DAMPAK PROGRAM DANA DESA TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR SOSIAL MASYARAKAT PEDESAAN DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.2238/72zzrp12Keywords:
Dana Desa, pembangunan desa, perubahan struktur sosial, teori modernisasi, teori ketergantungan, sosiologi pembangunan.Abstract
Program Dana Desa merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah Indonesia yang bertujuan mempercepat pembangunan pedesaan melalui peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Program Dana Desa terhadap perubahan struktur sosial masyarakat pedesaan di Indonesia dengan menggunakan perspektif teori modernisasi dan teori ketergantungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang memanfaatkan berbagai sumber data sekunder, seperti buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan laporan penelitian. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi perubahan sosial yang terjadi sebagai dampak implementasi Program Dana Desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Program Dana Desa memberikan dampak positif berupa peningkatan infrastruktur, akses pelayanan publik, mobilitas sosial, dan aktivitas ekonomi masyarakat desa. Di sisi lain, program ini juga memunculkan berbagai tantangan, seperti meningkatnya kesenjangan sosial, berkurangnya budaya gotong royong, munculnya dominasi elite desa, serta ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah. Perspektif teori modernisasi memandang pembangunan desa sebagai proses menuju masyarakat yang lebih maju dan produktif, sedangkan teori ketergantungan menekankan adanya potensi ketimpangan dan relasi kekuasaan yang tidak seimbang dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, pembangunan desa perlu dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan berkeadilan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa menimbulkan ketimpangan sosial yang baru.References
Aziz, N. L. L. (2016). Otonomi desa dan efektivitas dana desa. Jurnal Penelitian Politik, 13(2), 193–211.
Cardoso, F. H., & Faletto, E. (1979). Dependency and development in Latin America. University of California Press.
Fitriyani, L., Marita, W., & Windia, W. (2018). Determinan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 9(3), 526–539.
Frank, A. G. (1967). Capitalism and underdevelopment in Latin America. Monthly Review Press.
Hatu, R. (2011). Perubahan sosial kultural masyarakat pedesaan. Jurnal Inovasi, 8(4), 1–11.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Buku pintar dana desa. Kementerian Keuangan RI.
Rostow, W. W. (1960). The stages of economic growth: A non-communist manifesto. Cambridge University Press.
Soekanto, S. (2013). Sosiologi suatu pengantar. Rajawali Pers.
Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Refika Aditama.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development. Pearson Education.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Widjaja, H. A. W. (2014). Otonomi desa merupakan otonomi yang asli, bulat, dan utuh. Rajawali Pers.
Wijaya, A. (2020). Dampak dana desa terhadap pembangunan masyarakat pedesaan di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 5(2), 45–56.

