REPRESENTASI PESAN KOMUNIKASI TRADISIONAL DALAM MITOS PENDAKIAN PADA FILM PENCARIAN TERAKHIR (2025)
Keywords:
Komunikasi Massa, Mitos, Representasi, Pesan, Pendakian, Film, Komunikasi tradisional, SemiotikaAbstract
Penelitian ini mengkaji representasi komunikasi tradisional dalam film horor Indonesia, khususnya aturan adat aktivitas pendakian yang dimaknai ulang oleh industri film modern. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan analisis Semiotika Roland Barthes, penelitian ini secara mendalam membedah dan menafsirkan tanda melalui tiga tatanan signifikasi: denotasi, konotasi, dan mitos. Data bersumber dari 25 scene audio-visual yang merepresentasikan perilaku serta tanda verbal dan nonverbal di gunung. Hasil interpretasi secara denotatif menampilkan berbagai ritual, larangan (pamali), dan etika kulo nuwun sebagai penghormatan terhadap alam. Namun, pada tataran konotasi dan mitos, makna kearifan lokal yang sejatinya berfungsi sebagai instrumen keselamatan ekologis mengalami komodifikasi dan reduksi. Nilai-nilai sakral didekonstruksi menjadi komoditas komersial dan dijadikan 'dogma teror supranatural' demi memicu ketakutan audiens. Penelitian menyimpulkan bahwa film kontemporer cenderung mengeksploitasi identitas kearifan lokal demi kepentingan nilai tukar ekonomi daripada mempertahankan esensi nilai edukasi budayanya.Downloads
Published
2026-09-14
Issue
Section
Articles

