KONSTRUKSI SOSIAL DAN REPRODUKSI MAKNA SIMBOLIK RITUAL KERATON KANOMAN

Authors

  • Chairunnisa Sabila Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Author
  • Nisrina Najibah Khalda Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/7k8fay48

Keywords:

Konstruksi sosial; reproduksi makna simbolik; ritual budaya; Keraton Kanoman; sosiologi kebudayaan; identitas budaya

Abstract

Perkembangan globalisasi dan modernisasi membawa perubahan terhadap praktik budaya tradisional serta cara masyarakat memahami nilai dan simbol budaya. Di tengah perubahan tersebut, ritual tradisional masih bertahan sebagai media pelestarian identitas dan pewarisan nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses konstruksi sosial dan reproduksi makna simbolik dalam ritual Keraton Kanoman sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Cirebon. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif melalui penelusuran, seleksi, dan sintesis berbagai sumber akademik yang relevan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi yang membahas ritual budaya, konstruksi sosial, simbolisme budaya, serta tradisi Keraton Kanoman. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan thematic literature review untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan pembentukan makna budaya dan keberlanjutan ritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa ritual Keraton Kanoman merupakan hasil konstruksi sosial yang terbentuk melalui interaksi antara unsur sejarah, agama, dan budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual seperti Panjang Jimat tidak hanya berfungsi sebagai tradisi seremonial, tetapi juga menjadi media reproduksi makna simbolik yang memperkuat identitas kolektif dan kohesi sosial masyarakat. Keberlangsungan ritual dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat, legitimasi budaya, serta kemampuan tradisi beradaptasi dengan perubahan sosial kontemporer. Dengan demikian, ritual Keraton Kanoman menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya mempertahankan bentuk tradisi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem makna yang hidup di dalam masyarakat.

References

Al-mutanaffas, N. S., & Sunarto, M. Z. (2026). Konstruksi Sosial Pernikahan Antar Suku Dalam Masyarakat Muslim Indonesia Analisis Hukum Islam Dan Budaya Lokal. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2), 754–776.

Anriani, T., & Nasution, K. (2024). Adaptasi Mahasiswa Perantau Di Kota Yogyakarta: Perspektif Teori Konstruksi Sosial Peter L.Berger. Huma: Jurnal Sosiologi, 3(2), 168–177.

Dienaputra, R. D., Yuniadi, A., & Yuliawati, S. (2021). Multikulturalisme Kebudayaan Daerah Cirebon. 250–262.

Firmansyah, F., & Fardani, I. (2023). Revitalisasi Kawasan Pasar Kanoman Berbasiskan Budaya Keraton Kanoman Kota Cirebon. 858–867.

Haris, B. (2017). Pinisi, warisan budaya tak benda: Antara simbol, identitas, dan tantangan komersialisasi di era pariwisata. 13–26.

Hasbiyallah, Truna, D. S., & Waluyajati, R. R. S. R. (2025). Harmoni Iman Dan Kearifan Lokal: Telaah Sinkretisme Islam–Jawa Dalam Ritual Panjang Jimat Di Cirebon. Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, 13(2).

Herzani, A. P. (2020). Peran Pemerintah Dalam Menginventarisasi Ekspresi Budaya Tradisional Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(4), 956–977. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no4.2865

Precillia, M. (2021). Kultural Teater Tutur Kenduri Sko : Dari Sakral Ke Profan Dalam Sebuah Kondisi Antara Tradisi Dan Tantangan.

Rosmalia, D., & Dhini Dewiyanti. (2023). THE COLLABORATION BETWEEN SPACE FORM AND ISLAMIC CULTURAL. 7(June), 454–463.

Rosmalia, D., Prasidha, I. N. T., Herzanita, A., & Putri, R. I. (2024). The Sacredness of the Cultural Landscape of the Kanoman Palace , Cirebon. April, 1–6.

Rusydi, I. (2016). Pendidikan Berbasis Budaya Cirebon. Raden Fatah, 20(2), 327–348.

Downloads

Published

2026-06-25