Vol. 25 No. 11 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) TBK PERIODE 2021–2025

Ananda Reisa Putri Ramadhani
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas MH. Thamrin
Evi Noviaty
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas MH. Thamrin
Parso
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas MH. Thamrin

Published 2026-10-09

Keywords

  • Financial Distress,
  • Altman Z-Score,
  • Current Ratio,
  • Debt to Equity Ratio,
  • Return on Assets

How to Cite

ANALISIS CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE PADA PT KRAKATAU STEEL (PERSERO) TBK PERIODE 2021–2025. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(11). https://journal.cib.institute/index.php/musytari/article/view/5043

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Assets (ROA) dalam kaitannya dengan financial distress yang diukur menggunakan model Altman Z-Score pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, yang dikumpulkan melalui dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CR menurun dari 65,45% pada 2021 menjadi 28,97% pada 2024 dan naik menjadi 73,19% pada 2025, tetapi tetap di bawah 100% selama periode penelitian. DER berada pada level tinggi, yaitu 281,22% hingga 565,15% dengan puncak pada 2024. ROA turun dari 1,16% pada 2021 menjadi −5,13% pada 2024 dan pulih menjadi 12,28% pada 2025. Altman Z-Score bernilai negatif pada seluruh tahun (−0,199 pada 2021, −0,570 pada 2022, −1,152 pada 2023, −1,389 pada 2024, dan −0,746 pada 2025) sehingga perusahaan berada pada Distress Zone selama lima tahun berturut-turut, dengan indikasi perbaikan pada 2025. Melemahnya likuiditas, meningkatnya leverage, dan menurunnya profitabilitas bergerak searah dengan menurunnya Z-Score, namun temuan ini merupakan interpretasi deskriptif, bukan pengujian pengaruh secara statistik.

References

  1. Altman, E. I. (1968). Financial ratios, discriminant analysis and the prediction of corporate bankruptcy. The Journal of Finance, 23(4), 589–609.
  2. Ambarwati, S. D. A., Haryono, S. T., Fatmayuni, I. A., Nusanto, G., & Sukarno, A. (2025). Survival analysis: The impact of key factors on financial distress and longevity of real estate firms listed on the Indonesia Stock Exchange. The Indonesian Accounting Review, 15(1), 47–58. https://doi.org/10.14414/tiar.v15i1.4917
  3. Athallah, T. H. F., & Kharisma, I. (2026). Analisis kebangkrutan PT Sri Rejeki Isman (SRITEX) Tbk menggunakan metode Altman Z-Score periode 2014–2024. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 12431–12438. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2286
  4. Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2021). Fundamentals of financial management. Cengage Learning.
  5. Cahyani, S. S., & Nugraeni. (2024). Pengaruh likuiditas, leverage, dan profitabilitas terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2023. Costing: Journal of Economic, Business and Accounting, 7(6), 1140–1154.
  6. Febriyanti, E., Prabawa, S. T., & Perdana, D. N. C. (2025). Analisis financial distress dengan menggunakan model prediksi Altman Z-Score, Springate dan Zmijewski (Studi empiris pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2023). Jurnal Ilmiah Edunomika, 9(2), 1–18. https://doi.org/10.29040/jie.v9i2.17453
  7. Ginanjar, Y., & Rahmayani, M. W. (2021). Pengaruh likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015–2019. J-Aksi: Jurnal Akuntansi dan Sistem Informasi, 2(1), 99–114. https://doi.org/10.31949/j-aksi.v2i1.1010
  8. Hery. (2023). Analisis laporan keuangan: Integrated and comprehensive edition. Grasindo.
  9. Jati, F. D., Sibarani, J. L., Susilawati, S., Ginarti, C., & Bangun, R. (2026). Analisis financial distress menggunakan model Altman Z-Score modifikasi pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. periode 2021–2025. Journal of Management and Creative Business, 4(1), 01–10. https://doi.org/10.30640/jmcbus.v4i1.6256
  10. Junior, R., & Bangun, N. (2024). Pengaruh profitability, working capital, dan free cash flow terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2020. Jurnal Paradigma Akuntansi, 6(1), 46–52. https://doi.org/10.24912/jpa.v6i1.28536
  11. Kasmir. (2021). Analisis laporan keuangan. PT RajaGrafindo Persada.
  12. Prasetyo, A. A. (2022). Meminimalisir asimetri informasi melalui pelaporan (disclosure) laporan keuangan. Transekonomika: Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, 2(1), 45–52. https://doi.org/10.55047/transekonomika.v2i1.104
  13. Rachmawati, L., & Nur, D. I. (2021). Analisis rasio keuangan untuk memprediksi kondisi financial distress di sektor basic industry and chemical pada tahun 2016–2019 di Bursa Efek Indonesia. Jurnal E-Bis (Ekonomi-Bisnis), 5(2), 478–488. https://doi.org/10.37339/e-bis.v5i2.714
  14. Ross, S. A. (1977). The determination of financial structure: The incentive-signalling approach. The Bell Journal of Economics, 8(1), 23–40.
  15. Spence, M. (1973). Job market signaling. The Quarterly Journal of Economics, 87(3), 355–374.