PERAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENERAPAN MANAJEMEN TANAMAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA BESUR

Authors

  • Zidni Alfiyan Barik Universitas Negeri Surabaya Author
  • Sarmini Universitas Negeri Surabaya Author
  • Sugiantoro Universitas Negeri Surabaya Author
  • Niswatin Universitas Negeri Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/gayptf88

Keywords:

Balai Penyuluhan Pertanian, Kesejahteraan Petani, Manajemen Tanaman Sehat, Penyuluhan Pertanian, Teori Kelembagaan

Abstract

Penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan dapat menurunkan kualitas lahan, meningkatkan biaya produksi, dan memperlemah keberlanjutan usaha tani. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sekaran dalam penerapan Manajemen Tanaman Sehat (MTS) serta mengkaji kontribusinya terhadap kesejahteraan petani di Desa Besur, Kabupaten Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposif, terdiri atas dua penyuluh BPP, satu ketua kelompok tani, dan dua petani peserta MTS. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPP menjalankan peran pengondisian kelompok tani, penyuluhan dan pembelajaran partisipatif, pendampingan teknis, fasilitasi, monitoring, serta evaluasi. Penerapan MTS mendorong petani melakukan pengamatan agroekosistem, memanfaatkan jerami, agens hayati, pestisida nabati, dan refugia, serta mengurangi penggunaan pestisida kimia. Dampaknya terlihat pada peningkatan hasil panen dari sekitar 7–9 kuintal menjadi sekitar 1 ton per petak menurut pengalaman informan, produksi yang lebih stabil, penurunan biaya pestisida, peningkatan pendapatan bersih, serta meningkatnya pengetahuan, kepercayaan diri, dan kemandirian petani. Dalam perspektif teori kelembagaan W. Richard Scott, ketiga pilar kelembagaan bekerja saling menguatkan, dengan pilar kultural-kognitif menjadi faktor yang paling menjelaskan keberlanjutan praktik MTS di tingkat petani.

References

Aeny, N. T., Wibowo, L., Yasin, N., & Sudarsono, H. (2024). Sosialisasi penerapan PHT dan penanaman refugia dalam budidaya tanaman padi berbasis konservasi. Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 3(2), 113–123.

Arum, N. W. (2021). Partisipasi penyuluh pertanian dalam pengembangan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(11), 1965–1986. https://doi.org/10.36418/jiss.v2i11.454

Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951

Bekti, M. A., Gayatri, S., & Prasetyo, A. S. (2023). Implementasi program Kostratani di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. MAHATANI: Jurnal Agribisnis, 6(1), 32. https://doi.org/10.52434/mja.v6i1.2076

Cahyanto, S., & Wardana, R. (2024). Peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan hama terpadu pada tanaman padi sawah di Desa Sumberrejo, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Agrimas, 3(2), 42–48. https://doi.org/10.25047/agrimas.v3i2.53

Fitriana, N. H. I., & Setiawan, R. F. (2023). Peran penyuluhan pertanian dalam proses adopsi inovasi di Desa Sadang, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Manajemen Agribisnis, 11(2), 81–91. https://doi.org/10.33005/jimaemagri.v11i2.11

Handayani, C. G., & Abadi, A. L. (2023). Persepsi petani terhadap konsep PHT dalam mengendalikan penyakit tanaman padi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan, 11(1), 1–10. https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.1.1

Kusuma, A. C., Fadilah, Z. R., Kamal, R. B., Herida, I. S., Syifaulhaq, A., & Budiasih, B. (2024). Keterkaitan dan kontribusi sektor pertanian di Indonesia: Analisis input-output. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(2), 643–657. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.02.20

Niya, W. O. N., Taufik, Y., & Salahuddin. (2024). Modal sosial penyuluh: Peran kepercayaan dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Kota Kendari. 3(4), 251–258.

Palthe, J. (2016). Regulative, normative, and cognitive elements of organizations: Implications for managing change. Management and Organizational Studies, 1(2), 59. https://doi.org/10.5430/mos.v1n2p59

Ramandani, S., Danial, A., & Herwina, W. (2022). Pemberdayaan kelompok tani padi melalui penyuluhan pertanian. Lifelong Education Journal, 2(2), 94–108. https://doi.org/10.59935/lej.v2i2.113

Riastyadiningrum, H., & Ekawati, I. (2020). Manajemen tanaman sehat budidaya padi untuk meningkatkan produksi dan pendapatan usahatani padi. Jurnal Pertanian Cemara, 17(2), 25–34. https://doi.org/10.24929/fp.v17i2.1145

Rosdiana, S., Dasipah, E., & Sukmawati, D. (2025). Peran penyuluh pertanian lapangan dan kelembagaan kelompok tani terhadap penerapan teknologi dan implikasinya pada keberhasilan usahatani padi. Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan, 1(4), 155–165. https://doi.org/10.38035/jgpp.v1i4.161

Scott, W. R., & Scott, R. W. (2004). Institutional theory: Contributing to a theoretical research program. In K. G. Smith & M. A. Hitt (Eds.), Great Minds in Management: The Process of Theory Development (pp. 460–484). Oxford University Press.

Setiani, S. Y., Pratiwi, T., & Fitrianto, A. R. (2021). Tenaga muda pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia. Cakrawala, 15(2), 95–108. https://doi.org/10.32781/cakrawala.v15i2.386

Sinambela, B. R. (2024). Dampak penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian terhadap lingkungan hidup dan kesehatan. AGROTEK: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 8(1), 76–85. https://doi.org/10.33096/agrotek.v8i1.478

Triwidia, E., Nuraini, I., Boedirochminarni, A., & Firmansyah, M. (2024). Produktivitas padi, indeks harga yang dibayar petani, dan produksi padi terhadap kesejahteraan petani di Indonesia. 8(2), 213–223.

Downloads

Published

2026-07-23