Abstract
Pengelolaan identitas seksual pada individu gay dan lesbian tidak berhenti pada penerimaan diri, tetapi berlanjut pada keputusan mengenai keterbukaan identitas dan konsekuensi psikososialnya. Penelitian ini bertujuan memahami keterhubungan pembentukan identitas seksual, pengambilan keputusan mengenai disclosure, selective disclosure, dan concealment, serta konsekuensi psikososial pada individu gay dan lesbian di wilayah Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) terhadap enam partisipan berusia 35–47 tahun. Penelitian ini berhasil mengungkap lima Group Experiential Themes, yaitu perjalanan penerimaan identitas yang beragam, penerimaan diri yang tidak selalu diikuti keterbukaan sosial, keterbukaan yang dinegosiasikan untuk menjaga keamanan dan relasi, konsekuensi psikososial yang ambivalen, serta pentingnya hubungan yang aman dan menerima. Secara psikologis, konsekuensi yang muncul meliputi kelegaan, kesepian, kewaspadaan, dan konflik batin, sedangkan secara sosial mencakup dukungan, penolakan, konflik keluarga, pengusiran, dan dampak pada pekerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerimaan identitas tidak mengakhiri proses pengelolaan identitas, karena individu tetap menegosiasikan keterbukaan dengan mempertimbangkan keamanan, relasi, dan konsekuensi psikososial yang mungkin dialami.References
Aglipay, F. A. (2014). The Cass’ Theory of Sexual Identity Formation: A Study of the Complexities of Queer Identity Development. Journal of Psychology Research, 4(06), 411–418. https://doi.org/10.17265/2159-5542/2014.06.001
Creswell, J. W. (2014). Research Design karya John W. Creswelltive, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (J. Young (ed.); Fourth Edi, Vol. 4). SAGE Publications, Inc.
Doyle, D. M., & Barreto, M. (2023). Toward a More Relational Model of Sexual Minority Identity Concealment. Archives of Sexual Behavior , 52(5), 1911–1916. https://doi.org/10.1007/s10508-022-02491-5
Faiz, A. (2018). Survei SMRC: 87,6 Persen Masyarakat Menilai LGBT Ancaman. Tempo.Co. https://www.tempo.co/politik/survei-smrc-87-6-persen-masyarakat-menilai-lgbt-ancaman-987756
Frost, D. M., & Meyer, I. H. (2023). relevance. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2023.101579.Minority
LBHM. (2019). Kelompok Minoritas Seksual Dalam Terpaan Pelanggaran HAM . https://lbhmasyarakat.org/wp-content/uploads/2019/07/Laporan-Mondok-Stigma-dan-Diskriminasi-LGBT-2018_Finaleee.pdf
Legate, N., Ryan, R. M., & Rogge, R. D. (2017). Daily Autonomy Support and Sexual Identity Disclosure Predicts Daily Mental and Physical Health Outcomes. Personality and Social Psychology Bulletin, 43(6), 860–873. https://doi.org/10.1177/0146167217700399
Morgan, E. M. (2013). Contemporary Issues in Sexual Orientation and Identity Development in Emerging Adulthood. In Emerging Adulthood (Vol. 1, Issue 1, pp. 52–66). SAGE Publications Inc. https://doi.org/10.1177/2167696812469187
Rahman, M. (2023). Herbert Simon Rationalistic Theory of Decision Making. International Journal of Scientific Research in Science and Technology , 1117–1120. https://doi.org/10.32628/ijsrst523103184
Rengers, J. M., Heyse, L., Wittek, R. P. M., & Otten, S. (2021). Interpersonal antecedents to selective disclosure of lesbian and gay identities at work. Social Inclusion, 9(4), 388–398. https://doi.org/10.17645/si.v9i4.4591
Rizki, M., Saputra, W., Fuad Nasvian, M., & Kunci, K. (2022). Self Disclosure CA: Pengungkapan Identitas Seksual Seorang Gay (Vol. 5, Issue 6). http://jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Romadhan, G. F. (2026). Aksi Tolak LGBT di Gedung Sate, Pemprov Jabar Didesak Terbitkan Perda Larangan. Ayo Bandung. https://www.ayobandung.com/bandung -raya/7917431939/aksi-tolak-lgbt-di-gedung-sate-pemprov-jabar-didesak-terbitkan-perda-larangan
Ryan, C., Russell, S. T., Huebner, D., Diaz, R., & Sanchez, J. (2010). Family acceptance in adolescence and the health of LGBT young adults. Journal of Child and Adolescent Psychiatric Nursing, 23(4), 205–213. https://doi.org/10.1111/j.1744-6171.2010.00246.x
Salim, A. N., & Halim, M. S. (2024). The Mediating Effect of Self-Esteem on the Association Between Minority Stress and Social Well-Being Among Indonesian Young Adult Gay Men and Lesbian Women. ANIMA Indonesian Psychological Journal, 39(1), e08. https://doi.org/10.24123/aipj.v39i1.5794
Smith, J. A., & Osborn, M. (2008). Interpretative Phenomenological Analysis. Doing Social Psychology Research, 229–254. https://doi.org/10.1002/9780470776278.ch10
Tomic, D., O’Dwyer, M., Keegel, T., & Walker-Bone, K. (2025). Mental health of LGBTQ+ workers: a systematic review. BMC Psychiatry, 25(1). https://doi.org/10.1186/s12888-025-06556-2
UNDP, & USAID. (2014). Being LGBT in Asia: Indonesia Country Report. http://asia-pacic.undp.org/
UUD 1945. (2011). Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 1945, 1–166. https://peraturan.bpk.go.id/Details/101646/uud-no--
Wainipitapong, S., Wiwattarangkul, T., Kneale, D., & Bécares, L. (2026). LGBTQ+ Identity Disclosure and Mental Health Outcomes: A Systematic Review of Qualitative and Longitudinal Quantitative Studies. Journal of Homosexuality, 73(9), 2205–2252. https://doi.org/10.1080/00918369.2025.2540371
Wardana, A. (2022). Masyarakat , Jurnal Sosiologi Learning to be Gay : Narrative Socialization of Young Indonesian Homosexuals. 27(1). https://doi.org/10.7454/M