Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN HASIL MATERNAL DAN BERDASARKAN DERAJAT PREEKLAMSIA

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi maternal dan neonatal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hasil maternal dan neonatal berdasarkan derajat preeklampsia. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Slawi, Kabupaten Tegal, dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden yang memenuhi kriteria penelitian. Derajat preeklampsia dikategorikan menjadi preeklampsia ringan dan preeklampsia berat. Hasil maternal meliputi jenis persalinan, perdarahan, eklampsia/kejang, dan HELLP syndrome, sedangkan hasil neonatal meliputi distress janin, berat badan lahir kurang dari 2.500 gram, perawatan NICU, asfiksia neonatorum, dan kematian perinatal. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-square atau Fisher's exact test serta odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 72,0% responden mengalami preeklampsia berat. Persalinan dengan tindakan lebih banyak ditemukan pada preeklampsia berat dibandingkan ringan (69,4% vs. 64,3%), sedangkan komplikasi maternal komposit sebesar 22,2% dan 14,3%. Hasil neonatal kurang baik juga lebih tinggi pada preeklampsia berat (38,9% vs. 21,4%; OR=2,33). Namun, seluruh perbedaan tersebut belum menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik (p>0,05). Disimpulkan bahwa preeklampsia berat cenderung disertai hasil maternal dan neonatal yang kurang baik dibandingkan preeklampsia ringan.

Keywords

preeklampsia, derajat preeklampsia, hasil maternal, hasil neonatal, komplikasi kehamilan

PDF

References

  1. ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists). (2020). Gestational Hypertension and Preeclampsia: ACOG Practice Bulletin, Number 222. Obstetrics & Gynecology, 135(6), e237-e260.
  2. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2020). Gestational Hypertension and Preeclampsia: ACOG Practice Bulletin No. 222. Obstetrics & Gynecology, 135(6), e237–e260.
  3. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2022). Pregnancy at Age 35 Years or Older: Obstetric Care Consensus No. 11. Obstetrics & Gynecology, 140(2), e80–e97.
  4. Atamamen, T. F., Naing, N. N., Oyetunji, J. A., & Wan-Arfah, N. (2022). Systematic literature review on the neonatal outcome of preeclampsia. Pan African Medical Journal, 41, 82. doi:10.11604/pamj.2022.41.82.31413.
  5. Fatkhiyah, N., Masturoh, M., & Suwaryo, P. A. W. (2021). Determinan Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di Kabupaten Tegal. Jurnal Keperawatan Soedirman, 16(2), 45–52.
  6. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  7. Magee, L. A., Nicolaides, K. H., & von Dadelszen, P. (2022). Preeclampsia: Pathophysiology, Challenges, and Management Strategies. The Lancet, 399(10328), 980–990.
  8. Pratiwi, A. D., & Nurrahima, A. (2023). Luaran Neonatal pada Ibu dengan Gangguan Hipertensi Kehamilan di Rumah Sakit Rujukan Jawa Tengah. Jurnal Midwifery & Health Research, 5(1), 12–20.
  9. Pujihastuti, A., Sulistiyowati, E., & Rahmawati, I. (2022). Analisis Kasus Rujukan Kebidanan dan Komplikasi Maternal di RSUD Kabupaten Tegal. Jurnal Siklus: Research Midwifery Politeknik Tegal, 11(2), 104–112.
  10. Rana, S., Lemoine, E., Granger, J. P., & Karumanchi, S. A. (2019). Preeclampsia: Pathophysiology, Challenges, and Perspectives. Circulation Research, 124(7), 1094–1112.
  11. Suryani, N., Lestari, P., & Handayani, S. (2022). Hubungan Derajat Preeklampsia dengan Luaran Perinatal pada Kehamilan Risiko Tinggi. Jurnal Ilmiah Bidan, 7(3), 88–96.
  12. World Health Organization (WHO). (2023). Calcium supplementation during pregnancy to reduce the risk of pre-eclampsia. Geneva: World Health Organization.
  13. World Health Organization (WHO). (2023). Target product profile for drugs to prevent pre-eclampsia. Geneva: World Health Organization.
  14. World Health Organization (WHO). (2023). Trends in Maternal Mortality 2000 to 2020: Estimates by WHO, UNICEF, UNFPA, World Bank Group and UNDESA/Population Division. Geneva: World Health Organization.

Similar Articles

61-70 of 478

You may also start an advanced similarity search for this article.