Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Intervensi Masalah Kesehatan di Lingkungan Cikadu Kelurahan Karangpanimbal Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Tahun 2026

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Kota Banjar. Pada kegiatan community diagnosis di Lingkungan Cikadu, ditemukan 259 kasus dari 10 masalah kesehatan terbanyak pada 172 responden, dengan ISPA sebanyak 36 kasus (13,9%). Community Diagnosis ini bertujuan menyusun dan melaksanakan intervensi terhadap masalah ISPA di Lingkungan Cikadu, khususnya pada pekerja tobong bata yang berisiko terpapar debu dan asap pembakaran. Penentuan prioritas masalah menggunakan metode Hanlon kuantitatif, dan ISPA menjadi prioritas pertama dengan Nilai Prioritas Total (NPT) 104. Determinan masalah dianalisis dengan fishbone diagram berdasarkan teori H.L. Blum. Strategi intervensi dirumuskan melalui analisis SWOT kuantitatif, dan hasilnya berada pada Kuadran II (kekuatan –ancaman). Berdasarkan analisis tersebut, disusun program TANGKAL ISPA (Tanggap Ancaman, Jaga Kesehatan, Lindungi Pernapasan dari ISPA) yang meliputi pembentukan tim pemantau penggunaan alat pelindung diri (APD), penyuluhan ISPA dan demonstrasi penggunaan APD, serta pembagian booklet edukasi, lembar ceklis pemantauan, dan masker. Program dilengkapi dengan roadmap, Plan of Action (POA), dan pemetaan stakeholder. Program diluncurkan melalui edukasi kesehatan, penyebaran media promosi kesehatan, dan penyerahan booklet serta masker kepada kader Pos UKK untuk menjaga keberlanjutan program. Evaluasi pelaksanaan menunjukkan perlunya perbaikan pada ketepatan waktu kegiatan serta kesesuaian ukuran tulisan dan jenis soal pre-test dan post-test dengan karakteristik peserta. Disarankan agar kader Pos UKK, puskesmas, dan kelurahan melakukan edukasi dan pemantauan secara berkala, serta agar pekerja menggunakan APD yang sesuai saat bekerja.

Keywords

ISPA, pekerja tobong bata, alat pelindung diri, intervensi kesehatan, TANGKAL ISPA

PDF

References

  1. Agustina, T. G., & Rahmawati, F. (2024). Profil penggunaan antibiotik pada pasien dewasa dengan diagnosis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) non pneumonia pada faskes tingkat satu. Prosiding Seminar Nasional COSMIC Ke-2 Kedokteran Komunitas, 2(1), 28–32.
  2. Akbar, F. Y., Setiani, O., & Darundiati, Y. H. (2024). Analisis pajanan debu dengan gejala gangguan pernafasan pada pekerja industri bata: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 7(1), 101–109. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i1.4633
  3. Anderson, E. T., & McFarlane, J. (2019). Community as partner: Theory and practice in nursing (8th ed.). Wolters Kluwer.
  4. Atikah, N., Maifrizal, Masri, & BEM. (2026). Inovasi 'Pojok ISPA' dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan akut berbasis rumah tangga pasca bencana banjir. JURAGAN, 3(1), 150–157.
  5. Barus, E. B. B., Sitanggang, H. D., & Fitri, A. (2025). Hubungan pemberian ASI dengan kejadian ISPA pada anak usia 6–23 bulan di Indonesia. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 5715–5726. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.44234
  6. Blum, H. L. (1974). Planning for health: Development and application of social change theory. Human Sciences Press.

Similar Articles

161-170 of 465

You may also start an advanced similarity search for this article.