Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR RISIKO (DEMOGRAFIS & SAFETY CLIMATE) DENGAN SAFETY BEHAVIOR PADA PEKERJA PERANCAH DI PROYEK PT.X

Abstract

Latar Belakang: Sektor konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi, dengan perilaku tidak aman (unsafe behavior) sebagai determinan utama. Pekerjaan perancah tergolong berisiko tinggi karena melibatkan pekerjaan di ketinggian. Safety climate diduga berperan penting dalam membentuk safety behavior pekerja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik pekerja serta gambaran safety climate dan safety behavior pada pekerja perancah. Metode: Studi kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional dilakukan pada Juni-Juli 2026 di Proyek PT. X menggunakan total sampling terhadap 289 pekerja perancah. Data dikumpulkan melalui kuesioner NOSACQ-50 dan instrumen safety behavior, dianalisis secara univariat. Hasil: Sebanyak 51,6% responden berusia dewasa muda, 53,6% memiliki masa kerja lebih dari 3 tahun, dan 50,2% berpendidikan rendah. Sebanyak 52,6% pekerja berperilaku selamat dan 47,4% tidak selamat, sementara 52,9% mempersepsikan safety climate baik dan 47,1% kurang baik. Kesimpulan: Sebagian besar pekerja perancah telah menunjukkan safety behavior dan persepsi safety climate yang positif, namun proporsi yang belum aman masih cukup tinggi sehingga penguatan program keselamatan kerja tetap diperlukan.

Keywords

Safety Behavior, Safety Climate, NOSACQ-50, Pekerja Perancah, Konstruksi

PDF

Similar Articles

1-10 of 61

You may also start an advanced similarity search for this article.