Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

EDUKASI FISIOTERAPI MENGENAI LOW BACK PAIN PADA POSYANDU ANGGREK KELURAHAN KAUMAN KOTA MALANG

Abstract

Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah oleh karena berbagai hal. Gejala utama low back pain adalah rasa nyeri di daerah tulang belakang bagian punggung. Di Indonesia angka kejadian low back pain beragam yakni sebesar 7,6 hingga 37%. Namun kejadian low back pain pada pekerja biasanya dimulai pada golongan muda dengan angka kejadian tertinggi pada golongan usia 45 – 60 tahun. Pada kasus LPB mekanik, aktivasi nosireseptor disebabkan oleh rangsang mekanik, yaitu penggunaan otot yang berlebihan (overuse) dapat terjadi pada saat tubuh dipertahankan dalam posisi statik atau postur yang salah dalam jangka waktu yang cukup lama di mana otot-otot di daerah punggung akan berkontraksi untuk mempertahankan postur tubuh yang normal. misalnya mengangkat beban-beban yang berat dengan posisi yang salah. Fisioterapi berperan memberikan tindakan promotif dan preventif dengan upaya pemberian edukasi menggunakan media leaflet terkait pentingnya mempertahankan postur tubuh yang ergonomis saat bekerja dan pemberian stretching (latihan peregangan). Pemberian edukasi ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga setempat dalam menjaga postur selama beraktivitas, mengurangi nyeri yang dikeluhkan, dan mengurangi resiko terjadinya nyeri punggung bawah.

Keywords

Fisioterapi, Lansia, Low Back Pain

PDF

References

  1. Annisa Amin, N., Achmad Harun Muchsin, K., Fadhillah Khalid, N., & Dhedie Prasatia Sam, A. (2021). Hubungan Lama dan Posisi Duduk dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2019. 3(4), 269–277.
  2. Aqlina, S. D., Daru, L., & Novie, S. (2023). Faktor – Faktor yang berhubungan dengan Nyeri Punggung Bawah ( Low Back Pain ) Pada Pekerja Industri. 262–268.
  3. Hasrianti, Y. (2016). Hubungan Postur Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar. Repository UNHAS, 139–141.
  4. Hodges, P. W., & Danneels, L. (2019). Changes in structure and function of the back muscles in low back pain: Different time points, observations, and mechanisms. Journal of Orthopaedic and Sports Physical Therapy, 49(6), 464–476. https://doi.org/10.2519/jospt.2019.8827
  5. Illahi Anugrah, A. M., Pratiwi Dian, A., & Nurfadilah, S. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) Pada Pekerja Di PLTU Tanasa Kendari. 32(3), 167–186.
  6. Muzammilia Nadraini, Imran Safei, Prema Hapsari Hidayati, Achmad Haruns Muchsin, & Zulfiyah Surdam. (2024). Prevalensi dan Gambaran Pasien Low Back Pain pada Lansia. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(4), 259–270. https://doi.org/10.33096/fmj.v4i4.443
  7. Prahastuti, B. S., Djaali, N. A., & Usman, S. (2021). Faktor Risiko Gejala Muskuloskeletal Disorder (MSDs) pada Pekerja Buruh Pasar. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(1), 47–54. https://doi.org/10.37012/jik.v13i1.516
  8. Rahmawati, A. (2021). Risk factor of low back pain. Jmh, 3(1), 402–406.
  9. Safitri, D. M., Septiani, W., Yuniarti, H., & Cahyati, S. (2022). Edukasi Kesehatan Kerja Untuk Pelaku Working From Home Pt. Pasifik Satelit Nusantara. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN), 4(1), 28–35. https://doi.org/10.25105/jamin.v4i1.10191
  10. Schoeb, V., Misteli, M., Kwan, C., Wong, C. W. Y., Kan, M. M. P., Opsommer, E., & Wong, A. Y. L. (2022). Experiences of community-dwelling older adults with chronic low back pain in Hong Kong and Switzerland – A qualitative study. Frontiers in Rehabilitation Sciences, 3(August), 1–14. https://doi.org/10.3389/fresc.2022.920387
  11. Rahmawati, A. (2021). Risk factor of low back pain. Jmh, 3(1), 402–406.

Similar Articles

1-10 of 57

You may also start an advanced similarity search for this article.