Articles
ANALISIS PENERAPAN GREEN PACKAGING DALAM GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA RANTAI PASOK COFFEE SHOP: STUDI KASUS DI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA
Published 2026-06-26
Keywords
- green packaging,
- Green Supply Chain Management,
- coffee shop,
- keberlanjutan,
- pengelolaan limbah
How to Cite
ANALISIS PENERAPAN GREEN PACKAGING DALAM GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA RANTAI PASOK COFFEE SHOP: STUDI KASUS DI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(7). https://doi.org/10.2238/5f3ve510
Abstract
Pertumbuhan industri coffee shop di Indonesia yang semakin pesat berdampak pada meningkatnya penggunaan kemasan sekali pakai dan timbulan sampah plastik, sehingga diperlukan penerapan green packaging sebagai bagian dari Green Supply Chain Management (GSCM) untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan green packaging dalam rantai pasok Point Coffee Kecamatan Laweyan, Surakarta, mengidentifikasi kendala implementasinya, mengevaluasi dampaknya terhadap kinerja lingkungan dan keberlanjutan usaha, serta merumuskan strategi peningkatan penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri atas leader, barista, dan konsumen, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi green packaging telah diterapkan pada aspek green procurement, green warehousing, dan green operations, namun green waste management belum optimal karena belum tersedia sistem pemilahan maupun pengelolaan limbah secara mandiri. Kendala utama meliputi keterbatasan material kemasan untuk minuman dingin, tingginya biaya kemasan ramah lingkungan, serta rendahnya kesadaran konsumen. Meskipun demikian, program Bring Your Own Tumbler (BYOT) dan pengurangan penggunaan kantong plastik memberikan dampak positif terhadap citra perusahaan, loyalitas pelanggan, dan pengurangan sampah plastik. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi GSCM masih berada pada tahap transisi sehingga diperlukan inovasi material kemasan, penguatan sistem pengelolaan limbah, serta dukungan regulasi dan edukasi pemerintah untuk mewujudkan sistem rantai pasok yang lebih berkelanjutan.References
- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta. (2023). Data jumlah rumah kedai kopi (coffee shop) menurut kelurahan di Kecamatan Laweyan. BPS Kota Surakarta.
- Christopher, M. (n.d.). Supply chain managemen.
- Dewi, [Initial]. (2022). [Title on green marketing and eco-friendly packaging]. (Cited as Dewi, 2022).
- Han, et al. (2018). [Sustainable packaging discussion]. In Ketelsen et al. (2019).
- Indonesia.id. (2026). [Data on coffee shops in Indonesia].
- Intergovernmental Panel on Climate Change. (2014). Climate change 2014: Synthesis report. IPCC.
- Jabir, et al. (2024). [Consumer awareness and green packaging].
- Ketelsen, [Initials], et al. (2024). Consumers and sustainable packaging: Packaging sustainability and purchase intention. Survey study.
- Ketelsen, [Initials], et al. (2019). [Sustainable packaging reference incorporating Han et al. (2018)].
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2025). [National waste composition data, including plastic waste at 22.73% in 2024]. KLHK.
- Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage.
- Magnier, L., et al. (2015). Consumer response to sustainable packaging. Experimental study.
- Magnier, L., et al. (2023). [Sustainable packaging life cycle impacts].
- Martin, [Initial] (Christopher). (n.d.). Supply chain management definition. (Cited via Martin Christopher).
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.
- Mostafa, M. M. (2007). Gender differences in environmental attitude. Survey study.
- Nawaratih, [Initial]. (2025). [Green SCOR model for GSCM performance].
- Organisation for Economic Co-operation and Development. (2001). Environmental performance measurement. OECD.
- Philip Kotler and Kevin Lane Keller. (2016). [Consumer behavior toward sustainable consumption]. (Cited as Kotler & Keller, 2016).
- Rahmi Yuniarti, et al. (2023). [GSCM as response to environmental issues].
- Rogers, D. S., & Tibben-Lembke, R. S. (1999). Reverse logistics practices. Literature study.
- Saputra, [Initials], et al. (2025). Green packaging in green supply chain management. Literature review.
- Setiaji. (2025). [Coffee shop growth data in Surakarta].
- Singh, [Initials], & Pandey, [Initials]. (2017). [Sustainable packaging criteria].
- Sugiyono. (n.d.). [Definition of proposisi]. (Cited via Sugiyono).
- Suryaningrat, et al. (2023). Implementation of green supply chain management for sustainable agroindustry in coffee processing unit. Case study.
- The Earthkeeper Indonesia. (2021). [Survey on coffee consumers in Jakarta and plastic waste contribution].
- Tokopedia. (2026). [Market prices for green packaging and conventional plastic cups].
- United Nations Environment Programme. (2018). [Plastic waste reduction and circular economy].
- Usman, et al. (2022). Green business opportunity of coffee ground waste through reverse logistics. Case study.
- Virtus Pack Research. (2026). Tren green packaging di industri F&B Indonesia. Industry survey.
- World Commission on Environment and Development. (1987). Our common future (Brundtland Report).
- Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage.
- Zhang, [Initials], & Zhao, [Initials]. (2012). [Green packaging definition].
- Zhang, [Initials], & Zhao, [Initials]. (2022). [Environmental impact reduction via green packaging].
- Zhu, Q., Sarkis, J., & Geng, Y. (2013). Green supply chain management in China. Case study with SEM.
- Zumira. (2023). Hambatan adopsi green packaging pada usaha mikro kecil menengah F&B di Jawa Tengah. Qualitative study.