Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU

Abstract

Stunting merupakan masalah pertumbuhan yang dapat dimulai sejak masa kehamilan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan dan status gizi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan status gizi dengan pencegahan stunting pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 32 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan pengukuran status gizi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37,5% responden memiliki pengetahuan baik, 50,0% memiliki status gizi normal, dan 53,1% memiliki perilaku pencegahan stunting yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan stunting pada ibu hamil (p = 0,000). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan pencegahan stunting (p = 0,561). Peningkatan pengetahuan ibu hamil perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Keywords

ibu hamil, pengetahuan, status gizi, pencegahan stunting

PDF

References

  1. Almatsier, S. (2020). Understanding stunting prevention and the role of maternal knowledge in reducing child growth impairment. Journal of Maternal and Child Health.
  2. Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
  3. Arikunto, S. (2016). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
  4. Baroroh, S. (2021). Pentingnya gizi ibu hamil untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Jurnal Kesehatan.
  5. Dinas Kesehatan Aceh. (2023). Edukasi masyarakat tentang stunting dan dampaknya pada anak. Dinas Kesehatan Aceh.
  6. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. (2020). Penurunan stunting di Provinsi Bengkulu: Data dan tren 2020. Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Pedoman pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dan tinggi badan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman terkait kesehatan dan gizi ibu hamil. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan status gizi Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  10. Kholia, M., Pramesti, A., Sari, D., & Rahmawati, R. (2020). Hubungan status gizi ibu hamil dengan pencegahan stunting pada balita. Journal of Public Health.
  11. Kristiyanti, A. (2021). The role of maternal knowledge in preventing stunting among pregnant women. Journal of Nutrition and Health Sciences, 10(2), 85–91.
  12. Mardiani, W. (2019). The relationship between maternal knowledge and stunting prevention behavior in Kalipucang Village. Journal of Rural Health, 15(2), 112–120.
  13. Miranty, E. (2020). Sustainable Development Goals (SDGs) dan penurunan prevalensi stunting pada balita. Jurnal Pembangunan dan Kesehatan.
  14. Muldiasman, M. (2020). Peranan pengetahuan ibu dalam mencegah stunting pada anak balita. Jurnal Kesehatan Anak.
  15. Nailfar, S. (2019). Impact of maternal nutritional status during pregnancy on stunting. Journal of Epidemiology.
  16. Nazidah, et al. (2022). Stunting sebagai masalah gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan dampaknya terhadap kesehatan anak. Jurnal Kesehatan.
  17. Niswa, S., et al. (2019). Pengembangan model perilaku pencegahan anak stunting pada saat ibu hamil di Puskesmas Kabupaten Bondowoso. Universitas Airlangga.
  18. Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
  19. Notoatmodjo, S. (2012). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
  20. Notoatmodjo, S. (2017). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Similar Articles

41-50 of 229

You may also start an advanced similarity search for this article.