Vol. 25 No. 7 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH STRES KERJA, DUKUNGAN SOSIAL, DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA STUDI KASUS PEKERJA PADA GENERASI Z DI WILAYAH DKI JAKARTA

Wasi Bagasworo
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School
Gista Alfania Puri
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School
Nadia Sulistyaningsih
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School
Raden Naufal Hilmi Saputra
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School
Shabilla Risty Eka Putri
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School
Anggita Angraini
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School
Ni Komang Mia Fabiola
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School

Published 2026-06-29

Keywords

  • stres kerja,
  • dukungan sosial,
  • work-life balance,
  • kepuasan kerja,
  • Generasi Z

How to Cite

PENGARUH STRES KERJA, DUKUNGAN SOSIAL, DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA STUDI KASUS PEKERJA PADA GENERASI Z DI WILAYAH DKI JAKARTA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(7). https://doi.org/10.2238/a8t6j270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja, dukungan sosial, dan work-life balance terhadap kepuasan kerja pada pekerja Generasi Z di wilayah DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang termasuk dalam kategori Generasi Z dan telah bekerja di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja Generasi Z. Sebaliknya, stres kerja tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang memberikan dukungan sosial yang baik serta kemampuan individu dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan kerja Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi dalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan kerja karyawan Generasi Z.

References

  1. Alif, Affandi, Azhar, et al. (2018). Manajemen Sumberdaya Manusia Stratejik. Bintang Visitama Publisher.
  2. Allen, T. D. (2001). Family-supportive work environments: The role of organizational perceptions. Journal of Vocational Behavior, 58(3), 414–435. https://doi.org/10.1006/jvbe.2000.1774
  3. Anwar, H. M., et al. (2024). Teori dan Konsep MSDM. Yayasan Cendikia Mulia Mandiri.
  4. Badruzaman, D., et al. (2024). Metode Penelitian Kuantitatif. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.
  5. Byrne, U. (2005). Work-life balance: Why are we talking about it at all? Business Information Review, 22(1), 53–59. https://doi.org/10.1177/0266382105052268
  6. Cohen, S., Janicki-Deverts, D., & Miller, G. E. (2007). Psychological stress and disease. JAMA, 298(14), 1685–1687. https://doi.org/10.1001/jama.298.14.1685
  7. Efandi, S., et al. (2025). Teori Psikologi Komprehensif. Suluah Kato Khatulistiwa.
  8. Effendy, F. (2024). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Takaza Innovatix Labs.
  9. Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456. https://doi.org/10.1037/a0016737
  10. Frone, M. R. (2003). Work-family balance. In J. C. Quick & L. E. Tetrick (Eds.), Handbook of Occupational Health Psychology (pp. 143–162). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/10474-007
  11. Garmendia, P., Fernández-Salinero, S., Holgueras González, A. I., & Topa, G. (2023). Social support and its impact on job satisfaction and emotional exhaustion. European Journal of Investigation in Health, Psychology and Education, 13(12), 2827–2840. https://doi.org/10.3390/ejihpe13120195
  12. Grzywacz, J. G., & Marks, N. F. (2000). Reconceptualizing the work–family interface: An ecological perspective on the correlates of positive and negative spillover between work and family. Journal of Occupational Health Psychology, 5(1), 111–126. https://doi.org/10.1037/1076-8998.5.1.111
  13. Guest, D. E. (2002). Perspectives on the study of work-life balance. Social Science Information, 41(2), 255–279. https://doi.org/10.1177/0539018402041002005
  14. Hendra, D., & Artha, B. (2023). Work-life balance: Suatu studi literatur. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(3), 11320–11330.
  15. Iskandar, Y., et al. (2025). Kesadaran Kesehatan Mental di Tempat Kerja: Peran Manajemen SDM. Karya Bakti Makmur Indonesia.
  16. Jolly, P., Kong, D. T., & Kim, K. Y. (2020). Social support at work: An integrative review. Journal of Organizational Behavior, 42(2), 229–251. https://doi.org/10.1002/job.2485
  17. Kalliath, T., & Brough, P. (2008). Work–life balance: A review of the meaning of the balance construct. Journal of Management & Organization, 14(3), 323–327. https://doi.org/10.5172/jmo.837.14.3.323
  18. Kasus dugaan perundungan di PPDS Undip berujung bunuh diri, Menkes Budi Gunadi: Sudah gamblang. (2024). Tempo. https://www.tempo.co
  19. Kossek, E. E., et al. (2011). Dukungan sosial di tempat kerja dan konflik pekerjaan-keluarga: Meta-analisis yang memperjelas pengaruh dukungan umum dan dukungan khusus pekerjaan-keluarga serta dukungan organisasi. Personnel Psychology, 64(2). https://doi.org/10.1111/j.1744-6570.2011.01211.x
  20. Luhgianto, et al. (2024). Metode Penelitian Manajemen. Eureka Media Aksara.
  21. Muliany, F., et al. (2024). Dampak stres kerja, dukungan sosial, dan work-life balance terhadap kepuasan kerja. Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(11). https://doi.org/10.47467/elmal.v5i11.5854
  22. Nawarcono, W., & Setiono, A. (2021). Pengaruh work-life balance terhadap kepuasan kerja. Kajian Ekonomi dan Bisnis, 16(2). https://doi.org/10.51277/keb.v16i2.101
  23. Pangemanan, F. L., Tumbel, T. M., & Trang, I. (2017). Pengaruh work-life balance dan burnout terhadap kepuasan kerja. Jurnal Administrasi Bisnis, 5(3). https://doi.org/10.35797/jab.v5.i003
  24. Pratiwi, F. (2023). Analisis pengaruh dukungan sosial dan stres kerja terhadap kepuasan kerja anggota kepolisian di Polres Wajo. Precise Journal of Economic, 2(2), 1–16.
  25. Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (17th ed.). Pearson.
  26. Sanjaya, B. (2021). Pengaruh stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan dengan dukungan sosial sebagai variabel moderasi. Jurnal Ilmu Manajemen, 9(3), 886–895. https://doi.org/10.26740/jim.v9n3.p886-895
  27. Saputra, D. N., et al. (2022). Buku Ajar Metodologi Penelitian. CV Feniks Muda Sejahtera.
  28. Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (8th ed.). John Wiley & Sons.
  29. Silalahi, V. A. J. M. (2025). Pengembangan SDM, Inovasi Bisnis dan Kecerdasan Buatan. Feniks Muda Sejahtera.
  30. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  31. Susanti, S., et al. (2024). Pengaruh lingkungan kerja, kompensasi, disiplin kerja, beban kerja, dan work-life balance terhadap kepuasan kerja karyawan pada Mega Finance Cabang Jember. JMBI: Jurnal Manajemen Bisnis dan Informatika, 5(1), 66–82. https://doi.org/10.31967/prodimanajemen.v5i1.1106
  32. Tiong, P. (2023). Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM): Teori dan Praktik. Deepublish Digital.
  33. Yuliani, W., & Supriatna, E. (2023). Metode Penelitian Pemula. Widina Bhakti Persada.