Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS CIGUGUR TENGAH

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Cigugur Tengah, Kota Cimahi, sehingga diperlukan kajian mengenai faktor risiko yang berkaitan dengan kejadiannya di tingkat pelayanan primer. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus berdasarkan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Cigugur Tengah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 105 responden direkrut menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner, pengukuran antropometri, serta pemeriksaan GDP menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) sebagai penanda awal, bukan diagnosis definitif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari 105 responden, 32 orang (30,5%) mengalami hiperglikemia puasa dan 73 orang (69,5%) berada pada rentang normoglikemia. Hasil uji statistik membuktikan hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan peningkatan GDP (p=0,000; OR=7,838; 95% CI=3,090–19,879), sedangkan variabel usia (p=0,543), jenis kelamin (p=0,136), obesitas (p=0,462), pola makan (p=0,202), aktivitas fisik (p=1,000), dan kebiasaan merokok (p=0,065) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa riwayat keluarga merupakan determinan utama yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus berdasarkan kadar glukosa darah puasa, sehingga skrining berkala dan edukasi kesehatan perlu diprioritaskan bagi masyarakat dengan riwayat keluarga diabetes melitus.

Keywords

diabetes melitus, glukosa darah puasa, riwayat keluarga, faktor risiko

PDF

References

  1. American Diabetes Association. (2023). Classification and diagnosis of diabetes: Standards of Care in Diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Suppl 1), S19–S40.
  2. American Diabetes Association. (2026). Prevention or delay of diabetes and associated comorbidities: Standards of Care in Diabetes—2025. Diabetes Care, 49(1), S50–S60.
  3. Darmadi, R. F., Ilmi, I. M. B., & Marjan, A. Q. (2025). Risk factor analysis of diabetes mellitus incidence in pre-elderly and elderly populations in Kedaung Depok. Eduvest-Journal of Universal Studies, 5(5), 6025–6033.
  4. Dinas Kesehatan Kota Cimahi. (2024). Profil Kesehatan Kota Cimahi Tahun 2024. Dinas Kesehatan Kota Cimahi.
  5. International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas (11th ed.).
  6. Ismail, L., Materwala, H., & Al Kaabi, J. (2021). Association of risk factors with type 2 diabetes: A systematic review. Computational and Structural Biotechnology Journal, 19, 1759–1785.
  7. Isnaini, N., & Ratnasari. (2018). Faktor risiko mempengaruhi kejadian diabetes mellitus tipe dua. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Aisyiyah, 14(1), 59–68.
  8. Kautzky-Willer, A., Harreiter, J., & Pacini, G. (2016). Sex and gender differences in risk, pathophysiology and complications of type 2 diabetes mellitus. Endocrine Reviews, 37(3), 278–316.
  9. Maddatu, J., Anderson-Baucum, E., & Evans-Molina, C. (2017). Smoking and the risk of type 2 diabetes. Translational Research, 184, 101–107.
  10. Nasution, F. A. S. A. (2021). Faktor risiko kejadian diabetes mellitus. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 94–102.
  11. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2024). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2024. PB PERKENI.
  12. Rediningsih, D. R., & Lestari, I. P. (2022). Faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe II di Desa Kemambang. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(2), 231–234.
  13. Ruze, R., Liu, T., Zou, X., Song, J., Chen, Y., Xu, R., Yin, X., & Xu, Q. (2023). Obesity and type 2 diabetes mellitus: connections in epidemiology, pathogenesis, and treatments. Frontiers in Endocrinology, 14, 1161521.
  14. Seleky, R. N., Muh, F., Martini, M., & Lattu, J. C. (2025). Analisis faktor risiko kejadian diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Miroto, Kota Semarang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 10(3), 70–79.
  15. Yang, D.-N., Geng, S., & Jing, R. (2024). Perkembangan terkini dalam alat pengukur glukosa pribadi sebagai alat pengukur glukosa di tempat penggunaan (2020–2024). Biosensors, 14(9), 419.

Similar Articles

51-60 of 308

You may also start an advanced similarity search for this article.