Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN JIWA DENGAN PENGARUH PROGRESIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP PENURUNAN PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Abstract

Ancaman perilaku kekerasan masih menjadi salah satu masalah utama dalam perawatan pasien gangguan jiwa, menurut data WHO pada tahun 2021 prevalensi skizofrenia sebesar 24 juta orang. Salah satu bentuk gejala dalam kategori positif terbanyak yakni, dengan masalah Risiko Perilaku Kekerasan (RPK) sebagai bentuk gejala yang paling menonjol. RPK sering terjadi pada pasien skizofrenia dan berpotensi membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi non-farmakologis yang efektif untuk mengendalikan kondisi tersebut. Salah satunya adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR), yaitu teknik relaksasi otot yang dilakukan melalui tahapan menegangkan dan melemaskan otot hingga tercapai keadaan rileks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PMR terhadap penurunan perilaku kekerasan pada Tn.T dengan masalah resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-Eksperimen dengan pendekatan purposive sampling yang dilakukan selama 7 hari. Hasil penelitian memperlihatkan adanya penurunan skor RPK pada Tn.T setelah diberikan PMR secara teratur dengan skor awal 174 dan skor akhir 145. Progressive muscle relaxation (PMR) terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan (RPK) pada Tn.T. Hasilnya tampak dari penurunan skor RPK setelah intervensi, ditandai dengan berkurangnya gejala emosional seperti mudah marah, berbicara dengan nada tinggi, serta dorongan melakukan tindakan agresif. Dengan demikian, PMR dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi non-farmakologis yang efektif dalam praktik keperawatan jiwa untuk membantu mengendalikan perilaku kekerasan.

Keywords

Progressive Muscle Relaxation, Risiko Perilaku Kekerasan, Skizofrenia

PDF

References

  1. Amanda, S., Rejeki, S., & Susilawati, D. (2019). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kualitas Tidur Pada Perempuan Menopause. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 8(2), 133. https://doi.org/10.31596/jcu.v8i2.412
  2. Amanda, Y., Maharani, N. F., Sari, V. N., Rianti, S. A., & Siregar, A. N. (2024). Strategi Bimbingan Spritual Dalam Menanggulangi Kecemasan Dan Depresi Bagi Pasien Orang Dalam Gangguan Jiwa. 3(4), 1–23.
  3. Ariantini, N. S., Solehah, E. L., & Saputra, I. K. D. A. (2024). Penyuluhan Kesehatan Mental Di Kalangan Remaja Di SMP Negeri 1 Banjar Buleleng. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 22–28. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v3i2.1067
  4. Ginting, A., Ginting, F. S. H. br., & Siregar, D. S. A. (2024). Karakteristik Penderita Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Prof.DR.M. Riset Ilmu Kesehatan Umum, 2(1), 1–21. https://jurnal.stikeskesosi.ac.id/index.php/JRIKUF/article/download/68/96
  5. Nuraeni, N., Maulana, I., & Hidayati, N. O. (2024). Studi Kasus: Manajemen Marah Dan Teknik Relaksasi Klien Skizofrenia Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan, 4(1), 133–143.
  6. Pardede, J. A., Simanjuntak, G. V., & Laia, R. (2020). Gejala Risiko Perilaku Kekerasan Menurun Setelah Diberikan Prgressive Muscle Relaxation Therapy Pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2), 91–100.

Similar Articles

51-60 of 179

You may also start an advanced similarity search for this article.