DEKONSTRUKSI NARASI “PEKERJA PEREMPUAN KAUM TERLINDUNGI” : EKSPLOITASI GANDA DAN LOGIKA KAPITALIS DALAM TAYANGAN PEKERJA PEREMPUAN KAMU TERLINDUNGI NAKER EPS. 14

Authors

  • Muthia Amani Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Author
  • Wegi Reja Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Author
  • Rifma Ghulam Dzaljad Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/j20aqb92

Keywords:

Dekonstruksi; Eksploitasi Ganda; Feminis Materialis; Kapitalisme Patriarkal; Pekerja Perempuan; Perlindungan Hukum; Tayangan Naker, Deconstruction; Double Exploitation; Materialist Feminism; Patriarchal Capitalism; Women Workers; Legal Protection; Naker Show

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi narasi "perempuan pekerja terlindungi" dalam Tayangan Naker Episode 14 dengan mengungkapkan logika kapitalis dan eksploitasi ganda yang tersembunyi di balik pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan yang normatif. Dengan menggunakan metode dekonstruksi Jacques Derrida yang diintegrasikan dengan sudut pandang feminisme materialis, studi ini secara kritis menganalisis teks audiovisual berdurasi 39 menit 7 detik yang diposting di saluran YouTube resmi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Analisis ini terfokus pada lima adegan kunci yang menggambarkan hak istirahat haid, cuti melahirkan dan keguguran, fasilitas ruang menyusui, peraturan kerja malam, serta penerapan perlindungan digital. Temuan penelitian menunjukkan adanya kontradiksi internal (aporia) dalam teks media, di mana pemenuhan hak-hak formal berfungsi sebagai mekanisme kontrol terhadap tubuh biologis perempuan demi kepentingan akumulasi kapital. Media secara sistematis menutupi kenyataan kerja domestik yang tidak dibayar yang harus dilakukan perempuan setelah jam kerja formal, sehingga menormalisasi eksploitasi ganda sebagai bagian dari "kodrat" perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi perlindungan yang dibentuk media berfungsi sebagai penutup ideologis yang mengaburkan kerjasama antara kapitalisme dan patriarki dalam mengeksploitasi tenaga kerja perempuan, baik di sektor publik maupun domestik. Implikasi kritis dari penemuan ini menuntut pengakuan terhadap nilai ekonomi dari kerja reproduktif dan redistribusi beban domestik yang adil sebagai syarat mutlak untuk perlindungan nyata pekerja perempuan. This study aims to deconstruct the narrative of "protected working women" in Tayangan Naker Episode 14 by revealing the capitalist logic and double exploitation hidden behind the fulfillment of normative labor rights. Using Jacques Derrida's deconstruction method integrated with a materialist feminist perspective, this study critically analyzes a 39-minute 7-second audiovisual text posted on the official YouTube channel of the Ministry of Manpower of the Republic of Indonesia. This analysis focuses on five key scenes depicting the right to menstrual rest, maternity and miscarriage leave, breastfeeding facilities, night work regulations, and the implementation of digital protection. The research findings indicate an internal contradiction (aporia) in the media text, where the fulfillment of formal rights functions as a mechanism of control over women's biological bodies for the sake of capital accumulation. The media systematically conceals the reality of unpaid domestic work that women must do after formal working hours, thus normalizing double exploitation as part of women's "nature." This study concludes that the narrative of protection created by the media functions as an ideological cover-up that obscures the collaboration between capitalism and patriarchy in exploiting women's labor, both in the public and domestic sectors. The critical implications of these findings demand recognition of the economic value of reproductive work and a fair redistribution of domestic burdens as essential conditions for real protection of women workers.

References

Fahrani, S., Fuad, M., & Setianingsih, D. (2023). Pengaruh lingkungan keluarga, resiliensi dan self efficacy terhadap minat berwirausaha perempuan single parent di kota langsa. 2, 143–154.

Hernawan, A., Isi, P., Hernawan, A., Pertama, T., Publik, M. A., & Gondokusuman, K. (2021). Menyoal Kerja Layak dan Adil dalam Ekonomi Gig di Indonesia.

Nurfajriyah, L., Jamilah, A., & Wibawa, A. A. (2025). Perubahan Pola Komunikasi dalam Keluarga di Era Teknologi Digital. 9, 634–640.

Pratama, G., Setiawati, A., Desain, P., Visual, K., Indonesia, U. P., Putra, U. N., & Bandung, K. (2020). Eksploitasi perempuandalam iklan media massa. 6(2), 1–5.

Rohman, K. (2024). Peran Ganda Ibu Rumah Tangga yang Bekerja: Studi Pada Perempuan Pekerja Harian Di Batik Tulis Jatipelem. IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 3(2), 1–10. https://doi.org/https://doi.org/10.21154/ijougs.v3i2.4836

Septiana, D., Nadifa, M. A., Septiana, P., Kurniawan, H., Almahmud, R., Riyan, M. K., & Saputra, N. G. (2025). JSGA: Journal Studi Gender dan Anak Vol. 12, No. 02, Juli-Desember 2025. 12(02).

Sigiro, A. N. (2021). Perempuan Pekerja di Tengah Krisis dan Perubahan Teknologi. Jurnal Perempuan, 26(1), v–vi.

Sundari, M., Mandasini, N. F., & Nastiti, S. M. (2026). Relasi Kuasa Gender terhadap Beban Ganda Perempuan Pekerja dalam Sistem Kapitalisme Patriarkal. 2(3), 4322–4327.

Downloads

Published

2026-07-04