INTEGRASI INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DAN OUTCOME PEMBERDAYAAN DALAM EVALUASI PROGRAM KAMPUNG ELOK BATUAH TAHUN 2026 Studi pada Enam Kelompok Penerima Manfaat di Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi

Authors

  • Vilia Nur Arifah Politeknik Negeri Sriwijaya Author
  • Triyas Hidayadin Politeknik Kesejahteraan Sosial Author
  • Irwan Sigit Universitas Diponegoro Author

Keywords:

Indeks Kepuasan Masyarakat, pemberdayaan masyarakat, outcome pemberdayaan, kemandirian, keberlanjutan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan penerima manfaat Program Kampung Elok Batuah serta mengevaluasi outcome pemberdayaan yang dirasakan sebagai pengembangan evaluasi program. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 142 anggota dari enam kelompok penerima manfaat. Pengukuran kepuasan mengadaptasi sembilan unsur Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dengan skala 1–4, sedangkan outcome pemberdayaan dinilai melalui tujuh indikator yang meliputi keterampilan, ekonomi, sosial, lingkungan, kemandirian, jejaring, dan keberlanjutan. Nilai tahun 2025 digunakan sebagai reported baseline dari publikasi terdahulu. Berdasarkan dataset penelitian, nilai rata-rata IKM tahun 2026 mencapai 3,35 dengan nilai konversi 83,72, lebih tinggi dibandingkan reported baseline tahun 2025 sebesar 79,53. Perubahan terbesar secara deskriptif terdapat pada sarana dan prasarana, persyaratan, serta pengelolaan aspirasi dan keluhan. Rata-rata outcome pemberdayaan mencapai 3,31, dengan dimensi lingkungan sebagai nilai tertinggi (3,39) dan jejaring sebagai nilai terendah (3,27). Temuan mengindikasikan pentingnya mempertahankan kualitas proses sekaligus memperkuat jejaring, kemandirian, kontinuitas kegiatan, akses pemasaran, peningkatan kapasitas, dan sarana produktif.

References

Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225

Carroll, A. B. (1991). The pyramid of corporate social responsibility: Toward the moral management of organizational stakeholders. Business Horizons, 34(4), 39–48. https://doi.org/10.1016/0007-6813(91)90005-G

International Organization for Standardization. (2010). ISO 26000:2010 Guidance on social responsibility. International Organization for Standardization.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.

Porter, M. E., & Kramer, M. R. (2006). Strategy and society: The link between competitive advantage and corporate social responsibility. Harvard Business Review, 84(12), 78–92.

Putra, A. N., Desferanza, A., & Sigit, I. (2025). Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Program Kampung Elok Batuah. Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research, 2(4), 4402–4415. https://doi.org/10.32672/mister.v2i4.3746

United Nations Development Programme. (2009). Handbook on planning, monitoring and evaluating for development results. UNDP.

Zimmerman, M. A. (2000). Empowerment theory: Psychological, organizational and community levels of analysis. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds.), Handbook of community psychology (pp. 43–63). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4615-4193-6_2

Downloads

Published

2026-09-02