DAMPAK URBANISASI BAGI PERKEMBANGAN KOTA JAKARTA

Authors

  • Marisa Shofia Universitas Indraprasta PGRI Author
  • Hendi Irawan S.Pd.,M.Kesos Universitas Indraprasta PGRI Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/nz8vfk47

Keywords:

urbanisasi, pembangunan, Jakarta, sosiologi pembangunan, perkembangan kota.

Abstract

Urbanisasi merupakan fenomena perpindahan penduduk dari wilayah perdesaan ke wilayah perkotaan yang terjadi sebagai akibat dari ketimpangan pembangunan, perbedaan kesempatan kerja, serta meningkatnya daya tarik kota sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan pemerintahan. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menjadi salah satu tujuan utama urbanisasi karena menawarkan berbagai peluang kerja, fasilitas publik yang lengkap, serta perkembangan industri dan jasa yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian urbanisasi, karakteristik Kota Jakarta sebagai wilayah metropolitan, serta dampak urbanisasi terhadap perkembangan kota ditinjau dari perspektif sosiologi pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur, buku, jurnal ilmiah, dan teori pembangunan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teori pembangunan Walt Whitman Rostow serta pendekatan teori urbanisasi dari Georg Simmel dan Subculture Theory untuk menjelaskan hubungan antara pembangunan, perubahan sosial, dan dinamika kehidupan masyarakat perkotaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa urbanisasi memberikan dampak positif berupa meningkatnya aktivitas ekonomi, berkembangnya sektor industri dan jasa, meningkatnya pembangunan infrastruktur, serta bertambahnya fasilitas pelayanan publik. Namun demikian, urbanisasi juga menimbulkan berbagai dampak negatif seperti meningkatnya kepadatan penduduk, berkurangnya ruang terbuka hijau, bertambahnya kawasan permukiman kumuh, meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan perkotaan, kemacetan lalu lintas, kriminalitas, serta tekanan terhadap penyediaan pelayanan publik dan lingkungan hidup. Selain itu, urbanisasi juga menyebabkan ketimpangan pembangunan antara desa dan kota karena berkurangnya tenaga kerja produktif di wilayah perdesaan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang lebih merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan sehingga dampak negatif urbanisasi dapat diminimalkan tanpa menghambat proses pembangunan nasional.

References

Ardi, A. (2002). Diktat Untuk Kalangan Sendiri : Sosiologi Perkotaan. Padang: 2002.

Ardiansyah, Adi, Dampak Kemiskinan Kota Terhadap Perumahan dan Pemukiman Di kota-kota Besar di Indonesia (online), 2009, http://file:upi.edu, Diakses 7 Desember 2011.

Andre Gunder Frank. 1967. Capitalism and Underdevelopment in Latin America. New York: Monthly Review Press.

Ahmad Zaini. 2020. “Pembangunan dan Ketimpangan Sosial di Perkotaan.” Jurnal Sosiologi Masyarakat, Vol. 8, No. 2.

Budiyanti, N. Y., Safitri, D., & Sujarwo. (2024). Pengaruh urbanisasi terhadap perubahan kondisi sosial dan ekonomi di Indonesia. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 3(6).

Gmelch George., Watter P Zenner (Editors), Urban Life Reading in urban Antroppology, St. Martin' s Press; New york, 1993.

Muhammad Ali. 2019. “Modernisasi dan Pembangunan Sosial Masyarakat.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol. 5, No. 1.

Sukamdi. (2018). Urbanisasi dan Perubahan Sosial Masyarakat Perkotaan di Indonesia. Jurnal Populasi, 26(1), 35–46.

Prayogi, B. (2024). Dynamism of sustainable urban development: Economic, social, and environmental integration in Jakarta city planning. Arsitekno, 12(1).

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Downloads

Published

2026-07-07