.

Fiter, E., & Andriyani, N. (2021). Ekofeminisme Dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye. J-LELC, 1(1), 8–13.

Fitriyani, R. W. (2025). Analisis Wacana Kritis Dimensi Praktis Social-Budaya Dalam Postingan Instagram @pramonoanungw. Jurnal Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 6(2), 145–157.

Gramsci, A. (1971). Selection From The Prison Notebooks. New York: International Publisher.

Idayatiningsih, R. (2017). Perlawanan Terhadap Dominasi Kekuasaan Dalam Novel Pasung Jiwa Karya Okky Madasari (Analisis Wacana Kritis). Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 1(2), 42–62.

Islamiyah, N., Aswandikari, Mahyudi, J., Sirulhaq, A., & Saharudin. (2026). Konflik Ekologis dan Resistensi Budaya Lokal Dalam Novel Mata Di Tanah Melus Karya Okky Madasari. Sebasa, 9(1), 264–277.

Juliza, M. (2018). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Jangan Panggil Aku Katua Karya Yulhasni. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Liye, T. (2024). Teruslah Bodoh Jangan Pintar. Depok: PT Sabak Grip Nusantara.

Makuta, I., Baruadi, M. K., & Didipu, H. (2025). Eksploitasi Sumber Daya Alam Di Lembah Bukit Barisan Dalam Novel Amelia Karya Tere Liye. Language: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(1), 49–60.

Manalu, D. (2007). Perubahan Kebijakan Publik: Kasus Perlawanan Masyarakat Batak vs PT Inti Indorayon Utama, Di Porsea, Sumatera Utara. Populasi, 18(1), 27–50.

Munfarida, E. (2014). Analisis Wacana Kritis Dalam Perspektif Norman Fairclough. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 8(1), 1–19.

Downloads

Published

2026-09-23