PERAN KELEMBAGAAN DESA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK UNTUK MENDUKUNG SDGs 3 DI DESA JOGOROGO, KECAMATAN JOGOROGO, KABUPATEN NGAWI

Authors

  • Nisrinaa Qurrotu 'Aini Universitas Negeri Surabaya Author
  • Galih Wahyu Pradana Universitas Negeri Surabaya Author
  • Muhammad Farid Ma'ruf Universitas Negeri Surabaya Author
  • Melda Fadiyah Hidayat Universitas Negeri Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/2w1ha602

Keywords:

Kelembagaan Desa, Kesehatan Ibu dan Anak, SDGs 3, Pelayanan Kesehatan

Abstract

Peran kelembagaan desa menjadi faktor penting dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 3, terutama dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi masih menghadapi permasalahan dalam pelayanan kesehatan, antara lain akses layanan yang terbatas, kondisi geografis yang cukup sulit, serta rendahnya partisipasi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan tenaga kesehatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana kelembagaan desa berperan dalam keberhasilan SDGs 3 dengan menggunakan model peran kelembagaan Ostrom yang mencakup koordinasi lintas lembaga, transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan, edukasi kelembagaan dan penguatan kapasitas, serta penguatan kolaborasi dan jaringan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), bidan desa, kader Posyandu, dan masyarakat penerima layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembagaan desa berperan melalui koordinasi antarlembaga, pelaksanaan kegiatan Posyandu, penyuluhan kesehatan, pemanfaatan dana desa di bidang kesehatan, serta kolaborasi dengan kader dan tenaga medis. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih belum berjalan optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia, minimnya fasilitas kesehatan (termasuk belum tersedianya ambulance desa), dan rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar, serta keterlibatan aktif masyarakat diperlukan guna mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan desa dan pencapaian SDGs 3 secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kelembagaan Desa, Kesehatan Ibu dan Anak, SDGs 3, Pelayanan Kesehatan

References

Adejoorin, M. V., Salman, K. K., Adenegan, K. O., Obi-Egbedi, O., Dairo, M. D., & Omotayo, A. O. (2024). Utilization of maternal health facilities and rural women's well-being: Towards the attainment of sustainable development goals. Health Economics Review, 14(1), 20–29. https://doi.org/10.1186/s13561-024-00515-5

Arianny, M. P., & Adisasmito, W. (2024). Collaborative governance in public health policy implementation: A literature review in the Southeast Asia region including Indonesia. Devotion: Journal of Research and Community Service, 5(7), 803–810.

Arieffiani, D., & Ekowanti, M. R. L. (2024). Evaluating local government policy innovations: A case study of Surabaya's efforts in combating stunting and enhancing public health services quality. Jurnal Bina Praja, 16(1), 1–20. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.1-20

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur. (2020). Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs Jawa Timur 2020-2024.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi. (2024). Profil kemiskinan Maret 2024 Kabupaten Ngawi. BPS Ngawi.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. (2024). Angka kematian bayi (AKB) penduduk Jawa Timur menurut kabupaten/kota. jatim.bps.go.id

BKKBN Jawa Timur. (2020). Rencana strategis Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. BKKBN.

Damayanti, N. A., Wulandari, R. D., & Ridlo, I. A. (2023). Maternal health care utilization behavior, local wisdom, and associated factors among women in urban and rural areas, Indonesia. International Journal of Women's Health, 15(1), 665–677. https://doi.org/10.2147/IJWH.S379749

Dewi, L. P. R. S., & Suardana, I. B. R. (2023). Reflections of agile governance in public services in the digital age. Publisia: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 8(1), 84–90.

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. (2023). Penurunan angka kematian ibu, raih penghargaan. kesehatan.ngawikab.go.id

Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Ngawi tahun 2024. kesehatan.ngawikab.go.id

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2024). Profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Dinas Kesehatan.

