Representasi Kritik Budaya Hustle Culture dalam Lirik Lagu 'Janji Palsu' Karya Hindia: Analisis Semiotika Roland Barthes
Keywords:
Hustle Culture, Representasi, Semiotika Roland Barthes, Lirik Lagu, HindiaAbstract
Budaya hustle culture semakin berkembang di masyarakat modern dan mendorong individu untuk terus bekerja secara produktif demi mencapai kesuksesan. Fenomena tersebut banyak diangkat dalam karya musik sebagai bentuk kritik sosial, salah satunya lagu Janji Palsu karya Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kritik terhadap budaya hustle culture dalam lirik lagu tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes yang mengkaji makna denotasi, konotasi, dan mitos pada setiap bait lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Janji Palsu merepresentasikan kritik terhadap normalisasi budaya kerja berlebihan yang menganggap produktivitas sebagai tolok ukur utama kesuksesan. Melalui berbagai simbol dan metafora, lagu ini menggambarkan dampak hustle culture, seperti tekanan sosial, eksploitasi diri, kelelahan emosional, serta menurunnya kesehatan mental. Selain itu, penelitian menemukan adanya mitos bahwa kerja keras tanpa batas akan selalu membawa kebahagiaan dan keberhasilan, padahal kondisi tersebut justru dapat mengorbankan kesejahteraan individu. Dengan demikian, lagu Janji Palsu tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi yang menyampaikan kritik sosial terhadap budaya hustle culture.References
Adiwijaya, A., et al. (2024). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media, 5(2), 112–125.
Adam, R., Lionardo, A., & Lamato, R. (2023). Pesan Moral Dalam Konten TikTok Polisi @Hermanhadibasuki (Analisis Semiotik Ferdinand De Saussure). Jurnal Studi Ilmu Sosial Dan Politik, 3(1), 29–47. https://doi.org/10.35912/jasispol.v3i1.1804
Afnira, E. (2024). Mitos Dalam Kampanye Politik. Wedana Jurnal Kajian Pemerintahan Politik Dan Birokrasi, 9(2), 1–16. https://doi.org/10.25299/wedana.2023.12594
Alif, A. P., & Yuniati, Y. (2025). Makna Pesan Dalam Lirik LAgu “Nina.” Bandung Conference Series Communication Management, 5(2). https://doi.org/10.29313/bcscm.v5i2.20725
Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. Fontana Press.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Gultom, A. (2021). Lirik Lagu Sebagai Karya Sastra dan Teks Budaya. Jurnal Kajian Sastra, 8(2), 150–162.
Riani, F. (2025). Analisis Semiotika Subordinasi Perempuan dan Kritik Sosial dalam Lirik Lagu Populer. Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 17(1), 45–74.
Robinson, B. (2019). The Luxury of Working Hard: How Social Media Promotes Hustle Culture. Journal of Workplace Culture, 12(3), 88–95.
Savickas, M. L. (2012). Life Design: A Paradigm for Career Intervention in the 21st Century. Journal of Counseling & Development, 90(1), 13–19.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Alfabeta.

