PRANATACARA SEBAGAI PENGUATAN EKSISTENSI BUDAYA JAWA DI DESA TUNGGARA
Keywords:
pranatacara, eksistensi budaya, budaya Jawa, Desa Tunggara, pelestarian tradisiAbstract
Desa Tunggara merupakan salah satu desa yang hingga kini masih tergolong kental dalam menjaga adat dan budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pranatacara sebagai salah satu wujud penguatan eksistensi budaya Jawa di Desa Tunggara di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi budaya. Pranatacara, sebagai pengatur jalannya upacara adat yang menggunakan bahasa Jawa krama dengan kaidah estetika tertentu, tidak hanya berfungsi sebagai pemandu acara, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai, bahasa, dan falsafah hidup masyarakat Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap praktik pranatacara dalam berbagai upacara adat di Desa Tunggara. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberadaan pranatacara masih memegang peranan penting dalam menjaga identitas budaya lokal, sebagaimana disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat, Ibu Rukoyah, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap keberlangsungan kegiatan pranatacara di desanya. Meskipun demikian, eksistensi pranatacara tetap menghadapi tantangan berupa menurunnya minat generasi muda, minimnya regenerasi, dan pengaruh budaya populer. Upaya penguatan eksistensi pranatacara dapat dilakukan melalui pelatihan generasi muda, dokumentasi digital, serta kolaborasi antara tokoh adat, pemerintah desa, dan komunitas budayaReferences
Buana, M. P. D., & Amali, M. T. (2025). Komunikasi Komunitas Regas dalam Mempertahankan Eksistensi Sastra Jawa di Yogyakarta. Jurnal Pustaka Komunikasi, 8(1), 132–147.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Yogyakarta. (2026, 14 Juni). Sambung Lidah Budaya Jawa, Pranatacara Dinilai Perlu Regenerasi dan Dukungan Berkelanjutan. https://dprd.jogjakota.go.id/detail/index/49245
Kemala, A. A., Ghozi, A., Murad, T., Hidayatullah, A. S., & Dewi, A. L. (2024). Krisis Penggunaan Bahasa Jawa Krama di Generasi Muda: Studi Kasus pada Mahasiswa Gen Z di Kota Malang. Maliki Interdisciplinary Journal, 2(7), 224–229.
Laila, W. R., & Zakiyah, M. (2023). Eksistensi Perempuan Jawa dalam Ungkapan Pamali di Kabupaten Gresik: Tinjauan Antropolinguistik. Lokabasa: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah serta Pengajarannya, 14(2), 120–133. https://doi.org/10.17509/jlb.v14i1.59446
Pramudya, D. I., Waryanti, E., & Puspitoningrum, E. (2022). Estetika Bahasa Pranatacara dalam Upacara Pernikahan Pengantin Adat Jawa di Kabupaten Kediri. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (SEMDIKJAR), Universitas Nusantara PGRI Kediri, 1732–1740.
Puspaningrum, S. D., Kusuma, A. F. W., Husna, S. S. D., Fitriyani, A., Najwa, S. S., Agritya, L. B., Novalinda, P., & Putri, I. C. M. (2024). Pemertahanan Nilai-nilai Budaya Jawa di Era Meluasnya Budaya Asing saat ini, Studi Kasus pada Gen Z dan Mahasiswa UNNES. Jurnal Kultur, 3(2), 210–220.
Rukoyah. (2026). Wawancara pribadi mengenai kegiatan pranatacara di Desa Tunggara, 1 September 2026.
Rizki, M. F. K., Fawziah, Z. Q., Wiladiyah, A. F., & Sinollah. (2022). Melestarikan Budaya Jawa di Desa Ngawonggo melalui Kegiatan Ngangsu Budaya. Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.33379/tepiswiring.v2i1.1659
Zulaili, I. N., Putra, N. A., & Putri, V. A. (2024). Hegemoni Budaya Musik Bahasa Jawa dan Generasi Z di Era Digital. Prosiding The 2nd ICONITIES (International Conference on Islamic Civilization and Humanities), 392–398.

