Vol. 25 No. 10 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA

Afinsha Sekar Cahyaningtyas
Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Padjadjaran

Published 2026-09-22

Keywords

  • Upah Minimum Provinsi,
  • Kaitz Index,
  • pekerja informal,
  • kemiskinan,
  • data panel,
  • Fixed Effect Model
  • ...More
    Less

How to Cite

ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(10). https://journal.cib.institute/index.php/musytari/article/view/4388

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan ekonomi Indonesia karena berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan kondisi pasar tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap tingkat kemiskinan dengan menggunakan Kaitz Index sebagai proksi tingkat keterikatan (bindingness) kebijakan upah minimum. Penelitian ini juga menguji pengaruh tingkat pekerja informal serta interaksi antara Kaitz Index dan pekerja informal terhadap kemiskinan. Data yang digunakan berupa data panel 34 provinsi di Indonesia selama periode 2017–2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Tingkat kemiskinan digunakan sebagai variabel dependen, sedangkan Kaitz Index, tingkat pekerja informal, dan interaksi keduanya menjadi variabel independen utama. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), PDRB riil per kapita, dan dummy pandemi COVID-19 digunakan sebagai variabel kontrol. Analisis dilakukan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan cluster-robust standard errors pada tingkat provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kaitz Index berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan pekerja informal berpengaruh positif dan signifikan. Interaksi Kaitz Index dan pekerja informal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. TPT berpengaruh positif dan signifikan, sementara PDRB riil per kapita berpengaruh negatif dan signifikan. Dummy pandemi COVID-19 juga menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan. Hasil penelitian memberikan gambaran empiris mengenai keterkaitan kebijakan upah minimum, karakteristik pasar tenaga kerja, dan kemiskinan di Indonesia.

References

  1. Angraeni, R. V., Nurjanah, S., & Nikensari, S. I. (2024). The effect of inflation, minimum wage, labor absorption and the COVID-19 pandemic on poverty in Indonesia. Finance: International Journal of Management Finance, 1(4), 43–48. https://doi.org/10.62017/finance.v1i4.47
  2. Anwar, M. Z., Aida, N., & Taher, A. R. Y. (2025). The effect of open unemployment and education on poverty in Indonesia. International Journal of Accounting, Management, Economics and Social Sciences, 3(4), 1384–1393. https://doi.org/10.61990/ijamesc.v3i4.556
  3. Badan Pusat Statistik. (2020). Keadaan ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2020. Badan Pusat Statistik.
  4. Badan Pusat Statistik. (2023). Konsep dan definisi kemiskinan. Badan Pusat Statistik.
  5. Belser, P., & Rani, U. (2015). Minimum wages and inequality. International Labour Organization.
  6. Bird, K., & Manning, C. (2008). Minimum wages and poverty in a developing country: Simulations from Indonesia's household survey. World Development, 36(5), 916–933. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2007.05.012
  7. Borjas, G. J. (2020). Labor economics (8th ed.). McGraw-Hill Education.
  8. Cooksey, R. W. (2020). Descriptive statistics for summarising data. In Illustrating statistical procedures: Finding meaning in quantitative data (pp. 61–139). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-15-2537-7_5
  9. Dollar, D., & Kraay, A. (2002). Growth is good for the poor. Journal of Economic Growth, 7(3), 195–225. https://doi.org/10.1023/A:1020139631000
  10. Fields, G. S. (2004). Dualism in the labor market: A perspective on the Lewis model after half a century. The Manchester School, 72(6), 724–735. https://doi.org/10.1111/j.1467-9957.2004.00429.x
  11. Fields, G. S. (2012). Working hard, working poor: A global journey. Oxford University Press.
  12. Godoey, A., & Reich, M. (2021). Are minimum wage effects greater in low-wage areas? Industrial Relations: A Journal of Economy and Society, 60(1), 36–83. https://doi.org/10.1111/irel.12267
  13. Herrero Olarte, S. (2021). Is the minimum wage effective in a context of informality? Applied Economics Letters, 28(12), 1041–1044. https://doi.org/10.1080/13504851.2020.1793925
  14. Hohberg, M., & Lay, J. (2015). The impact of minimum wages on informal and formal labor market outcomes: Evidence from Indonesia. IZA Journal of Labor & Development, 4(1), Article 15. https://doi.org/10.1186/s40175-015-0036-4
  15. International Labour Organization. (2018). Women and men in the informal economy: A statistical picture (3rd ed.). International Labour Organization.
  16. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2017). Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2018.
  17. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2025.
  18. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2024). Putusan Nomor 168/PUU-XXI/2023 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
  19. Mankiw, N. G. (2009). Principles of economics (5th ed.). South-Western Cengage Learning.
  20. Merdikawati, N., & Al Izzati, R. (2025). Minimum wage policy and poverty in Indonesia. The World Bank Economic Review, 39(1), 191–210. https://doi.org/10.1093/wber/lhae022