WARISAN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA: PELESTARIAN, TANTANGAN, DAN PELUANG DI ERA GLOBALISASI PADA SDIT AL-MA’WA
DOI:
https://doi.org/10.2238/n8c1rg57Keywords:
Warisan Budaya, Keberagaman Indonesia, Pelestarian Budaya, Globalisasi, Identitas LokalAbstract
Indonesia merupakan negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, memiliki lebih dari 300 kelompok etnis, 700 bahasa daerah, serta ribuan warisan tradisi, seni, dan adat istiadat yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Jurnal ini mengkaji secara komprehensif tentang warisan keberagaman budaya Indonesia, meliputi konsep pelestarian budaya, ancaman globalisasi pada SDIT Al-Ma’wa, serta strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen kebijakan kebudayaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelestarian budaya memerlukan sinergi antara pemerintah, komunitas lokal, akademisi, dan media massa. Era digitalisasi, apabila dimanfaatkan secara bijak, justru dapat menjadi sarana ampuh untuk mendokumentasikan dan mempromosikan warisan budaya Indonesia ke tingkat internasional.References
Appadurai, A. (1996). Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization. University of Minnesota Press.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kebudayaan Indonesia 2023. Jakarta: BPS.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. Anchor Books.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Djatmika, P. (2020). Pelestarian Bahasa Daerah di Era Digital. Jurnal Linguistik Indonesia, 38(2), 145-162.
Dunn, W. N. (2003). Pengantar Analisis Kebijakan Publik (2nd ed.). Gadjah Mada University Press.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2022). Peta Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Jakarta: Kemendikbud.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Lintang, F. L. F., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-nilai sila persatuan Indonesia dalam keberagaman kebudayaan Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1), 79-85.
Lombard, D. (1996). Nusa Jawa: Silang Budaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moertjipto, et al. (2018). Tradisi dan Perubahan: Kebudayaan di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soekanto, S. (2015). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO.
Wahid, A. (2019). Islam, Budaya, dan Kebangsaan. Yogyakarta: LKiS.
Widyosiswoyo, S. (2004). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Yin, R. K. (2014). Case Study Research: Design and Methods (5th ed.). SAGE Publications.
Yudoseputro, W. (2008). Jejak-jejak Tradisi Bahasa Rupa Indonesia Lama. Jakarta: Yayasan Seni Visual Indonesia.

