Vol. 25 No. 11 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

Pengaruh Literasi Keuangan, Pendapatan, dan Gaya Hidup terhadap Keputusan Penggunaan Pinjaman Online pada Usia Produktif: Systematic Literature Review

Liani Bulandari Abdi
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang

Published 2026-10-21

Keywords

  • gaya hidup,
  • literasi keuangan,
  • paylater,
  • pendapatan,
  • pinjaman online,
  • usia produktif
  • ...More
    Less

How to Cite

Pengaruh Literasi Keuangan, Pendapatan, dan Gaya Hidup terhadap Keputusan Penggunaan Pinjaman Online pada Usia Produktif: Systematic Literature Review. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(11). https://journal.cib.institute/index.php/musytari/article/view/5579

Abstract

Pinjaman online (pinjol) dan paylater makin diandalkan masyarakat usia produktif untuk membiayai konsumsi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit macet pinjol paling banyak berasal dari peminjam berusia 19–34 tahun, sedangkan para ekonom membaca kenaikan utang pinjol dan paylater sebagai tanda daya beli yang melemah. Studi ini bertujuan menyintesis bukti empiris mengenai pengaruh literasi keuangan, pendapatan, dan gaya hidup terhadap keputusan penggunaan pinjol pada usia produktif. Metode yang dipakai ialah systematic literature review mengikuti alur PRISMA 2020 terhadap artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA yang terbit 2016–2026 dan tersedia secara open access. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria, terdiri dari lima artikel untuk setiap variabel. Sintesis memperlihatkan tiga temuan pokok. Pertama, gaya hidup, khususnya dimensi hedonis dan konsumtif, menjadi pendorong paling konsisten; delapan dari sepuluh studi menemukan pengaruh signifikan yang mendorong penggunaan pinjol. Kedua, pendapatan berpengaruh signifikan pada keenam studi yang mengujinya, mencerminkan peran ganda pendapatan sebagai syarat kelayakan kredit sekaligus sumber kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan belanja. Ketiga, pengaruh literasi keuangan paling tidak konsisten: sembilan studi menemukan pengaruh signifikan (tujuh eksplisit positif), satu studi menemukan pengaruh negatif, dua studi tidak signifikan, dan satu studi menempatkannya sebagai pemoderasi yang melemahkan dorongan gaya hidup hedonis. Ketergantungan usia produktif pada pinjol lahir dari pertemuan tekanan pendapatan dengan dorongan gaya hidup, sedangkan literasi keuangan baru berfungsi protektif ketika disertai kesadaran risiko dan pengendalian diri.

