Abstract
Berbelanja lewat media sosial kian lazim, dan TikTok Shop menjadi salah satu ruang transaksi utama bagi produk perawatan kulit. Di tengah ketatnya persaingan merek lokal, pemasar perlu mengetahui sinyal digital mana yang paling mendorong konsumen membeli. Studi ini menguji peran konten pemasaran buatan merek dan electronic word of mouth (e-WOM) dalam membentuk keputusan membeli produk The Originote, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamaan. Desainnya kuantitatif asosiatif melalui survei daring pada 96 responden purposive, yaitu pengguna aktif TikTok yang pernah menonton konten dan membeli produknya. Kuesioner berskala Likert dianalisis dengan SPSS 25 melalui uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Konten pemasaran (t = 7,791; sig. 0,000) dan e-WOM (t = 2,980; sig. 0,004) sama-sama terbukti berefek positif nyata, dan model gabungannya signifikan (F = 45,103; sig. 0,000) dengan R² 0,492. Konten pemasaran memberi sumbangan terbesar (40,03%) dibanding e-WOM (9,22%). Hasil ini menyarankan pengelola merek skincare lokal menempatkan konten edukatif sebagai prioritas sambil menjaga mutu ulasan pembeli.