PEMAKNAAN TAT TWAM ASI DALAM PEMANFAATAN APLIKASI MOBILE KESEHATAN TERHADAP SWAMEDIKASI MASYARAKAT
Abstract
Swamedikasi merupakan praktik umum di Indonesia, dengan lebih dari 75% masyarakat menggunakan obat bebas secara mandiri. Kemajuan teknologi digital telah melahirkan aplikasi mobile kesehatan seperti Halodoc dan Alodokter sebagai sumber informasi utama dalam pengambilan keputusan swamedikasi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling di Lingkungan Silayukti, Desa Kerobokan, Provinsi Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaan nilai Tat Twam Asi dalam pemanfaatan aplikasi mobile kesehatan terhadap swamedikasi masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik empat tahap dengan bantuan NVivo 15. Hasil analisis menghasilkan lima tema utama: pemanfaatan aplikasi kesehatan digital, kehati-hatian dan verifikasi informasi, kemandirian altruistik, kehati-hatian relasional, dan internalisasi serta berbagi nilai Tat Twam Asi. Kesimpulan penelitian ini adalah nilai Tat Twam Asi terbukti terinternalisasi dalam motivasi swamedikasi masyarakat Hindu Bali dan berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang mendorong pemanfaatan aplikasi mobile kesehatan secara bijaksana dan bertanggung jawab.Keywords
Tat Twam Asi, aplikasi mobile kesehatan, swamedikasi, kearifan lokal, Halodoc, Alodokter
References
- Ali Akbar, D.S.T. (2024) ‘Pendapat konsumen aktif pada konten promosi Erigo di akun TikTok Erigo Official oleh JKT48 tahun 2023’, Jurnal Buana Media Watch, 1(September), pp. 1–11.
- Aswad, P.A., Kharisma, Y., Andriane, Y., Respati, T. and Nurhayati, E. (2019) ‘Pengetahuan dan perilaku swamedikasi oleh ibu-ibu di Kelurahan Tamansari Kota Bandung’, Jurnal Integrasi Kesehatan & Sains, 1(2), pp. 107–113.
- Berliana Diah, N.K. (2022) ‘Konsep moral ajaran Tat Twam Asi dan implementasinya dalam pendidikan karakter anak’, Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 2(4), pp. 341–354.
- Fadhila, R. and Afriani, T. (2019) ‘Penerapan telenursing dalam pelayanan kesehatan: literature review’, Jurnal Keperawatan Abdurrab, 3(2), pp. 77–84.
- Fransiska, C. and Bernarto, I. (2021) ‘Pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan terhadap penggunaan aplikasi kesehatan’, Jurnal Administrasi Bisnis, 11(2), pp. 132–142.
- Hernowo, B. (2023) ‘The impact of information and digital resources on self-medication decision making’, Jurnal Kesehatan Madani Medika, 14(2), pp. 193–199.
- Ika, K., Ramadhani, S., Rusadi, A. and Wati, H. (2025) ‘Hubungan faktor sosiodemografi terhadap kepuasan pengguna aplikasi CERDIK di Martapura, Kalimantan Selatan’, Jurnal Kesehatan, 9(2), pp. 191–198.
- Indriyarti, E.R. and Wibowo, S. (2020) ‘Bisnis kesehatan berbasis digital: intensi pengguna aplikasi digital Halodoc’, Jurnal Pengabdian dan Kewirausahaan, 4(2).
- Kurniasari, S., Fairuz, A., Ramadhani, F. and Nurin, A. (2021) ‘Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Bettet Pamekasan tentang penggunaan obat bebas dan obat bebas terbatas untuk swamedikasi’, Journal of Pharmacy Science and Practice, 8(2), pp. 1–7.
- Lisnarini, N., Suminar, J.R. and Setianti, Y. (2023) ‘Keunggulan dan hambatan komunikasi dalam layanan kesehatan mental pada aplikasi telemedicine Halodoc’, Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi, 4(3), pp. 176–184.
- Mahmudah, F. and Farhah, L. (2025) ‘Mengatasi romantisasi gangguan kesehatan mental Gen Z melalui bimbingan konseling berbasis nilai ajaran Tat Twam Asi’, Jurnal Universitas Nusantara PGRI Kediri.
- Muryanto, M. et al. (2023) ‘Kajian tentang pengurusan sisa bahan binaan di tapak bina di Johor’, Jurnal Research in Management of Technology and Business, 4(1), pp. 1221–1235.
- Prasetyo, A.D. (2023) ‘Gambaran swamedikasi pada mahasiswa di Indonesia’, Herbal Medicine Journal, 6(2), pp. 19–31.
- Puspitasari, C. et al. (2025) Swamedikasi. Yogyakarta: PT Green Pustaka Indonesia.
- Rahmatul, A.S., Eka, P.C. and Sri, E.G.A. (2019) ‘Alih pengetahuan tentang obat dan obat tradisional dalam upaya swamedikasi di Desa Batu Layar Lombok Barat’, Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 2(4).
- Rahmawati, W. et al. (2023) ‘Penerapan aplikasi e-health sebagai media online konsultasi kesehatan di masa pandemi COVID-19’, Journal of Community Service and Engagement (JOCOSAE), 3(2), pp. 1–7.
- Sitindon, L.A. (2020) ‘Perilaku swamedikasi’, Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(2), pp. 787–791.
- Subaktiyasa, G. (2024) ‘Menentukan populasi dan sampel: pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif’, Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), pp. 2721–2731.
- Sulistyaningrum, I.H., Santoso, A., Fathnin, F.H. and Fatmawati, D.M. (2022) ‘Analysis of prevalence and factors affecting self-medication before and during the COVID-19 pandemic’, Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), pp. 10–20.
- Syamsuddin, S. and Jusliani, J. (2024) ‘Implementasi telemedicine dan implikasinya terhadap akses serta kualitas pelayanan kesehatan di komunitas pedesaan’, Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia, 1(3), pp. 117–123.