Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN EFEKTIVITAS PENGAWASAN DAN DUKUNGAN REKAN KERJA (CO WORKER SUPPORT) DENGAN KEPATUHAN PERILAKU KESELAMATAN PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI DI PT X KOTA BATAM TAHUN 2026

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja paling tinggi, di mana kegagalan perilaku manusia berkontribusi pada mayoritas insiden di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efektivitas pengawasan dan dukungan rekan kerja (co worker support) dengan kepatuhan perilaku keselamatan pada pekerja proyek konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja proyek PT X Kota Batam yang berjumlah 60 orang, diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan efektivitas pengawasan berada pada kategori baik (60,0%), dukungan rekan kerja pada kategori baik (66,7%), dan kepatuhan perilaku keselamatan pada kategori patuh (70,0%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas pengawasan dengan kepatuhan perilaku keselamatan pekerja (p-value = 0,013 ≤ 0,05), sedangkan dukungan rekan kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perilaku keselamatan (p-value = 0,135 > 0,05). Kontrol pengawasan terbukti menjadi faktor dominan dalam mengarahkan perilaku aman pekerja, sementara pengaruh rekan kerja tidak signifikan akibat adanya hambatan sosiokultural. PT X Kota Batam disarankan mengevaluasi rasio pengawas dan mengoptimalkan patroli berkala guna mengeliminasi celah ketidakpatuhan situasional pekerja.

Keywords

Dukungan Rekan Kerja; Kepatuhan Perilaku Keselamatan; Pengawasan; Pekerja Konstruksi.

PDF

References

  1. Aprilyani, N., & Hazrina, F. (2022). Analisis Intensitas Pengawasan Mandor terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Konstruksi. Jurnal Keselamatan Kerja dan Lingkungan, 3(2), 89–98.
  2. Blau, P. M. (1964). Exchange and Power in Social Life. New York: John Wiley & Sons.
  3. BPJS Ketenagakerjaan. (2025). Laporan Klaim Kasus Kecelakaan Kerja Kota Batam Tahun 2024–2025. Batam: BPJS Ketenagakerjaan.
  4. Chen, dkk. (2024). Model Observasi Kepatuhan Perilaku Keselamatan pada Sektor Industri Berisiko Tinggi. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 6(1), 33–44.
  5. Green, L. W. (1980). Health Education Planning: A Diagnostic Approach. Palo Alto: Mayfield Publishing Company.
  6. Homans, G. C. (1958). Social Behavior as Exchange. American Journal of Sociology, 63(6), 597–606.
  7. Heinrich, H. W. (1980). Industrial Accident Prevention: A Safety Management Approach (5th ed.). New York: McGraw-Hill Book Company.
  8. Hirschi, T. (1969). Causes of Delinquency. Berkeley: University of California Press.
  9. Ihsan, M., dkk. (2025). Analisis Perilaku Unsafe Action pada Pekerja Sektor Konstruksi Skala Besar. Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 14(1), 45–56.
  10. International Labour Organization (ILO). (2024). Safety and Health at the Heart of the Future of Work: Building on 100 years of experience. Geneva: ILO.
  11. Jung, M., Lim, S., & Chi, S. (2020). Impact of Work Environment and Occupational Stress on Safety Behavior of Individual Construction Workers. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(22), 8300.
  12. Lobis, M. H., Raharjo, S., & Sulistiyowati, E. (2025). Advokasi Pemenuhan Hak Keselamatan Kerja melalui Penerapan APD. Jurnal Teknik Sipil dan Infrastruktur, 10(1), 12–22.
  13. Lusianingrum, F. P. W., Affifatusholihah, L., & Fadhilah, F. (2020). Pengaruh Keterikatan Kerja dan Dukungan Rekan Kerja terhadap Kinerja Tugas. Inovbiz: Jurnal Inovasi Bisnis, 8(1), 29–33.
  14. Lyu, X., dkk. (2025). Global Safety Assessment in High-Rise Construction Projects: A Systematic Review. Safety Science, 182, 106–115.
  15. Mafra, R., dkk. (2021). Pengaruh Norma Sosial Kelompok dan Konformitas terhadap Tindakan Tidak Aman Pekerja Lapangan. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 9(3), 112–124.
  16. Naufal, & Arya. (2024). Hubungan Budaya Keselamatan Kerja (Safety Culture) dengan Perilaku Aman Pekerja Produksi di PT. Sumber Graha Sejahtera Jambi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 55–64.
  17. Neal, A., & Griffin, M. A. (2006). A Study of the Lagged Relationships Among Safety Climate, Safety Motivation, Safety Behavior, and Accidents at the Individual and Group Levels. Journal of Applied Psychology, 91(4), 946–953.
  18. Pakaya, A., dkk. (2024). Hubungan Efektivitas Pengawasan Mandor dan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) pada Proyek Sektor Konstruksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Keselamatan Kerja, 5(2), 74–83.
  19. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
  20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  21. Prasetyo, & Astuti. (2023). Pengaruh Iklim Keselamatan Kerja dan Beban Kerja terhadap Perilaku Keselamatan Karyawan Konstruksi. Jurnal Manajemen K3, 8(1), 21–30.
  22. Rahmawati, dkk. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Konstruksi di PT. Abadi Prima Intikarya Proyek The Canary Apartment Kota Tangerang Selatan Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(4), 250–258.
  23. Ramadan. (2022). Pengaruh Pengetahuan, Pengawasan, dan Motivasi Kerja terhadap Kepatuhan K3 Pekerjaan di Ketinggian PT IBP Proyek. Jurnal K3 dan Lingkungan Kerja, 4(2), 88–97.
  24. Ruznaiza, dkk. (2024). Hubungan Pengawasan dan Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Kejadian Unsafe Action di PT. X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 15–24.
  25. Sarafino, E. P. (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (7th ed.). New York: John Wiley & Sons.
  26. Solekhah, S. A. (2018). Faktor Perilaku Kepatuhan Penggunaan APD pada Pekerja PT X. Jurnal Promkes, 6(1), 1–11.
  27. Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
  28. Tarwaka. (2022). Dasar-Dasar Keselamatan Kerja dan Ergonomi. Surakarta: Harapan Press.
  29. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  30. Utama, A. B., & Widanarko, B. (2022). Hubungan Iklim Keselamatan dan Perilaku Keselamatan di Konstruksi: Sebuah Tinjauan Pustaka. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1233–1239.
  31. Uyun, N., & Widowati, E. (2022). Hubungan antara Pengetahuan Pekerja tentang K3 dan Pengawasan K3 dengan Perilaku Tidak Aman (Unsafe Action). Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 10(3), 391–397.
  32. Wang, L., Luo, X., & Li, H. (2025). The impact of coworker guanxi on workers' safety behaviors in the construction industry: the effects of team identification, team knowledge sharing, and team safety climate. Frontiers in Public Health, 13:1659728.
  33. Wicaksono, A. (2023). Fungsi Manajerial dan Pengawasan Perilaku Kerja Disiplin pada Area Konstruksi. Jurnal Keselamatan Kerja Nasional, 7(2), 45–53.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

11-20 of 226

You may also start an advanced similarity search for this article.