References

  1. Bisnis.com. (2026a, Mei 8). OJK ungkap kredit macet pinjol didominasi generasi muda usia 19-34 tahun. https://finansial.bisnis.com/read/20260508/563/1972406/ojk-ungkap-kredit-macet-pinjol-didominasi-generasi-muda-usia-19-34-tahun
  2. Bisnis.com. (2026b, Juli 28). Warga RI gemar belanja tapi tabungan terkuras, utang konsumtif meroket. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260728/9/1991647/warga-ri-gemar-belanja-tapi-tabungan-terkuras-utang-konsumtif-meroket
  3. detikFinance. (2024, Oktober 11). Utang orang RI ke pinjol naik kencang, imbas daya beli turun? https://finance.detik.com/fintech/d-7582687/utang-orang-ri-ke-pinjol-naik-kencang-imbas-daya-beli-turun
  4. detikFinance. (2026, Mei 11). Utang makin menggila, tanda daya beli warga RI kian tertekan. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8484228/utang-makin-menggila-tanda-daya-beli-warga-ri-kian-tertekan
  5. Fortune Indonesia. (2026). OJK ungkap kredit macet pinjol didominasi anak muda dan laki-laki. https://www.fortuneidn.com/finance/ojk-ungkap-kredit-macet-pinjol-didominasi-anak-muda-dan-laki-laki-00-ccw2k-1db3z6
  6. Infobanknews. (2025, November 17). Kredit macet pindar anak muda makin bengkak, OJK ungkap biang keroknya. https://infobanknews.com/kredit-macet-pindar-anak-muda-makin-bengkak-ojk-ungkap-biang-keroknya/
  7. Infobanknews. (2026, Juli 31). Tabungan menipis, masyarakat pakai kartu kredit dan paylater untuk belanja. https://infobanknews.com/tabungan-menipis-masyarakat-pakai-kartu-kredit-paylater-untuk-belanja
  8. Katadata. (2026, Agustus 13). Belanja dulu, bayar nanti: Bom waktu di balik gaya hidup yang ditopang paylater. https://katadata.co.id/amp/indepth/telaah/6a7d89c56b8ac/belanja-dulu-bayar-nanti-bom-waktu-di-balik-gaya-hidup-yang-ditopang-paylater
  9. Khotimah, K., Miar, M., Raysharie, P. I., & Sabirin, S. (2026). Pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, faktor sosial dan risiko terhadap keputusan penggunaan pinjaman online di Provinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS), 18(1), 71–74. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JP-IPS/article/view/27352
  10. Kontan. (2024). OJK: Gen Z dan milenial jadi penyumbang terbesar kredit macet pinjol. https://keuangan.kontan.co.id/news/ojk-gen-z-dan-milenial-jadi-penyumbang-terbesar-kredit-macet-pinjol
  11. Kontan. (2025, Februari 19). Kredit macet fintech lending mencapai Rp 2, 01 triliun, didominasi peminjam individu. https://keuangan.kontan.co.id/news/kredit-macet-fintech-lending-mencapai-rp-201-triliun-didominasi-peminjam-individu
  12. Lestari, R. M., & Erawati, K. (2024). Pengaruh pendapatan, literasi keuangan, dan persepsi risiko terhadap minat menggunakan paylater pada generasi Z di Kota Semarang. Jurnal Mirai Management, 9(1), 659–667. https://doi.org/10.37531/mirai.v9i1.6908
  13. Nasution, A. A., Karyadi, H., Prasetyo, A. R., Yeni, A., & Utami, E. Y. (2024). Pengaruh pendapatan, pekerjaan, dan pendidikan terhadap keputusan masyarakat melakukan pinjaman online. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(8), 4137–4147. https://doi.org/10.47467/elmal.v5i8.4620
  14. Ningsih, M. C., Woestho, C., & Kurniawan, D. (2023). Pengaruh literasi keuangan, manfaat paylater dan pendapatan generasi Z terhadap minat penggunaan paylater di platfrom Shopee pada Kecamatan Tambun Selatan. Jurnal Economina, 2(11), 3218–3231. https://doi.org/10.55681/economina.v2i11.967
  15. Nurmala, A., & Agustian, A. (2026). Pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup konsumtif terhadap penggunaan kredit online Gen Z di Kabupaten Tasikmalaya. MAMEN: Jurnal Manajemen, 5(3), 601–614. https://doi.org/10.55123/mamen.v5i3.8204
  16. Puspitasari, D., & Trisnaningsih, S. (2025). Pengaruh hedonistic lifestyle dan impulse buying terhadap layanan paylater dengan literasi keuangan sebagai pemoderasi. Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS), 7(1), 83–92. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v7i1.7884
  17. Putri, S. I., & Priono, H. (2024). Pengaruh literasi keuangan, sosial, dan gaya hidup terhadap pengguna aplikasi pinjaman online. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 7(4), 9232–9239. https://doi.org/10.31539/costing.v7i4.10795
  18. Rolando, B. (2025). Pengaruh pendapatan, persepsi resiko, persepsi kemudahan dan literasi keuangan terhadap minat untuk menggunakan paylater. Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS), 6(3), 417–427. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v6i3.6953
  19. Sabrina, N. P., & Trisnaningsih, S. (2026). Pengaruh financial distress, financial literacy, dan lifestyle terhadap keputusan penggunaan paylater pada mahasiswa akuntansi. Ekonomi, Keuangan, Investasi dan Syariah (EKUITAS), 7(4), 1040–1049. https://doi.org/10.47065/ekuitas.v7i4.9684
  20. Sidik, N. (2026). Determinan minat penggunaan pinjaman online: Peran risk averse sebagai variabel moderasi. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 9(1), 2105–2118. https://doi.org/10.31539/qwjy5020