Ekayanthi, N. W. D., Susilawati, E. H., & Pramanik, N. D. (2022). The impact of Posyandu cadre training on the IYCF-related knowledge, attitudes, and communication skills. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 10(3), 1683–1689. https://doi.org/10.3889/oamjms.2022.10043

Fadilah, N., & Setyawan, B. (2025). Integrasi agenda global dalam arah pembangunan nasional. Journal of Sustainable Development Studies, 11(2). https://journal.bappenas.go.id/sustainable/article/view/12045

Fathani, A. T., Putera, R. E., & Mohamed, N. (2024). The perils of bureaucratic inertia: A steps toward enhancing government management. Jurnal Trias Politika, 8(1), 49–59. https://doi.org/10.33373/jtp.v8i1.5976

Fitriana, S., & Nurhadi, T. (2023). Implementasi prinsip good governance dalam pemerintahan daerah di Indonesia. Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Kebijakan Publik, 10(1), 45–57.

Fuady, A., Anindhita, M., Haniifah, M., Ahsan, A., Sugiharto, A., Haya, M. A. N., Pakasi, T., Kusuma, D., Solikha, D. A., Ali, P. B., & Widyahening, I. S. (2024). Bridging the gap: Financing health promotion and disease prevention in Indonesia. Health Research Policy and Systems, 14(2), 21–30.

Halimatusa'diyah, I. (2020). Does local government proliferation reduce maternal mortality? Evidence from Indonesian sub-national government. Asian Politics and Policy, 12(4), 592–616. https://doi.org/10.1111/aspp.12555

Hilmawan, R., Aprianti, Y., Yudaruddin, R., Anggraini Bintoro, R. F., Suharsono, Fitrianto, Y., & Wahyuningsih, N. (2023). Public sector innovation in local government and its impact on development outcomes: Empirical evidence in Indonesia. Heliyon, 9(12), 20–29. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e22833

Indra, J., & Khoirunurrofik, K. (2022). Understanding the role of village fund and administrative capacity in stunting reduction: Empirical evidence from Indonesia. PLOS ONE, 17(1), 1–18. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0262743

Kartika, A. W., Setyoadi, S., Hayati, Y. S., & Setiowati, C. I. (2024). Roles and challenges of health cadres in handling stunting: A qualitative study. Healthcare in Low-Resource Settings, 12(2), 1–8.

Kemenkes RI. (2024). Laporan tahunan. ppid.pertanian.go.id

Khusherawati, N., Hidayat, M. F., Harmanto, & Fanida, E. H. (2025). Pemberdayaan masyarakat kelompok petani tambak oleh Pemerintah Desa Tambak Kalisogo, Kabupaten Sidoarjo. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah.

Lakioti, E., Pagonis, N., Flegkas, D., Itziou, A., Moustakas, K., & Karayannis, V. (2025). Social factors and policies promoting good health and well-being as a sustainable development goal: Current achievements and future pathways. Sustainability (Switzerland), 17(11), 1–9. https://doi.org/10.3390/su17115063

Lestari, W., & Hidayat, R. (2022). New public management dan penerapan prinsip manajerial dalam sektor publik. Jurnal Reformasi Administrasi, 8(1). https://ejournal.unair.ac.id/reformasiadm/article/view/31220

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Mulyanto, E., Larasati, E., Kismartini, K., Putranti, I., & Suryawati, C. (2021). Collaborative governance: The opportunity in policy advocacy of continuum of care to improving Indonesian women's and children's health. https://doi.org/10.4108/eai.9-10-2020.2304768

Natalia, A. (2024). Paradigma good governance dalam administrasi publik memfasilitasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Jurnal Tapis: Teropong Aspirasi Politik Islam, 18(1), 100–112.

Nurfadillah, A., & Hidayat, M. (2024). Reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan daerah. Deepublish.

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Ngawi Nomor 1 Tahun 2023. (2023). https://peraturan.bpk.go.id/Details/286185/perda-kab-ngawi-no-1-tahun-2023

Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Ngawi Tahun 2021-2026. (2021). https://jdih.ngawikab.go.id/peraturan/view/405

Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2022. (2021).

Pratama, R., & Lestari, D. (2021). Transisi MDGs ke SDGs dan implikasi pembangunan. Global Policy Journal, 9(4). https://ejournal.unas.ac.id/globalpolicy/article/view/2211

Presiden Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Radar Madiun. (2025). Angka stunting di Ngawi turun jadi 11,4 persen, program orang tua asuh dinilai efektif. radarmadiun.jawapos.com

Rahmawati, S., & Idris, M. (2021). Transformasi digital dan dinamika pembangunan global. International Journal of Research Publications, 8(2). https://doi.org/10.31098/ijrp.v8i2.1234

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38685/uu-no-23-tahun-2014

Rinawan, F. R., Susanti, A. I., Amelia, I., Ardisasmita, M. N., Widarti, Dewi, R. K., Ferdian, D., Purnama, W. G., & Purbasari, A. (2021). Understanding mobile application development and implementation for monitoring Posyandu data in Indonesia: A 3-year hybrid action study to build "a bridge" from the community to the national scale. BMC Public Health, 2(1), 10–24.

