Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

CASE REPORT INTERVENSI PREEKLAMSIA PADA IBU NIFAS DENGAN FAKTOR RESIKO OBESITAS DI PUSKESMAS SUGIHWARAS KABUPATEN BOJONEGORO

Abstract

Preeklamsia adalah hipertensi pada masa kehamilan atau pasca persalinan dengan tekanan darah >140/90 mmHg dan proteinuria positif. Pada ibu nifas dengan preeklamsia dapat terjadi komplikasi eklamsia atau kejang. Salah satu faktor risiko terjadinya preeklamsia adalah riwayat hipertensi sebelumnya dan obesitas. Dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan tahun 2023 kejadian preeklamsia di Indonesia diperkirakan sebesar (3,4%-8,5%). Profil Kesehatan Bojonegoro 2024 mencatat Puskesmas Sugihwaras peringkat ke-4 kasus preeklamsia. Data LB3 KIA menunjukkan peningkatan ibu nifas dengan preeklamsia, mencapai 35 orang (12,9%) pada 2024. Mendeskripsikan Case Report intervensi preeklamsia pada ibu nifas dengan obesitas di Puskesmas Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Pendekatan case report ini menggunakan manajemen asuhan kebidanan dengan metode SOAP yang meliputi pengkajian data subjektif, pengkajian data objektif, assessement mencangkup diagnose aktual, diagnose potensial dan identifikasi kebutuhan akan Tindakan segera atau kolaborasi dan konsultasi, serta planning yang mencangkup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pembahasan menunjukan kasus Ny. R dengan Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg, pusing, protein urine positif, riwayat hipertensi, faktor resiko obesitas. Asuhan kebidanan melalui pemantauan tekanan darah rutin, diet garam, gizi ibu nifas dengan preeklamsia, dan terapi dopamet. Asuhan kebidanan dilakukan berdasarkan metode pendokumentasian SOAP yang meliputi pengkajian data subjektif dan objektif, analisis data, serta penatalaksanaan. Setiap tahap dilaksanakan secara tepat dan sistematis sesuai kebutuhan pasien sehingga permasalahan yang ada dapat ditangani dengan baik.

Keywords

Preeklamsia, ibu nifas, obesitas

PDF

References

  1. 1. Akbar, M.I.A. (2024) Preeklamsia tinjauan komprehensif praktisi medis. Surabaya: Airlangga University Press.
  2. 2. Arapah, S. et al. (2024) "Identification of the physical health quality of postpartum mothers with severe preeclampsia," JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 10(5), hal. 422–430. Tersedia pada: https://doi.org/10.33024/jkm.v10i5.15012.
  3. 3. Aritonang, J. dan Simanjuntak, Y.T.O. (2021) Buku ajar asuhan kebidanan pada masa nifas disertai kisi-kisi soal ujian kompetensi. Deepublish.
  4. 4. Cunningham, F. G., et al. (2018). Williams Obstetrics. New York: McGraw-Hill Education.
  5. 5. Fitriana, N. et al. (2025) Buku ajar kegawadaruratan maternal dan neonatal. Jakarta Barat: PT Optimal Untuk Negeri.
  6. 6. Pratiwi, L. et al. (2024) Mengenal preeklamsi dan pendidikan bagi kader dalam sosialisasi dukungan sosial bagi ibu hamil. Jawa Barat: CV Jejak.
  7. 7. Purnami, R.W. et al. (2025) Asuhan antenatal care. Jakarta Barat: Bukuloka Literasi Bangsa.
  8. 8. Tahu, H. katarina, Wittiarika, I.D. dan Prasetyo, B. (2025) "Analisis faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu postpartum di RSUD Prof Dr. WZ Johanes Kupang," Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 12(11), hal. 2403–2412.
  9. 9. Widayani, S.S., Rahmawati, F. dan Yasin, N.M. (2022) "Perbandingan efektivitas penggunaan nifedipin dengan metildopa dalam mengontrol tekanan darah pasien preeklamsia," Majalah Farmaseutik, 18(3), hal. 247–253.
  10. 10. Winarningsih, R.A. et al. (2024) Panduan asuhan kebidanan pada masa nifas (post partum). Makassar: Tohar Media.

Similar Articles

51-60 of 81

You may also start an advanced similarity search for this article.