PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG): KUASA SIMBOLIK NEGARA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF PIERRE BOURDIEU

Authors

  • Kayla Keisya Azzahra, Siti Zahwa Arzakillah, Rifma Ghulam Dzaljad Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/dgdn4c66

Keywords:

Free Nutritious Meal Program, symbolic power, Pierre Bourdieu, social policy, legitimacy.

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Di samping fungsi utamanya sebagai program kesejahteraan sosial, MBG juga dapat dipahami sebagai praktik sosial yang mengandung dimensi simbolik. Artikel ini bertujuan menganalisis Program Makan Bergizi Gratis melalui perspektif Pierre Bourdieu dengan menitikberatkan pada konsep kuasa simbolik, habitus, modal, dan arena sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, serta berbagai literatur yang relevan dengan teori Pierre Bourdieu dan kebijakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen negara dalam membangun legitimasi sosial dan memperoleh modal simbolik di mata publik , sekaligus memberikan implikasi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui distribusi manfaat yang diterima masyarakat, negara memperoleh pengakuan dan kepercayaan yang kemudian memperkuat posisi kekuasaannya. Selain itu, program ini turut membentuk habitus baru terkait pola konsumsi sehat dan persepsi masyarakat terhadap peran negara dalam kesejahteraan sosial. Dengan demikian, MBG dapat dipahami sebagai praktik kuasa simbolik yang bekerja secara halus melalui mekanisme penerimaan sosial dan legitimasi politik.

References

Bourdieu, P. (1983). THE FORMS OF CAPITAL.

Fauzi, A., Abidin, Z., Ramadan, H., Mukarom, Z., Studi, P., Islam, P., Islam, U., & Sunan, N. (2026). Habitus di arena simbolik : dekonstruksi feodalisme dan konversi modal simbolik dalam praktik khidmah santri. 12(1).

Fowler, B. (2020). Pierre Bourdieu on social transformation , with particular reference to political and symbolic revolutions. 439–463.

Hukum, F., & Semarang, U. N. (2024). Kekerasan dan Kuasa Simbolik dalam Hukum : Sebuah Kritik Ideologi atas Legitimasi Cipta Kerja. 7(1), 1–41. https://doi.org/10.22437/ujh.7.1.1-41

Indy Safitri1, Agung Permadi2, M. R. M., & Vieronica Varbi Sununianti4, Istiqomah5, D. A. K. (2026). UANG SEBAGAI SIMBOL KEKUASAAN : ANALISIS PIERRE BOURDIUE. 11, 980–984.

Kiftiyah, A., Palestina, F. A., Abshar, F. U., & Rofiah, K. (2025). Program makan bergizi gratis (MBG) dalam perspektif keadilan sosial dan dinamika sosial–politik. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 5(1), 101–112.

Mulyani, S., & Maifizar, A. (2025). Analisis Implementasi Program Makan Bergizi Gratis 2025: Studi Literatur Dilema Efektivitas dan Kualitas. Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK), 6(2), 134–139.

Yuliani, F., Juniarsih, W., & Prayitno, H. J. (2026). Kebijakan Makan Bergizi Gratis Di Indonesia: Analisis Implementasi, Dampak Terhadap Sumber Daya Manusia, Dan Implikasinya Pada Kebijakan Sistem Pendidikan Nasional. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(02), 212–224.

Saputra, T. (2026, Januari 13). Guru SD di Lampung Ngamuk Dapat MBG Basi, Ada 11 Siswa Diduga Keracunan. detikNews. https://news.detik.com/berita/d-8304750/guru-sd-di-lampung-ngamuk-dapat-mbg-basi-ada-11-siswa-diduga-keracunan

Kompas.id. (2026, Mei 9). 252 Murid SD Diduga Keracunan MBG di Jakarta Timur. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/252-murid-sd-diduga-keracunan-mbg-di-jakarta-timur

Downloads

Published

2026-07-04