PEMBANGUNAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PERSPEKTIF TEORI PEMBANGUNAN ALTERNATIF: STUDI KRITIS TERHADAP PARADIGMA MODERNISASI PADA MASYARAKAT ADAT BADUY DI KABUPATEN LEBAK

Authors

  • Yudho Wiro Usodho Universitas Indraprasta PGRI Author
  • Hendi Irawan Universitas Indraprasta PGRI Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/va3djf49

Keywords:

kearifan lokal, pembangunan alternatif, teori modernisasi, masyarakat adat Baduy, relasi negara dan kekuasaan

Abstract

Paradigma pembangunan yang dominan sejak pertengahan abad kedua puluh sebagian besar bertumpu pada teori modernisasi, yang mengukur kemajuan dari sejauh mana suatu masyarakat bertransformasi dari kondisi tradisional menuju kondisi modern yang berorientasi industri dan pasar. Artikel ini mengkaji secara kritis relevansi paradigma tersebut dalam menjelaskan dinamika pembangunan pada masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sebuah komunitas yang bertahan lintas generasi melalui sistem zonasi wilayah adat dan kepatuhan ketat terhadap pikukuh atau hukum adat leluhur. Dengan menggunakan metode kualitatif berupa studi pustaka dan pendekatan sosiologis, artikel ini membandingkan daya jelas teori modernisasi, teori ketergantungan, teori sistem dunia, dan teori pembangunan alternatif dalam membaca kasus Baduy. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori modernisasi gagal menjelaskan ketahanan kearifan lokal Baduy karena mengasumsikan perubahan sosial berlangsung linear dan memperlakukan tradisi sebagai hambatan yang homogen terhadap kemajuan. Teori ketergantungan dan teori sistem dunia berguna untuk memetakan posisi struktural Baduy dalam relasi kekuasaan negara dan pasar yang lebih luas, terutama tekanan modernisasi tidak langsung yang dialami Baduy Luar melalui pariwisata dan pembangunan infrastruktur regional, namun kurang memberi ruang pada agensi lokal. Teori pembangunan alternatif menawarkan daya jelas paling kuat karena menempatkan masyarakat Baduy sebagai subjek aktif yang mengelola institusi keberlanjutannya sendiri, bukan objek pasif dari intervensi eksternal. Posisi negara terhadap Baduy terbukti bersifat ambivalen, yaitu melindungi kawasan inti adat sekaligus mendorong pembangunan di wilayah sekitarnya yang menimbulkan tekanan kultural secara tidak langsung. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif, dengan melibatkan lembaga adat dalam perencanaan wilayah serta menjaga otonomi budaya lokal di tengah tantangan pembangunan daerah.

References

Aprianti, S., Indriyanti, A. P., Lestari, P. N., & Fatihah, M. N. (2024). Perubahan sosial masyarakat suku Baduy Luar sebagai akibat modernisasi. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1134-1145.

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Frank, A. G. (1967). Capitalism and underdevelopment in Latin America: Historical studies of Chile and Brazil. Monthly Review Press.

Friedmann, J. (1992). Empowerment: The politics of alternative development. Blackwell Publishers.

Jasmine, L. F., Saharuddin, Murdianto, & Abdulkadir, M. (2023). Perilaku masyarakat adat terhadap kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam (Kasus: Masyarakat adat Baduy). Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], 7(2), 249-265. https://doi.org/10.29244/jskpm.v7i2.951

Korten, D. C. (1990). Getting to the 21st century: Voluntary action and the global agenda. Kumarian Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Rostow, W. W. (1960). The stages of economic growth: A non communist manifesto. Cambridge University Press.

Sumarlina, E. S. N., Permana, R. S. M., & Darsa, U. A. (2023). Implementasi komunikasi politik berbasis kearifan lokal masyarakat adat Baduy. Kabuyutan: Jurnal Kajian Ilmu Sosial dan Humaniora Berbasis Kearifan Lokal, 2(1).

Suparmini, Setyawati, S., & Sumunar, D. R. S. (2013). Pelestarian lingkungan masyarakat Baduy berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1), 8-22.

Wallerstein, I. (1974). The modern world system: Capitalist agriculture and the origins of the European world economy in the sixteenth century. Academic Press.

Downloads

Published

2026-07-26