ANALISIS KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMBENTUK PERSEPSI PERNIKAHAN PADA ANAK KORBAN PERCERAIAN

Authors

  • Intan Kartika Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, Internasional Women University Author
  • Umi Narimawati Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, Internasional Women University Author
  • Dadang Munandar Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, Internasional Women University Author
  • Affan Neskisyah Ramadhan Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, Internasional Women University Author

Keywords:

komunikasi keluarga, persepsi pernikahan, anak korban perceraian, konsep diri, konstruktivis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi keluarga dalam membentuk persepsi pernikahan pada anak korban perceraian. Menggunakan paradigma kualitatif serta paradigma konstruktivis data di kumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga anak korban perceraian sebagai informan utama, tiga orang tua/kerabat informan sebagai informan pendukung, serta seorang psikolog sebagai informan kunci. Temuan menunjukkan bahwa setelah perceraian, interaksi anak dengan salah satu orang tua, khususnya ayah, cenderung menurun. Hal ini terlihat dari keputusan yang diambil secara sepihak, hilangnya komunikasi, dan berpindahnya kebutuhan komunikasi anak kepada orang lain di luar keluarga inti. Situasi tersebut membentuk cara berpikir anak melalui tiga proses kewaspadaan yang muncul akibat self-fulfilling prophecy, kepekaan reflektif dari selektivitas,dan kemandirian yang berkaitan dengan kepercayaan diri. Ketiga faktor ini menghasilkan pandangan anak tentang pernikahan yang bervariasi antara asa takut dan harapan, penekanan pada komunikasi yang jujur, serta kesiapan dalam hal keuangan. Peran gender juga berpengaruh secara tidak langsung: anak perempuan lebih mengaitkan kehilangan ayah dengan aspek hubungan emosional, sedangkan anak laki-laki lebih melihatnya dari segi ekonomi dan fungsi.

References

Rakhmat, J. (2018). Psikologi Komunikasi (Edisi Revisi) (Revisi Ed.). (R. K. Tjun Surjaman, Ed.) Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Sugiyono, P. D. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta Bandung. Doi: 978:602-289-325-7.

Adis Prita Aulia, M. B. (2025, Februari 04). Persepsi Pernikahan Pada Perempuan Dewasa Muda Sebagai Implikasi Dari Fenomena Fatherless. 14, 173-185. Doi: https://doi.org/10.40159/share.v14i2.60567

Aisyah Febianti, R. A. (2025, Mei 29). Akibat Dan Pengaruh Perceraian Terhadap Perkembangan Psikologis Anak. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Amin. https://ejournal.staialamin.ac.id/index.php/pai/article/view/371/227

Ananda Hulwatun Nisa, H. H. (2023). Persepsi. Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2, 213-226. https://koloni.or.id/index.php/koloni/article/view/568/541

Andi Esti Emalia Astuti, H. N. (2025, April). Resiliensi Sebagai Mekanisme Bertahan Anak Dalam Dinamika Keluarga Yang Tidak Harmonis: Kajian Literatur. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(2), 33-42. Doi: doi.org/10.56842/Jpk

Arini, D. P. (2021, Juli 1). Emerging Adulthood: Pengembangan Teori Erikson Mengenai Teori Psikososial Pada Abad 21. Psyche, 15, 11-20.

Arnett, J. J. (2000, May). Emerging Adulthood: A Theory Of Development From The Late Teens Through The Twenties. American Psychologist, 55(5), 469-480. Doi: 10.1037//0003-066x.55.5.469

Desi, F. A. (2024). Pola Komunikasi Keluarga Dalam Mendorong Keputusan Pernikahan Dini. Ilmu Komunikasi, 2(1), 1-8. https://ejournal.iwu.ac.id/index.php/comojo

Fanie Collardeau, M. E. (2016). Parental Divorce And Attitudes And Feelings Toward Marriage And Divorce In Emerging Adulthood: New Insights From A Multiway-Frequency Analysis. Journal Of European Psychology Students, 7, 24-33. Doi: http://dx.doi.org/10.5334/jeps.341

Fatimaningsih, E. (n.d.). Memahami Fungsi Keluarga Dalam Perlindungan Anak. Jurnal Sosiologi, 17, 77-88.

Feric, M. (2024, February 1). The Relationship Between Family Characteristics And Adolescent Perception Of The Quality Of Family Communication. Adolescents, 4, 75–89. Doi: https://doi.org/10.3390/adolescents4010006

Gabriella Pangkey, C. J. (2023, September 07). Akibat Perceraian Orang Tua Terhadap Kehidupan Serta Kesehatan Mental Anak Di Desa Sawangan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. Jurnal Ilmiah Society, 1-5. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jurnalilmiahsociety/article/view/49689

Habibul Ainija, P. Y. (2023, September 20). Akibat Psikologis Terkait Relasi Individu Dewasa Awal Yang Mengalami Perceraian Orang Tua. Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental, 3, 25-31. Doi: 10.20473/brpkm.v3i1.46965

Hikmah, N. (2019). Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pernikahan Dini Di Desa Muara Wis Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara. 7, 261-272.

Ida Untari, K. P. (2018). Akibat Perceraian Orang Tua Terhadap Kesehatan Psikologis Remaja. 15(2).

Iis Mardiansyah, S. S. (2025, November 26). Beyond Victimhood: Rethinking Communicative Resilience And Child Transformation After Parental Divorce In Indonesia. Doi: 10.3389/Fsoc.2025.1668368

John Leustek, J. A. (2020). Family Communication Patterns That Predict Perceptions Of Upheaval And Psychological Well-Being For Emerging Adult Children Following Late-Life Divorce. Journal Of Family Studie, 26, 169–187. Doi: https://doi.org/10.1080/13229400.2017.1352531

Khaerul Ikhsan, A.-F. E. (2025, Agustus 25). Akibat Perseteruan Orang Tua Terhadap Kesehatan Mental Anak: Perspektif Hadis Nabi. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(3), 685–690. Doi: https://doi.org/10.59837/Jan.V3i4

Klara Smith-Etxeberria, I. C.-M.-V. (2022, August 20). Parental Divorce Process And Post-Divorce Parental Behaviors And Strategies: Examining Emerging Adult Children's Attachment-Related Anxiety And Avoidance. 2-14. Doi: https://doi.org/10.3390/ijerph191610383

Downloads

Published

2026-09-11