KEGIATAN KONSUMSI KOPI SEBAGAI SIMBOL IDENTITAS SOSIAL MAHASISWA DI KAFE KOPICO, KOPI KENANGAN, DAN STARBUCKS MANADO
DOI:
https://doi.org/10.2238/8wssax66Keywords:
Konsumsi kopi, identitas socialAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena konsumsi kopi yang tidak lagi terbatas pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sosial mahasiswa. Dalam konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memaknai kegiatan konsumsi kopi sebagai simbol dalam pembentukan identitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan sembilan informan mahasiswa di Kafe Kopico, Kopi Kenangan Cabang Bahu, dan Starbucks Cabang Malalayang Kota Manado. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memaknai kegiatan konsumsi kopi secara berbeda sesuai dengan pengalaman dan interaksi yang mereka lakukan di setiap kafe. Kopico lebih dimaknai sebagai ruang untuk membangun relasi sosial, Kopi Kenangan sebagai ruang yang mendukung aktivitas sosial dan akademik, sedangkan Starbucks lebih dimaknai sebagai ruang yang memberikan kenyamanan untuk belajar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa simbol dalam penelitian ini bukan terletak pada kopi maupun nama kafe, melainkan pada makna yang diberikan mahasiswa terhadap kegiatan konsumsi kopi. Makna tersebut kemudian menjadi simbol dalam pembentukan identitas sosial mahasiswa yang tercermin melalui aktivitas, interaksi, karakter, kebiasaan, dan gaya hidup mereka di lingkungan sosial. Dengan demikian, kegiatan konsumsi kopi tidak hanya menjadi aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol dalam pembentukan identitas sosial mahasiswa.References
Abdulsyani. (2012). Sosiologi: Skematika, teori, dan terapan. Bumi Aksara.
Afif, A. (2014). Teori identitas sosial. UII Press.
Anna, A., & Setiawan, R. (2024). Pemisahan identitas sosial akun Instagram mahasiswa Pendidikan Sosiologi Untirta. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7 (1), 65–77. https://doi.org/10.33627/es.v7i1.1962
Arisandi, H. (2015). Buku pintar pemikiran tokoh-tokoh sosiologi dari klasik sampai modern. IRCiSoD.
Astuti, R. F., Rahayu, V. P., Mustangin, M., Dewi, R. R. C., & Rahmaniah, R. (2022). Analisis perilaku konsumsi melalui gaya hidup pada usia remaja. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 6(2), 232–241. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i2.22313
Damsar, & Indrayani. (2018). Pengantar sosiologi ekonomi. Kencana.
Faizin, A., Khusyairi, J. A., & Afdholy, N. (2025). Konstruksi makna budaya ngopi Kopag (Kopi Pagi) masyarakat Kota Malang. [Nama jurnal tidak tercantum], 4(2).
Faojiah, R. S., Rahmah, D. M., Pramulya, R., Novita, E., & Sutrisno, A. (2025). Model dinamik produksi kopi berdasarkan pemenuhan total kebutuhan kopi Indonesia. Jurnal Teknotan, 19(2), 81–92. https://doi.org/10.24198/jt.vol19n2.2
Iqbal, M. F., Handoyo, P., & Harianto, S. (2024). Nongkrong dalam perspektif dramaturgi Erving Goffman. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 13 (1), 1 –12. https://doi.org/10.21831/dimensia.v13i1.65282
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (n.d.). Konsumsi. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/konsumsi
Maulana, A., & Tukino, T. (2023). Analisis kualitas website E-ATB dengan metode WebQual 4.0. Jurnal Desain dan Analisis Teknologi, 2(2), 150–159. https://doi.org/10.58520/jddat.v2i2.33
Martono, N. (2018). Sosiologi perubahan sosial: Perspektif klasik, modern, posmodern, dan poskolonial. Rajawali Pers.
Mudiarta, K. G. (2011). Perspektif dan peran sosiologi ekonomi dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 29 (1), 55 –66. https://doi.org/10.21082/fae.v29n1.2011.55-66
Novi Reza Pramasari, Wildan Wardhani, & Agus Eko Sujianto. (2024). Budaya ngopi: Pola konsumsi konsumen kafe, kedai kopi dan warung kopi di Kabupaten Tulungagung. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 6(6). https://doi.org/10.47467/alkharaj.v6i6.1531
Permatasari, N. I., Pratiwi, M. R., & Muna, N. (2020). Identitas sosial dan hedonisme di laman pribadi selebgram. Channel: Jurnal Komunikasi, 8 (2), 99–108. https://doi.org/10.12928/channel.v8i2.16084
Prayer, A. (2025). Politik identitas dalam pemilu: Studi kasus pemilihan umum di daerah multikultural. Jurnal Sociopolitico, 7 (1), 89 –94. https://doi.org/10.54683/sociopolitico.v7i1.182
Putria, A., Riyanti, R., & Rosidah, S. Y. (2023). Mengenal identitas nasional Indonesia sebagai jati diri bangsa di era 4.0. Advances in Social Humanities Research, 1(4), 220–224. https://doi.org/10.46799/adv.v1i4.22
Rahayu, S. (2024). 'Mas-mas Jawa supremacy': Identitas pria Jawa sebagai kriteria pasangan ideal pada tren media sosial. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 18(3), 2138–2148. https://doi.org/10.35931/aq.v18i3.3372
Ritzer, G. (2018). Teori sosiologi modern (Triwibowo B. S., Trans.; Edisi ke-7). Prenadamedia Group.
Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2019). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.

