Vol. 25 No. 10 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

PENGARUH KEAMANAN TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN E-WALLET PADA MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR)

Nabila Amalia Aryastin
Departemen Bisnis, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
Tasha Putri Cantika
Departemen Bisnis, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
Amaliyah
Departemen Bisnis, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Published 2026-10-01

Keywords

  • Keamanan,
  • Minat Menggunakan,
  • E-Wallet,
  • Mahasiswa,
  • Technology Acceptance Model

How to Cite

PENGARUH KEAMANAN TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN E-WALLET PADA MAHASISWA UNIVERSITAS AIRLANGGA (UNAIR). (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(10). https://journal.cib.institute/index.php/musytari/article/view/4719

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi finansial telah menggeser pola transaksi masyarakat menuju metode pembayaran digital, khususnya di kalangan mahasiswa. Namun, maraknya insiden kejahatan siber berpotensi memengaruhi kepercayaan dan minat adopsi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh persepsi keamanan terhadap minat menggunakan e-wallet pada mahasiswa Universitas Airlangga. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan kausal dengan teknik non-probability accidental sampling pada 62 responden mahasiswa aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang diukur dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana pada perangkat lunak Jamovi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keamanan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan e-wallet (beta = -0,657; p = 0,514 > 0,05) dengan nilai R2 sebesar 0,00714 (0,71%). Temuan ini mengindikasikan bahwa bagi digital native, fitur keamanan dianggap sebagai kebutuhan dasar (hygiene factor) yang sudah pasti melekat pada aplikasi resmi daripada sebagai pendorong utama minat penggunaan. Keterbatasan utama penelitian ini meliputi penggunaan variabel tunggal dan ukuran sampel yang terbatas. Penelitian mendatang disarankan untuk mengintegrasikan konstruksi Technology Acceptance Model (TAM) tambahan dan memperluas sampel di berbagai instansi.