Rudiyanti, N., & Utomo, B. (2024). Determinan keterlambatan rujukan maternal di Indonesia (Studi ekologi Riskesdas 2018). Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1–20.

Santoso, H., & Wibawa, A. (2023). Agenda 2030 dan peran negara berkembang. International Development Review, 12(2). https://journal.ugm.ac.id/devreview/article/view/77890

Sasmita, P. Y., Restiatun, R., & Yani, A. (2021). Determinan indeks pembangunan berkelanjutan di 34 provinsi Indonesia. Sebatik, 25(2), 399–404. https://doi.org/10.46984/sebatik.v25i2.1378

Septiono, W., Siagian, F. P., Lazuardi, L., Handayani, S., & Prasetyo, S. (2025). Lessons of practices of community-based maternal and child health surveillance system during and post COVID-19 in Indonesia. Global Health Action, 18(1), 254–267. https://doi.org/10.1080/16549716.2025.2547438

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

Suhroh, L., & Pradana, G. W. (2021). Peran Pemerintah Desa Ko'olan dalam penekanan stunting melalui program Gopo (Gojek Posyandu) untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan. Jurnal Publika, 2(1), 2–16.

Suripatty, P. I., & Edyanto, E. (2023). Institutionalizing local government accountability: A case of Nabire, Indonesia. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13(3), 440–453. https://doi.org/10.26618/ojip.v13i3.12862

Suryanto, A., & Prabowo, D. (2021). Birokrasi hierarkis dan karakteristik Old Public Administration di Indonesia. Journal of Government Studies, 5(2). https://journal.unas.ac.id/jgs/article/view/5521

Sustainable Development Goals. (2018). Sustainable development goals. localisesdgs-indonesia.org

Sutopo, A., & Kurniawan, D. (2022). Potensi sumber daya alam dalam pembangunan nasional. Jurnal Administrasi Publik, 14(1). https://ejournal.unair.ac.id/JAP/article/view/25678

Syaifudin, M. Y., & Ma'ruf, M. F. (2022). Peran Pemerintah Desa dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata (Studi di Desa Jurug, Kabupaten Ponorogo). Jurnal Publika.

UN DESA. (2022). The 2030 agenda for sustainable development. social.desa.un.org/2030agenda-sdgs

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. (2014). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38582/uu-no-6-tahun-2014

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. https://sdgs.un.org/2030agenda

United Nations in Indonesia. (2025). Our work on the sustainable development goals in Indonesia. indonesia.un.org/en/sdgs

UNOSD. (2025). Sustainable development goals (SDGs). unosd.un.org/content/sustainable-development-goals-sdgs

Valentina, T. R., & Putera, R. E. (2024). Developing the local political space for inclusive Nagari Pasia Laweh institutions in West Sumatera. Jurnal Wacana Politik, 9(3), 1–9.

Wicaksono, H., & Nugroho, F. (2023). Desain organisasi publik yang adaptif di era desentralisasi. Alfabeta.

Wijayanti, M., & Hakim, S. (2022). SDGs sebagai kerangka peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Journal of Social Development, 6(1). https://journal.unesa.ac.id/sjdevelopment/article/view/33420

World Health Organization. (2022). Health in 2030 agenda for sustainable development. WHO.

World Health Organization. (2025a). Healthy beginnings, hopeful futures: How Indonesia's commitment to maternal and child health is changing lives. who.int

World Health Organization. (2025b). Indonesia commits to improving affordable and equitable eye health services. who.int

Zilda. (2025). Hak konstitusional generasi mendatang atas lingkungan hidup layak: Kajian hukum tata negara terhadap tanggung jawab negara dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(3), 175–186. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i3.5767

Zulkenedi, Z., Frinaldi, A., & Magriasti, L. (2024). Desentralisasi administratif untuk mewujudkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(6), 1224–1237.

Downloads

Published

2026-07-15