Articles
ANTARA LABA DAN LOYALITAS : MENYEIMBANGKAN EKSISTENSI USAHA DAN KEMASLAHATAN PEKERJA PADA EFEKAFEIN SLOW BAR MAJENANG
Published 2026-07-05
Keywords
- laba; loyalitas pekerja; eksistensi usaha; kemaslahatan; ekonomi Islam; coffee shop
How to Cite
ANTARA LABA DAN LOYALITAS : MENYEIMBANGKAN EKSISTENSI USAHA DAN KEMASLAHATAN PEKERJA PADA EFEKAFEIN SLOW BAR MAJENANG. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/g71gj943
Abstract
Keberlangsungan usaha coffee shop tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memperoleh laba, tetapi juga oleh keberhasilan dalam membangun loyalitas pekerja sebagai bagian dari strategi mempertahankan eksistensi usaha. Dalam perspektif ekonomi Islam, keseimbangan antara orientasi laba dan pemenuhan hak-hak pekerja merupakan implementasi prinsip kemaslahatan yang mendukung keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Efekafein Slow Bar Majenang dalam menyeimbangkan orientasi laba dengan loyalitas pekerja serta mengkaji praktik tersebut berdasarkan perspektif kemaslahatan ekonomi Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik (owner) sebagai informan utama, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan data sesuai fokus penelitian, menyajikan hasil secara sistematis, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efekafein Slow Bar Majenang mempertahankan eksistensi usahanya melalui strategi diferensiasi dengan mengusung konsep slow bar, menjaga konsistensi kualitas produk melalui kalibrasi dan cupping, menerapkan konsep open bar untuk membangun pengalaman pelanggan, serta menciptakan kedekatan emosional dengan pelanggan. Loyalitas pekerja dibangun melalui proses rekrutmen yang mengutamakan karakter, etos kerja, dan kejujuran, didukung dengan perencanaan keuangan yang matang, pemberian kompensasi, kesempatan pengembangan kompetensi, dan lingkungan kerja yang kondusif. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, praktik tersebut mencerminkan prinsip kemaslahatan karena orientasi memperoleh laba dijalankan secara seimbang dengan pemenuhan hak-hak pekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara laba dan loyalitas pekerja menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan eksistensi usaha coffee shop.References
- Philip Kotler & Kevin Lane Keller, Marketing Management, 15th ed. (Harlow: Pearson Education, 2016)
- Stephen P. Robbins & Timothy A. Judge, Organizational Behavior, 18th ed. (Harlow: Pearson, 2019) penelitian-penelitian mutakhir tentang industri coffee shop juga menunjukkan bahwa loyalitas dan kualitas layanan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan usaha.
- Jasser Auda, Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach (London: The International Institute of Islamic Thought, 2008)
- Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, Kitab al-Ruhun, Bab Ajr al-Ajir, Hadis No. 2443.
- Michael E. Porter, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance (New York: Free Press, 1985).
- Benedictus Hutomo Darmawan dan Kurniawati, "Konsekuensi Facility Service Quality dan Interactive Service pada Pengunjung Coffee Shop," Journal of Economic, Business and Accounting (COSTING), Vol. 7, No. 5 (2024).
- Djoko Poernomo dkk., "Competitive Advantage Analysis Based on Location Specificity: Research on Coffee Cafes in Indonesia," TEC Empresarial, Vol. 19, No. 1 (2024).
- A. Nurul Asma Dini, Nuraeni Kadir, dan Fauziah Umar, "Human Resource Management as an Effective Effort to Achieve Competitive Advantage in Coffeeshop Businesses," Scientium Management Review, Vol. 2, No. 2 (2023).
- Ryan Ramadhan dkk., "Membangun Loyalitas Karyawan Coffee Shop Lingkar Melalui Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja," Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, Vol. 5, No. 4 (2026).