MEMBACA ULANG SURAH Al-MA’UN DALAM PERSPEKTIF TAFSIR KONTEMPORER: KRITIK TERHADAP KEMISKINAN DIGITAL DI INDONESIA
PDF

Keywords

Kata Kunci: Surah Al-Ma'un
tafsir kontemporer
kemiskinan digital
eksklusi digital
keadilan sosial
inklusi digital

How to Cite

MEMBACA ULANG SURAH Al-MA’UN DALAM PERSPEKTIF TAFSIR KONTEMPORER: KRITIK TERHADAP KEMISKINAN DIGITAL DI INDONESIA. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 19(2). https://doi.org/10.2238/nxq02c37

Abstract

Kemiskinan digital merupakan salah satu bentuk ketimpangan sosial kontemporer yang muncul seiring berkembangnya transformasi digital di berbagai sektor kehidupan. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan akses terhadap teknologi dan internet, tetapi juga mencakup rendahnya literasi digital serta ketidakmampuan masyarakat memanfaatkan berbagai layanan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk membaca ulang Surah Al-Ma'un dalam perspektif tafsir kontemporer sebagai kerangka kritik terhadap kemiskinan digital di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan analisis interpretatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, kitab tafsir kontemporer, artikel ilmiah, dan berbagai laporan mengenai kondisi kesenjangan digital di Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, kemiskinan digital merupakan bentuk baru marginalisasi sosial yang membatasi akses masyarakat terhadap pendidikan, informasi, layanan publik, dan peluang ekonomi. Kedua, eksklusi digital dapat dipahami sebagai manifestasi pengabaian terhadap kelompok rentan yang dikritik dalam Surah Al-Ma'un. Ketiga, nilai solidaritas sosial yang terkandung dalam Surah Al-Ma'un memiliki relevansi sebagai landasan etis dalam mewujudkan inklusi digital yang berkeadilan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian tafsir sosial Al-Qur'an dengan menghubungkan pesan-pesan keagamaan terhadap persoalan digital kontemporer. Temuan penelitian juga menegaskan pentingnya kebijakan digital yang inklusif, pemerataan akses teknologi, dan peningkatan literasi digital untuk mengurangi ketimpangan sosial di era digital.
DOI: https://doi.org/10.2238/nxq02c37
PDF

References

References

Choczyńska, A. (2024). Intersectional digital inequality in Indonesia. Insights into Regional Development, 6(3), 11-22. https://doi.org/10.70132/a2853658265

Heeks, R. (2021). From digital divide to digital justice in the Global South: Conceptualising adverse digital incorporation. Information Technologies & International Development, 17, 1-17.

Irawan, A., Yendra, Y., Sutisna, E., Marihi, L., Mardatillah, M., & Soelistya, D. (2024). Digital inequality and digital entrepreneurship in Indonesia. Jurnal Aplikasi Manajemen, 22(1), 195-208. https://doi.org/10.21776/ub.jam.2024.022.01.15

Laksono, S. P. (2026). Digital inequality and its impact on access to social welfare among marginalized communities in Indonesia. Journal of Social Welfare Studies, 8(2), 45-61.

Muallidin, I. (2026). Algorithmic governance and the new face of exclusion: A digital structural violence framework for critiquing techno-solutionist social policies. Telecommunications Policy, 50(6), 103225. https://doi.org/10.1016/j.telpol.2026.103225

Nababan, H. (2024). Digital health divide in Indonesia: Evidence from national-level data. European Journal of Public Health, 34(Supplement_3), ckae144.426. https://doi.org/10.1093/eurpub/ckae144.426

Sakti, P. (2022). Analisis kemiskinan digital Indonesia di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 9(1), 113-122. https://doi.org/10.25126/jtiik.2022915021

J. W. Creswell and C. N. Poth, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 5th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2024.

M. Q. Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati, 2021.

S. K. Singh, “Quality Criteria in Qualitative Research: Credibility, Transferability, Dependability, and Confirmability,” Journal of Emerging Technologies and Innovative Research, vol. 8, no. 7, pp. 523-531, 2021.

L. Moon, J. Brewer, and C. Januchowski-Hartley, “A Guideline to Improve Qualitative Social Science Publishing in Ecology and Conservation Journals,” Ecology and Society, vol. 26, no. 3, pp. 17-28, 2021.

M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook, 4th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2020.

V. Braun and V. Clarke, Thematic Analysis: A Practical Guide. London: Sage Publications, 2022.

A. Byrne, “A Worked Example of Braun and Clarke's Approach to Reflexive Thematic Analysis,” Quality & Quantity, vol. 56, no. 3, pp. 1391-1412, 2022.

Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic Analysis: A Practical Guide. London: Sage Publications.

Heeks, R. (2021). From digital divide to digital justice in the Global South: Conceptualising adverse digital incorporation. Information Technologies & International Development, 17, 1-17.

Irawan, A., Yendra, Y., Sutisna, E., Marihi, L., Mardatillah, M., & Soelistya, D. (2024). Digital inequality and digital entrepreneurship in Indonesia. Jurnal Aplikasi Manajemen, 22(1), 195-208. https://doi.org/10.21776/ub.jam.2024.022.01.15

Laksono, S. P. (2026). Digital inequality and its impact on access to social welfare among marginalized communities in Indonesia. Journal of Social Welfare Studies, 8(2), 45-61.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Muallidin, I. (2026). Algorithmic governance and the new face of exclusion: A digital structural violence framework for critiquing techno-solutionist social policies. Telecommunications Policy, 50(6), 103225. https://doi.org/10.1016/j.telpol.2026.103225

Nababan, H. (2024). Digital health divide in Indonesia: Evidence from national-level data. European Journal of Public Health, 34(Suppl. 3), ckae144.426. https://doi.org/10.1093/eurpub/ckae144.426

Sakti, P. (2022). Analisis kemiskinan digital Indonesia di era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 9(1), 113-122. https://doi.org/10.25126/jtiik.2022915021

Shihab, M. Q. (2021). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.

Tilome, Z. B. H., & Nurrohim, A. (2025). Thematic Qur'anic Exegesis on the Essence of Allah: A Comparative Study of Ahl al-Sunnah wa al-Jama'ah, the Ash'ari School, and the Maturidi School. Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 644-650.

Al Ghoni, B., Azizah, A., Nurrohim, A., Dahliana, Y., & Nirwana, A. (2024). Comparative Study of the Criteria of ‘Ibadurrahman Tafsir Ibn Katsir and Tafsir Al-Misbah. Jurnal Asy-Syukriyyah, 25(2), 227-243.

Sukmaningtyas, A. N. I., Nurrohim, A., Amatullah, A., Az-Zahra, F. S., Jundy, A. M., Lovely, T., & Haqq, M. S. (2024). Etika komunikasi Al-Qur’an dan relevansinya dengan komunikasi di zaman modern. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 4(2), 556-576.

Nurrohim, A., Setiawan, A. H., & Sweta, A. A. (2024). The concept of islamic moderation in indonesia: a comparative study in tafsir an-nur and tafsir of the ministry of religious affairs (mora). Int. J. Relig, 3538(10), 2110-2125.

Nurrohim, A., & Sidik, I. N. (2020). Ḥikmah Dalam Al-Qur’an: Studi Tematik terhadap Tafsir Al-Mizān. Profetika: Jurnal Studi Islam, 20(2), 179-189.