MODAL SOSIAL IBU RUMAH TANGGA PETERNAK BABI UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KELUARGA DI LEMBANG BUNTU BATU KECAMATAN TIKALA KABUPATEN TORAJA UTARA

Authors

  • Windry Tonapa Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • Lisbeth Lesawengen Universitas Sam Ratulangi Manado Author
  • John D. Zakarias Universitas Sam Ratulangi Manado Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/btw94d06

Keywords:

Modal Sosial, Ibu Rumah Tangga, Peternak Babi, Ekonomi Keluarga, Peran Ganda

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana modal sosial ibu rumah tangga peternak babi berperan dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Lembang Buntu Batu, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri atas ibu rumah tangga peternak babi, anggota keluarga, dan pemerintah setempat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori modal sosial dari Robert D. Putnam, James S. Coleman, dan Pierre Bourdieu. Putnam menjelaskan bahwa modal sosial terdiri atas kepercayaan (trust), jaringan sosial (social networks), dan norma (social norms) yang mendorong kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Coleman memandang modal sosial sebagai sumber daya yang melekat dalam struktur hubungan sosial sehingga memudahkan individu mencapai tujuan melalui kewajiban, harapan, saluran informasi, serta norma yang berlaku. Sementara itu, Bourdieu melihat modal sosial sebagai akumulasi sumber daya aktual maupun potensial yang diperoleh melalui jaringan hubungan sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan sosial maupun ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan ibu rumah tangga menjalankan peran ganda sebagai pengelola rumah tangga sekaligus peternak babi. Bentuk modal sosial yang ditemukan meliputi kepercayaan, jaringan sosial, serta norma dan nilai gotong royong yang berkembang dalam masyarakat. Kepercayaan mempermudah terjalinnya kerja sama dengan keluarga, tetangga, dan pembeli. Jaringan sosial memberikan akses terhadap informasi, bantuan tenaga, pemasaran hasil ternak, serta dukungan dalam memperoleh bibit dan pakan ternak. Norma dan nilai gotong royong memperkuat solidaritas sosial sehingga ibu rumah tangga mampu mengatasi berbagai keterbatasan dalam menjalankan usaha peternakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki ibu rumah tangga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga, pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modal sosial merupakan sumber daya strategis yang mampu memperkuat pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga di Lembang Buntu Batu, Kecamatan Tikala, Kabupaten Toraja Utara.

References

Afrizal, S., & Lelah, P. (2021). Peran ganda perempuan dalam peningkatan perekonomian keluarga: Studi kasus pada perempuan bekerja di Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 3(1), 53–62.

Alfons, A., dkk. (2025). Peran sosial ekonomi perempuan dalam rumah tangga pedesaan. Jakarta: Prenada Media.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi V). Jakarta: Balai Pustaka.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik pendapatan penduduk perdesaan Indonesia. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik. (2022a). Data kemiskinan dan kesejahteraan rumah tangga Indonesia tahun 2022. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik. (2022b). Profil kemiskinan di wilayah perdesaan dan perkotaan. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik kemiskinan Indonesia. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan. (2023). Kemiskinan dan ketenagakerjaan di Toraja Utara. Makassar: BPS Sulawesi Selatan.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. New York: Greenwood Press.

Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94(Supplement), S95–S120.

Damsar. (2009). Pengantar sosiologi ekonomi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Effendy, O. U. (2004). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Fakih, M. (2013). Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fathy, R. (2019). Modal sosial: Konsep, inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1–17.

Foenay, K., & Koni, I. (2017). Usaha penggemukan ternak babi kelompok ibu-ibu rumah tangga di Matani. Jurnal Pengabdian Masyarakat Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

International Labour Organization. (2020). Trends in Indonesia employment. Geneva: ILO.

International Labour Organization. (2021). Women labour force participation in Indonesia. Geneva: ILO.

Kartono, K. (2011). Psikologi wanita. Bandung: Mandar Maju.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Produksi daging babi nasional dan regional. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.

Kementerian Pertanian RI. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2023). Data populasi ternak babi di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.

Downloads

Published

2026-07-24