Vol. 25 No. 9 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

BRAIN ROT DAN HILANGNYA KEDALAMAN BERPIKIR DI ERA VIDEO PENDEK

Mutia Alin Imannisa
Program Studi Manajemen PJJ S1, Universitas Siber Asia

Published 2026-08-17

Keywords

  • Brain Rot,
  • Estetika Humanisme,
  • Krisis Fokus,
  • Mindfulness,
  • Short-Form Content

How to Cite

BRAIN ROT DAN HILANGNYA KEDALAMAN BERPIKIR DI ERA VIDEO PENDEK. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(9). https://doi.org/10.2238/jth7wb02

Abstract

Fenomena brain rot atau kondisi penurunan kualitas mental dan krisis fokus akibat konsumsi konten digital berdurasi pendek secara berlebihan kini menjadi ancaman nyata bagi kapasitas kognitif masyarakat modern. Paparan media seperti TikTok, Reels, dan Shorts yang menyajikan stimulasi instan secara terus-menerus mengikis rentang atensi (attention span), merusak kemampuan berpikir lambat (slow thinking), serta memicu alienasi diri. Artikel konseptual ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis dampak pendangkalan kognitif tersebut dan merumuskan upaya pemulihannya melalui lensa Estetika Humanisme dan praktik mindfulness. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, analisis difokuskan pada bagaimana mekanisme algoritma media sosial mengeksploitasi sistem dopamin otak serta mengomodifikasi perhatian manusia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Estetika Humanisme memberikan landasan filosofis mengenai pentingnya Human Literacy sebuah konsep yang menempatkan kedalaman berpikir, kesadaran diri, dan kemampuan merenung sebagai bagian utama dari martabat kemanusiaan. Sebagai bentuk perlawanan eksistensial, mindfulness hadir sebagai praktik normatif untuk merawat keindahan batin, memperlambat tempo berpikir, dan mengembalikan otonomi perhatian individu. Kesimpulannya, memulihkan fokus di tengah arus informasi yang serba cepat merupakan langkah fundamental dalam mempertahankan martabat manusia yang mampu berpikir dalam, merasakan secara utuh, dan hidup dengan kesadaran penuh.

References

  1. Adiputra, S. (2021). Mindfulness dalam bimbingan dan konseling. Penerbit Deepublish.
  2. Al-Ayyubi, M. A., & Rabbani, A. F. (2023). Pengaruh konsumsi konten short-form video pada media sosial terhadap rentang perhatian (attention span) remaja. Jurnal Komunikasi dan Media, 4(2), 115–128.
  3. Anjani, M., & Kusuma, A. R. (2022). Algoritma media sosial dan adiksi dopaminergik pada pengguna usia muda: Sebuah tinjauan psikologis. Jurnal Psikologi Perkembangan dan Media, 8(1), 45–58.
  4. Budianto, H. (2020). Estetika humanisme dalam era disrupsi digital. Kompas Book Publishing.
  5. Darmawan, I., & Setiawan, B. (2024). Fenomena brain rot dan pendangkalan kognitif pada pengguna media sosial di Indonesia. Jurnal Kajian Budaya dan Media Digital, 5(1), 12–25.
  6. Fauzi, A., & Nurhadi, M. (2023). Erosi atensi di era informasi: Tantangan literasi dan masa depan pendidikan. Pustaka Pelajar.
  7. Hidayat, R. (2021). Psikologi media dan masyarakat modern. Rajawali Pers.
  8. Kartika, D., & Rahmadani, S. (2023). Pendekatan mindfulness untuk mengatasi distraksi digital dan kecemasan pada mahasiswa. Jurnal Intervensi Psikologi, 15(2), 89–102.
  9. Laksana, G., & Wibowo, A. (2022). Dampak paparan video berdurasi pendek TikTok dan Instagram Reels terhadap fokus belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi, 10(3), 201–214.
  10. Nugroho, C. (2020). Cyberpsychology: Memahami perilaku manusia di dunia digital. Kencana.
  11. Prasetyo, Y., & Utami, W. N. (2024). Human literasi dan resistensi terhadap erosi kesadaran di era kapitalisme atensi. Jurnal Filsafat dan Kebudayaan, 19(1), 34–48.
  12. Putri, R. A., & Santoso, E. (2023). Mengukur tingkat adiksi konten short-form video dan hubungannya dengan kemampuan berpikir kritis. Jurnal Riset Komunikasi, 6(2), 142–155.
  13. Suryani, L. (2022). Mindfulness untuk kesehatan mental dan keseimbangan hidup di era digital. PT Gramedia Pustaka Utama.
  14. Wibowo, F. A., & Susanto, H. (2023). Krisis fokus dan alienasi diri pada generasi Z akibat hiper-stimulasi media sosial. Jurnal Sosiologi dan Humaniora, 11(2), 77–90.
  15. Yulia, N., & Arifin, Z. (2024). Dekonstruksi gaya hidup fast-consumption media: Perspektif estetika humanisme. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Filsafat, 7(1), 60–73.