Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PELAKSANAAN SKRINING GANGGUAN PENDENGARAN MELALUI METODE OAE PADA BAYI BARU LAHIR DI RS X

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pendengaran pada bayi baru lahir perlu dideteksi secara dini karena dapat berdampak terhadap perkembangan bicara, bahasa, kognitif, pembelajaran, dan interaksi sosial anak. Skrining melalui metode Otoacoustic Emissions (OAE) merupakan salah satu metode deteksi dini yang objektif dan non-invasif. Pengetahuan orang tua mengenai pentingnya skrining dapat berperan dalam pengambilan keputusan terhadap pelaksanaan pemeriksaan pada bayi baru lahir.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan skrining gangguan pendengaran melalui metode OAE pada bayi baru lahir di RS X.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 orang tua bayi baru lahir yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan data pelaksanaan skrining OAE diperoleh dari dokumentasi medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 orang (60,0%). Pelaksanaan skrining OAE dilakukan pada 25 bayi (71,4%), sedangkan 10 bayi (28,6%) tidak menjalani skrining. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p ≤ 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan skrining gangguan pendengaran melalui metode OAE.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan skrining gangguan pendengaran melalui metode OAE pada bayi baru lahir di RS X. Edukasi mengenai tujuan, manfaat, prosedur, dan pentingnya skrining OAE perlu diberikan secara konsisten untuk mendukung peningkatan cakupan skrining pendengaran neonatal.

Keywords

bayi baru lahir, OAE, pengetahuan orang tua, skrining pendengaran

PDF

References

  1. Alothman, N. I., Alanazi, A. A., Alshenaifi, S. S., Alhadhban, Y., Alateeq, S. A., Alhwaimel, N., & Dolgum, N. (2024). Parental knowledge and satisfaction with newborn hearing screening in Saudi Arabia. Frontiers in Pediatrics, 12 , 1464697. https://doi.org/10.3389/fped.2024.1464697
  2. Hatzopoulos, S., Cardinali, L., Skarżyński, P. H., & Zimatore, G. (2024). The otoacoustic emissions in the universal neonatal hearing screening: An update on the European data (2004 to 2024). Children, 11(11), 1276. https://doi.org/10.3390/children11111276
  3. Kasim, M., Pebriyani, U., Sulanto, A., & Jayanti, A. D. (2022). Hubungan usia dan pendidikan dengan pengetahuan orang tua terhadap deteksi dini pendengaran pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu, Lampung. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 2(1), 74–81.
  4. Ndegwa, S., Tucci, D., Lemons, J., Murila, F., Shepherd, S., Mwangi, M., Macharia, I., & Ayugi, J. (2024). Newborn and infant hearing screening for early detection of hearing loss in Nairobi, Kenya. African Health Sciences, 24(1), 236–246.
  5. Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
  6. Pontoh, E. G. (2025). Hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan screening otoacoustic emission (OAE) pada bayi baru lahir di Obstetry Ward Tzu Chi Hospital Jakarta.
  7. Schwarz, Y., Mauthner, R., Kraus, O., Gluk, O., Globus, O., Kariv, L., & Tamir, S. O. (2023). Newborn hearing screening: Early ear examination improves the pass rate. Journal of International Advanced Otology, 19(5), 402–406. https://doi.org/10.5152/iao.2023.22987
  8. World Health Organization. (2021). Hearing screening: Considerations for implementation. World Health Organization.
  9. Yuliyani, E. A., Yudhanto, D., Kadriyan, H., Yustisia, D., Aryani, I. G. A. T., & Sulaksan, M. A. (2023). Skrining pendengaran bayi baru lahir dalam hubungannya dengan faktor risiko gangguan dengar di RSUD Provinsi NTB. Unram Medical Journal, 12 (1). https://doi.org/10.29303/jk.v12i1.4308

Similar Articles

61-70 of 202

You may also start an advanced similarity search for this article.