MASA DEPAN SISTEM POLITIK INDONESIA: TANTANGAN DEMOKRASI DI TENGAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

Authors

  • Nizar Aglani Mauludin Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Indonesia Author
  • Achmad Fauzan Kusnaedi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Indonesia Author
  • Regita Melani Putri Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Indonesia Author
  • Aos Kuswandi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/4x6kp069

Keywords:

Sistem Politik Indonesia, Demokrasi Digital, Teknologi Informasi, Cyberpolitics, Partisipasi Politik

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap sistem politik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemanfaatan internet, media sosial, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta berbagai platform telah mengubah partisipasi politik, partisipasi masyarakat, kampanye politik, hingga proses pengambilan kebijakan publik. Di satu sisi, perkembangan teknologi memberikan peluang untuk memperkuat demokrasi melalui peningkatan transparansi pemerintahan, perluasan akses informasi, percepatan pelayanan publik berbasis digital, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi politik, manipulasi opini publik, pelanggaran privasi data, serta ancaman terhadap keamanan siber yang berpotensi melemahkan kualitas demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masa depan sistem politik Indonesia di tengah perkembangan teknologi informasi serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga kualitas demokrasi digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, dan literatur yang relevan mengenai demokrasi digital, cyberpolitics, perkembangan teknologi informasi, dan sistem politik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi tidak hanya mengubah cara masyarakat memperoleh informasi politik, tetapi juga mengubah pola interaksi antara pemerintah, aktor politik, dan warganegara. Digitalisasi telah menciptakan ruang partisipasi politik yang lebih luas, namun tanpa diimbangi literasi digital, regulasi yang adaptif, serta penguatan etika bermedia, perkembangan teknologi justru berpotensi memperbesar konflik sosial dan menurunkan kualitas demokrasi. Oleh karena itu, masa depan sistem politik Indonesia memerlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga penyelenggara pemilu, media, akademisi, serta masyarakat dalam membangun ekosistem demokrasi digital yang transparan, inklusif, aman, dan bertanggung jawab sehingga kemajuan teknologi dapat menjadi instrumen penguatan demokrasi, bukan sebaliknya.

References

Badrun, U. (2018). Ketahanan Nasional Indonesia Bidang Politik Di Era Demokrasi Digital (Tantangan Tahun Politik 2018-2019 dan Antisipasinya). Jurnal Lemhannas RI, 6(1), 21–36. https://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/113

Dan, D., Digital, D., Indonesia, D. I., & Dan, P. (2017). Sardini_2017. Waste Management, 68, XXX. https://doi.org/10.1016/s0956-053x(17)30669-4

Indrawan, J. (2019). 2.5. Cyberpolitics sebagai Perspektif Baru Memahami Politik di Era Siber. Politica, 10(1), 1–15. http://www.ericsson.com/

Mukhsin. (2020). [1]_Admin-2. Teknokom, 3(1), 7–15.

Wiryany, D., Natasha, S., & Kurniawan, R. (2022). Komunikasi Terhadap Perubahan Sistem Komunikasi Indonesia. Jurnal Nomosleca, 8(November),242–252. https://pdfs.semanticscholar.org/6dad/24ab1ed2ba0006f68e14f87bab13c4ef10a6.pdf

Downloads

Published

2026-07-26