Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENATALAKSANAAN HOLISTIK PASIEN LAKI-LAKI USIA 38 TAHUN, DENGAN ASMA BRONKIAL, HIPERTENSI DERAJAT I, DAN OBESITAS DERAJAT II MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA : STUDI KASUS

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai dengan obstruksi jalan napas yang bersifat reversibel dan hiperresponsivitas bronkus. Penyakit ini sering dipengaruhi oleh faktor lingkungan, gaya hidup, dan kondisi komorbid seperti hipertensi dan obesitas. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, sementara obesitas berkontribusi terhadap peningkatan resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, dan gangguan fungsi endotel. Pendekatan kedokteran keluarga diperlukan untuk menangani pasien secara komprehensif melalui aspek biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan. Mengidentifikasi faktor risiko internal dan eksternal serta menerapkan penatalaksanaan pasien dengan pendekatan kedokteran keluarga secara komprehensif dan berkesinambungan. Penelitian ini merupakan laporan kasus. Data diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah, serta penelusuran data rekam medis pasien di Puskesmas Natar. Penilaian dilakukan melalui diagnosis holistik awal, intervensi, dan evaluasi akhir dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pasien Tn. IAN, laki-laki usia 38 tahun, datang dengan keluhan sesak napas hilang timbul sejak tiga tahun terakhir yang sering muncul saat pergantian musim dan malam hari, disertai wheezing dan batuk berdahak. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 146/98 mmHg, frekuensi napas meningkat, serta wheezing pada ekspirasi. Pasien memiliki indeks massa tubuh yang menunjukkan obesitas. Faktor risiko yang ditemukan antara lain riwayat merokok, paparan lingkungan lembap, aktivitas fisik yang kurang, serta riwayat keluarga dengan hipertensi. Intervensi dilakukan secara holistik meliputi terapi farmakologis untuk asma dan hipertensi, edukasi perubahan gaya hidup, pengendalian berat badan, penghentian merokok, serta edukasi keluarga mengenai pencegahan faktor pencetus. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman pasien dan keluarga mengenai penyakit serta perubahan perilaku kesehatan yang lebih baik. Pendekatan kedokteran keluarga yang bersifat holistik dan berkesinambungan dapat meningkatkan pemahaman pasien, kepatuhan terhadap terapi, serta membantu pengendalian gejala pada pasien dengan asma bronkial yang disertai hipertensi dan obesitas.

Keywords

Asma Bronkial, Hipertensi, Obesitas, Kedokteran Keluarga

PDF

References

  1. 1. Fitzpatrick S, Joks R, Silverberg JI. Obesity and asthma severity and outcomes. Respir Med. 2023.
  2. 2. Global Initiative for Asthma. Global Strategy for Asthma Management and Prevention 2024 Update. Fontana: Global Initiative for Asthma; 2024.
  3. 3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengendalian Penyakit Asma di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.
  4. 4. Kreutz R, Brunström M, Burnier M, et al. 2024 European Society of Hypertension Clinical Practice Guidelines for the Management of Arterial Hypertension. Eur J Intern Med. 2024.
  5. 5. Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI). Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi di Indonesia. Jakarta: PERHI; 2019.
  6. 6. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma di Indonesia. Jakarta: PDPI; 2021.
  7. 7. Wharton S, Lau DCW, Vallis M, et al. Obesity in adults: a clinical practice guideline. CMAJ. 2020;192(31):E875–E891.
  8. 8. World Health Organization. Guideline for the Pharmacological Treatment of Hypertension in Adults. Geneva: World Health Organization; 2021.
  9. 9. World Health Organization. Obesity and Overweight: Global Health Observatory Report. Geneva: WHO; 2022.

Similar Articles

51-60 of 130

You may also start an advanced similarity search for this article.