Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Asuhan Keperawatan Keluarga pada Ny. S dengan Diabetes Melitus dan Hipertensi melalui Penerapan Kombinasi Walking Exercise dan Relaksasi Autogenik di Wilayah Kerja Pustu Plamongan Sari, Semarang

Abstract

Diabetes melitus (DM) dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering ditemukan bersamaan pada lansia, dan dukungan keluarga sangat memengaruhi keberhasilan pengendaliannya. Walking exercise dan relaksasi autogenik adalah intervensi keperawatan komplementer yang selama ini diteliti secara terpisah untuk mengendalikan kadar glukosa dan tekanan darah. Tujuan karya ilmiah ini adalah mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga pada Ny. S dengan DM dan hipertensi di wilayah kerja Pustu Plamongan Sari melalui penerapan kombinasi walking exercise dan relaksasi autogenik. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada satu keluarga tahap perkembangan VIII (keluarga usia lanjut) selama enam kali pertemuan, 1 sampai 18 Oktober 2026. Hasil pengkajian menunjukkan perempuan usia 64 tahun dengan keluhan pusing, sering haus, sering buang air kecil pada malam hari, dan kesemutan pada tangan, disertai obesitas (indeks massa tubuh 32,14 kg/m²) dan gula darah sewaktu (GDS) 512 mg/dL saat skrining. Ditegakkan dua diagnosis keperawatan keluarga berdasarkan SDKI, yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah dan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, dengan intervensi dan luaran mengacu pada SIKI dan SLKI. GDS yang diukur setelah latihan adalah 337, 370, dan 345 mg/dL pada pertemuan keempat, kelima, dan keenam (turun 167 mg/dL dari GDS skrining, tetapi masih di atas target). Tekanan darah turun dari 146/92 menjadi 130/80 mmHg, keluhan pusing, haus, dan sering BAK malam hari berkurang, skor pengetahuan naik dari 30 menjadi 80, dan tingkat kemandirian keluarga meningkat dari tingkat II ke tingkat III. Kesimpulannya, kombinasi walking exercise dan relaksasi autogenik dapat dilaksanakan dalam setting keluarga dan diikuti perbaikan klinis. Karena studi ini hanya melibatkan satu kasus tanpa kelompok kontrol dan klien juga memperoleh terapi medis, perubahan yang terjadi tidak dapat diatribusikan pada intervensi saja.

Keywords

Asuhan keperawatan keluarga, Diabetes melitus, Hipertensi, Walking exercise, Relaksasi autogenik

PDF

References

  1. Al-Fanshuri, M., & Tharida, M. (2023). Pengaruh relaksasi autogenik dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II di Desa Kajhu. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(1), 438. https://doi.org/10.33143/jhtm.v9i1.2836
  2. Aprilani, S., & Warsono, W. (2023). Terapi relaksasi autogenik dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ners Muda, 4(2), 161. https://doi.org/10.26714/nm.v4i2.10552
  3. Ardiansyah, F., Harison, N., Shinta, S., Amita, D., & Hayani, A. (2023). Pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 3(9), 3002–3011. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i9.11340
  4. Asfaw, M. S., & Dagne, W. K. (2022). Physical activity can improve diabetes patients' glucose control; A systematic review and meta-analysis. Heliyon, 8(12), e12267. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e12267
  5. Astuti, S. R., Sani, F. N., & Utomo, E. K. (2025). Penerapan relaksasi autogenik terhadap kadar glukosa pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Indriati Solobaru. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 13095–13101. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/48072
  6. Brigita, M. L., & Wulansari, S. (2022). Pengaruh relaksasi autogenik terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSU Kab Tangerang. Jurnal Kesehatan, 11(2), 175–179. https://doi.org/10.37048/kesehatan.v11i2.452
  7. Dhali, B., Chatterjee, S., Das, S. S., & D Cruz, M. (2023). Effect of yoga and walking on glycemic control for the management of type 2 diabetes: A systematic review and meta-analysis. Journal of the ASEAN Federation of Endocrine Societies, 38(2), 113–122. https://doi.org/10.15605/jafes.038.02.20
  8. Fitri, N., Dewi, Y. S., Suarilah, I., Efendi, C., & Yazid, S. A. (2024). Effectiveness of walking exercise on HbA1c and BMI of diabetes mellitus type 2: A systematic review. Nurse and Health: Jurnal Keperawatan, 13(2), 394–408. https://doi.org/10.36720/nhjk.v13i2.672
  9. Gao, S., Tang, J., Yi, G., Li, Z., Chen, Z., Yu, L., Zheng, F., Hu, Y., & Tang, Z. (2021). The therapeutic effects of mild to moderate intensity aerobic exercise on glycemic control in patients with type 2 diabetes mellitus: A meta-analysis of randomized trials. Diabetes Therapy, 12(10), 2767–2781. https://doi.org/10.1007/s13300-021-01149-0
  10. Ilham, R., Biahimo, N. U. I., Latief, A. F., Paneo, I., & Rama, Z. (2024). The relationship between family independence and hypertension treatment in the elderly. Jambura Nursing Journal, 6(1), 105–119. https://doi.org/10.37311/jnj.v6i1.22932
  11. Ingrosso, D. M. F., Primavera, M., Samvelyan, S., Tagi, V. M., & Chiarelli, F. (2023). Stress and diabetes mellitus: Pathogenetic mechanisms and clinical outcome. Hormone Research in Paediatrics, 96(1), 34–43.
  12. International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). International Diabetes Federation.
  13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Kementerian Kesehatan RI.
  14. Khotimah, A. H., Yani, D. I., & Sumarni, N. (2023). Pengaruh asuhan keperawatan keluarga dengan model Orem terhadap self-care pada pasien hipertensi dan diabetes: Case report. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 2758–2767. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1158
  15. Mulya, A. P., Restuti, S., & Kosassy, S. M. (2026). Pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah hipertensi: Case study. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 8(1), 33–42. https://doi.org/10.37287/jppp.v8i1.1067
  16. Naibaho, R. M., & Arianti, W. D. (2025). Autogenic relaxation is effective in reducing blood pressure in elderly people who experience hypertension. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(2), 417–428. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i2.5492
  17. Ningrum, R. A. A. M. C., Uswatun, H., & Ludiana. (2021). Penerapan relaksasi autogenik terhadap glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Jurnal Cendikia Muda, 1(4), 549–553.
  18. Ogurtsova, K., Guariguata, L., Barengo, N. C., Ruiz, P. L.-D., Sacre, J. W., Karuranga, S., Sun, H., Boyko, E. J., & Magliano, D. J. (2022). IDF Diabetes Atlas: Global estimates of undiagnosed diabetes in adults for 2021. Diabetes Research and Clinical Practice, 183, 109118. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2021.109118
  19. PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia 2021. PB PERKENI.
  20. Shah, S. Z. A., Karam, J. A., Zeb, A., Ullah, R., Shah, A., Haq, I. U., Ali, I., Darain, H., & Chen, H. (2021). Movement is improvement: The therapeutic effects of exercise and general physical activity on glycemic control in patients with type 2 diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Diabetes Therapy, 12(3), 707–732. https://doi.org/10.1007/s13300-021-01005-1

Similar Articles

1-10 of 207

You may also start an advanced similarity search for this article.