PERKEMBANGAN BUZZER DI ERA MEDIA SOSIAL: STUDI TENTANG MEKANISME MANIPULASI OPINI PUBLIK
DOI:
https://doi.org/10.2238/e9t1ng71Keywords:
buzzer, media sosial, opini publik, manipulasi informasi, demokrasi digitalAbstract
Perkembangan media sosial yang pesat di Indonesia telah melahirkan fenomena buzzer sebagai aktor baru dalam ekosistem informasi digital. Aktor ini semula hadir sebagai alat pemasaran produk, namun seiring waktu bergeser menjadi instrumen politik yang digunakan untuk menggiring opini publik melalui berbagai strategi, mulai dari pembuatan narasi dan meme, penggunaan tagar untuk memicu trending topic, hingga sistem terkoordinasi yang melibatkan akun anonim dan otomatis. Kami membuat Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan buzzer di era media sosial serta menganalisis mekanisme yang digunakan dalam memanipulasi opini publik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menelaah literatur akademik nasional maupun internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa buzzer berperan signifikan dalam pembentukan wacana publik lewat konten yang dirancang secara sistematis, sekaligus berkontribusi pada penyebaran disinformasi, polarisasi sosial, dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi media serta demokrasi digital. Artikel ini merekomendasikan penguatan literasi digital masyarakat, transparansi regulasi platform, dan penegakan hukum yang lebih tegas sebagai langkah mitigasi.References
Arianto, B. (2020). Salah kaprah ihwal buzzer: Analisis percakapan warganet di media sosial. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 5(1), 1–20. https://doi.org/10.14710/jiip.v5i1.7287
Faulina, A., Chatra, E., & Sarmiati. (2020). Peran buzzer dan konstruksi pesan viral dalam proses pembentukan opini publik di new media. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 7(1), 1–14. https://doi.org/10.29210/30031390000
Jurnal Sosial-Politika. (2025). Analisis kriminologi terhadap fenomena buzzer di media sosial dan dampaknya terhadap legitimasi media pers. Jurnal Sosial -Politika. https://jsp.fisip-unmul.ac.id/site/index.php/jsp/article/view/109
Juditha, C. (2019). Buzzer di media sosial pada pilkada dan pemilu Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Komunikasi dan Informatika, 3, 199–212.
Miqdad. (2024). Literature review: Buzzer politik dan pengembangan opini di media sosial di Indonesia. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 689–698. https://doi.org/10.52423/neores.v5i2.231
Mustika, R. (2019). Pergeseran peran buzzer ke dunia politik di media sosial. Diakom: Jurnal Media dan Komunikasi, 2(2), 144–151. https://doi.org/10.17933/diakom.v2i2.60
Politeknik Penerbangan Palembang. (2025). Apa itu buzzer? Bagaimana mereka membentuk opini publik di media sosial. https://poltekbangplg.ac.id/apa-itu-buzzer-bagaimana-mereka-membentuk-opini-publik-di-media-sosial/
Ressa, M. (2016). Propaganda war: Weaponising the internet. Rappler.
ResearchGate. (2024). Peran buzzer di media sosial dalam membentuk opini kebijakan publik di masyarakat pada Pemilu 2024. https://www.researchgate.net/publication/383852534
Rizkyah, I. F. (2025). Analisis pembentukan opini oleh buzzer di media sosial menggunakan systematic literature review [Skripsi, UIN Malang]. http://etheses.uin-malang.ac.id/79249/
Schoch, D., Keller, F. B., Stier, S., & Yang, J. (2022). Coordination patterns reveal online political astroturfing across the world. Scientific Reports, 12(1), 4572. https://doi.org/10.1038/s41598-022-08404-9
Sugiono, S. (2020). Fenomena industri buzzer di Indonesia: Sebuah kajian ekonomi politik media. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 47–66. https://doi.org/10.15575/cjik.v4i1.7250
Syarief, F. (2017). Pemanfaatan media sosial dalam proses pembentukan opini publik (analisa wacana Twitter SBY). Jurnal Komunikasi, 3, 2579–329.
Woolley, S. C., & Howard, P. N. (2017). Computational propaganda worldwide: Executive summary (Working Paper No. 2017.11). Project on Computational Propaganda, Oxford Internet Institute.

