Abstract
Tradisi literasi Islam di Nusantara merupakan salah satu bentuk perkembangan seni Islam yang mencerminkan proses akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal. Perkembangan aksara Jawi dan Pegon menjadi bukti bahwa masyarakat Nusantara mampu mengadaptasi huruf Arab sesuai dengan kebutuhan bahasa daerah tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seni Islam dalam tradisi literasi Nusantara melalui pendekatan historis dan kultural dengan menelaah perkembangan, fungsi, serta peran aksara Jawi dan Pegon dalam membentuk tradisi literasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, jurnal, serta berbagai sumber pustaka yang relevan mengenai sejarah perkembangan aksara Jawi, Pegon, dan tradisi literasi Islam di Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa aksara Jawi dan Pegon tidak hanya berfungsi sebagai media penulisan, tetapi juga menjadi wujud seni visual yang mendukung penyebaran ajaran Islam, perkembangan sastra, pendidikan, serta pelestarian bahasa daerah. Selain itu, kedua aksara tersebut memperlihatkan adanya proses adaptasi budaya yang menghasilkan tradisi literasi khas Nusantara. Oleh karena itu, pelestarian tradisi literasi Islam perlu terus dilakukan melalui penelitian, dokumentasi, digitalisasi, dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas kebahasaan dan kebudayaan bangsa.References
Al-Faruqi, I. R., & Al-Faruqi, L. L. (1996). The cultural atlas of Islam. Macmillan.
Asy’arie, M. (1999). Filsafat Islam: Sunnah Nabi dalam berpikir. LESFI.
Budhi Munawar Rachman. (2002). Dimensi esoterik dan estetika budaya Islam. In Z. Baidhawy & M. Jinan (Eds.), Agama dan pluralisme budaya lokal. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Esposito, J. L. (Ed.). (1995). Oxford encyclopedia of the Islamic modern world (Vol. 2). Oxford University Press.
Gazalba, S. (1975). Mesjid pusat ibadat dan kebudayaan Islam. Pustaka Antara.
Hadi W.M., A. (n.d.). Wacana seni Islam: Musik, religiusitas dan spiritualitas. ICAS Indonesia.
Hasting, J. (Ed.). (n.d.). Encyclopedia of religion and ethics (Vol. 1). Charles Scribner’s Sons.
Khuli, A. (1961). Manahij al-tajdid fi al-nahwi wa al-balagah wa al-tafsir wa al-adab. Dar al-Ma’rifah.
Majdi, W., & Muhandis, K. (1973). Mu‘jam al-mustalahat al-‘arabiyyah fi al-lughah wa al-adab (3rd ed.). Maktabah Lubnan.
Masmedia Pinem. (2012). Ekspresi seni dalam Islam: Kajian atas pemikiran Ismail Raji al-Faruqi.
Muhammad Muqim. (Ed.). (1994). Research methodology in Islamic perspective. Genuine Publication & Media Pvt. Ltd.
Nazir, M. (1988). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
Qutb, S. (1992). Fi zilal al-Qur’an. Dar al-Suruq.
Ridwan, K. (Ed.). (1995). Ensiklopedi Islam (Vol. 1). Ichtiar Baru Van Hoeve.
Sadono, S., Nugraha, N. D., & Trihanondo, D. (2026). Revitalisasi literasi Pegon di Pondok Pesantren: Studi kasus di Pondok Pesantren Al-Huda, Bandung. Imajinasi: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi.
Salad, H. (2000). Agama, seni: Refleksi teologis dalam ruang estetik. Yayasan Semesta.
Shafiq, M. (2000). Mendidik generasi baru Islam: Ide dasar, karya, dan obsesi al-Faruqi. Pustaka Pelajar.
Suharsimi Arikunto. (1991). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Melton Putra.
Taqiyyah, N. E., & Mawaddah, S. (2025). Sejarah penulisan aksara Arab Melayu dalam tradisi tulis dan budaya lokal. Bayt Al Hikmah: Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat Islam.
The Liang Gie. (1976). Garis besar estetika: Filsafat keindahan. Penerbit Karya.
Yahya, A. (2000). Unsur-unsur zoomorfik dalam seni rupa Islam. Al-Jami’ah, 65(VI).