Abstract
Fokus utama riset ini adalah menguji sejauh mana pembayaran digital (digital payment) dan efikasi diri finansial (financial self-efficacy) berdampak pada tata kelola keuangan personal mahasiswa di Universitas Teuku Umar. Pengambilan data berbasis pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 383 responden, yang ditarik menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen kuesioner dimanfaatkan untuk pengumpulan data, yang selanjutnya diolah melalui metode regresi linier berganda. Uji hipotesis secara parsial mengonfirmasi bahwa digital payment memberikan kontribusi positif serta signifikan terhadap kelancaran manajemen keuangan pribadi (t = 6,445; p = 0,000 < 0,05). Sejalan dengan itu, financial self-efficacy turut membuktikan dampak positif dan signifikan dengan capaian t = 11, 220 (p = 0,000 < 0,05). Pengujian secara serentak (simultan) memperlihatkan pengaruh signifikan dari kedua variabel bebas tersebut (F = 263,930 > 3,02; p = 0,000 < 0,05). Nilai Adjusted/R-Square (R2) tercatat sebesar 0,583, menandakan daya jelaskan variabel sebesar 58,3% terhadap dinamika manajemen keuangan pribadi, sementara 41,7% sisanya bersumber dari variabel di luar model riset ini. Implikasi temuan menegaskan pentingnya penguatan efikasi finansial yang dibarengi kearifan dalam memanfaatkan transaksi digital guna mendorong pola finansial mahasiswa yang lebih bijak dan akuntabel.